Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Cina Bikin Teknologi Anti Pornografi Baru yang Disematkan Dalam Helm

Indri Penulis

Para peneliti di Cina baru-baru ini telah menemukan teknologi anti pornografi. Dalam pemakaiannya, teknologi tersebut dipasang dalam sebuah helm.

Kebijakan suatu negara dalam menangani masalah pornografi memang berbeda-beda. Kalau di Cina, segala sesuatu yang berbau pornografi sudah ‘ilegal’ sejak tahun Republik Rakyat Cina dibentuk pada tahun 1949.

popculture.id

Makanya segala sesuatu yang berbau pornografi di Cina pasti akan disensor. Selama beberapa tahun ini, Cina mengandalkan Bot AI yang dilepaskan ke web dalam upaya untuk mendeteksi dan menandai setiap hal-hal nggak senonoh yang ditemukan.

Nggak cuma itu, ‘penilai porno’ atau yang disebut sebagai jian huang shi adalah kelompok khusus (yang mayoritas perempuan) bertugas untuk mengawasi hal-hal nggak senonoh yang mungkin luput dari deteksi AI. Walau sudah diawasi seketat itu, rupanya Cina masih belum puas dengan kinerja mereka.

Untuk meningkatkan dan mengotomatisasi penyensoran yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun, para peneliti di Universitas Jiaotong Beijing mengembangkan helm ‘pembaca pikiran.’

Kalau penasaran sama bentuknya, helm tersebut lebih mirip topi mandi yang dilapisi kabel, untuk memaksimalkan efisiensi upaya yang ada saat ini.

Apa yang bisa dilakukan oleh helm tersebut? Helm tersebut mampu mendeteksi citra pornografi dengan akurasi tinggi, dan bahkan mampu menyaring gelombang otak yang berkurang karena dipengaruhi keadaan emosional, tingkat energi rendah, dan juga pikiran acak.

Dalam pengembangannya, para peneliti ini mengajak peserta penelitian yang terdiri 15 sukarelawan laki-laki berusia 20 – 25 tahun. Peserta sukarelawan diperlihatkan tayangan porno ‘straight’ (homoseksualitas yang masih legal dan banyak disukai di Cina).

Para peneliti mencatat bahwa teknologi anti pornografi langsung bekerja hampir setiap kali peserta disajikan video dengan adegan eksplisit. Tapi, teknologi tersebut sempat beberapa kali mengeluarkan alarm palsu.

Para peneliti mengatakan kalau teknologi tersebut memiliki tingkat akurasi 80%. Angka tersebut kemungkinkan tidak disebabkan oleh citra yang terlalu rumit atau kurangnya materi pelatihan. Tapi mungkin ada hubungannya dengan fakta bahwa, untuk mematuhi undang-undang konsumsi pornografi saat ini, peserta harus diperlihatkan gambar yang sudah disensor ‘yang notabene nggak bakal menimbulkan birahi.’

Sementara itu, teknologi anti pornografi terbaru di Cina ini digadang-gadang akan membantu penilai porno melakukan pekerjaan mereka secara agar lebih efektif.

    %d blogger menyukai ini: