Xiaomi Menjadi Perusahaan Smartphone Paling Bernilai Ketiga Di Dunia

xiaomi masuk pasar modal
Foto: Xiaomi

Xiaomi masuk pasar modal (go public) di Hong Kong Stock Exchange melalui Initial Public Offering (IPO) pada tanggal 9 Juli 2018. Dengan nilai total $50 milyar, Xiaomi menjadi produsen smartphone paling bernilai ketiga di dunia.

Xiaomi memiliki ambisi cukup besar. Ia menargetkan nilai $100 milyar di pasar modal. Namun hal itu tidak tercapai pada penutupan bursa di nilai saham 16,80HKD (pada pembukaan senilai 17HKD —1810-HK).

Walau tidak mencapai target, Xiaomi berhasil duduk di bawah Apple dan Samsung sebagai produsen smartphone paling bernilai. IPO yang dilakukan Xiaomi juga merupakan yang terbesar dalam 4 tahun terakhir di pasar modal, untuk sebuah perusahaan teknologi.

BACA JUGA
Alasan Mengapa Xiaomi Banyak Disukai Pengguna Ponsel

Ambisi Xiaomi yang besar ini juga ditunjukkan dengan bagaimana ia mulai melebarkan sayap ke berbagai negara. Kita tahu kalau Xiaomi besar di Asia. Cina menjadi basis utama, dengan negara lain, seperti India dan Indonesia, sebagai pasar potensial.

Toh, Xiaomi — bersama Nokia — berhasil masuk dalam posisi lima besar smartphone terlaris di Eropa. Bukan prestasi sederhana. Raksasa kecil Asia ini pun sedang mengarahkan pandangannya ke benua Amerika. Xiaomi berencana masuk ke pasar smartphone Amerika pada tahun 2019 (saat ini Xiaomi hanya menjual aksesoris).

smartphone xiaomi mi 6x

Penampilan Xiaomi Mi 6X

Rahasia kesuksesan Xiaomi tentu saja ada di harganya yang terjangkau — dan yah, desain mirip iPhone. Xiaomi selalu bisa memberikan perangkat dengan harga lebih murah dibanding pesaing lain dengan spesifikasi yang nyaris sama.

Lei Jun, pendiri Xiaomi, menyatakan kalau 8 tahun yang lalu ia ingin membuat smartphone dengan “konsep internet” dan merubah pandangan dunia soal handphone Cina. Ia menyebutkan bahwa dulu ada 13 orang yang mendiskusikan mimpi ini sambil menikmati bubur sereal (milet, dalam bahasa Cina disebut “xiaomi”).

Kelihatannya mimpi Lei Jun sudah menjadi kenyataan. Tentu saja, di dunia nyata, ada raksasa daratan Cina lain, seperti Huawei (beserta Honor) dan Oppo (beserta Vivo dan OnePlus) yang bertarung.

Bagaimanapun, kehadiran perusahaan smartphone dari daratan Cina ini pun berhasil membuat perusahaan besar lain tertahan langkahnya, bahkan keok. Setelah Xiaomi masuk pasar modal, tentu akan menarik melihat perkembangannya di masa mendatang. Apakah akan tetap menjadi handphone murah? Apakah akan tetap “mirip iPhone”? Atau adakah gebrakan lain yang bakal hadir?

Sumber: Blog Xiaomi | Via: Ars Technica

Ada komentar?