Tengah Populer, Awas! Inilah Sederet Bahaya Memakai Aplikasi Zoom

zoom meeting

Selama pandemi COVID-19, Zoom menjadi aplikasi yang banyak dipakai untuk meeting online. Sayangnya, aplikasi Zoom justru menyimpan bahaya yang tidak diketahui banyak orang.

COVID-19 membuat banyak karyawan kantor harus work from home (WFH). Banyak dari mereka kemudian mencari-cari aplikasi yang dapat mendukung WFH.

Salah satu aplikasi sedang populer saat COVID-19 adalah Zoom. Aplikasi ini sering dipakai orang-orang untuk melakukan rapat online.

Sayangnya tidak banyak orang tahu kalau Zoom menyimpan bahaya. Apa saja bahaya yang dimiliki aplikasi ini? Langsung saja simak informasinya.

Sumber Gambar : ZOOM Clouds Meetings

Bahaya Dibalik Penggunaan Aplikasi Zoom

Bisa Lacak Lokasi Pengguna

Beberapa waktu lalu, Zoom sempat mendapat kritik habis-habisan dari banyak pihak. Hal ini karena Zoom ternyata memasang fitur pelacakan peserta meeting.

Saat fitur itu diaktifkan, pembuat rapat bisa melacak posisi peserta yang lain. Apakah mereka masih tetap di depan komputer, atau pergi menjauh dari komputer.

Bukan hanya itu, Zoom ternyata juga kedapatan mengumpulkan informasi soal pertemuan pengguna. Hm, ada-ada saja ya.

Zoombombing

Beberapa dari kalian mungkin belum tahu kalau penggunaan aplikasi Zoom bisa mengundang Zoombombing. Apa itu? Zoombombing adalah serangan hacker.

Jadi hacker bakal mengirim gambar-gambar tidak senonoh ke video konferensi. Parahnya lagi, mereka juga bisa memasukkan ujaran kebencian atau ancaman ke video.

Tidak Ada Enkripsi End-to-end

Kalian mungkin sudah tidak asing ya dengan enkripsi ‘end-to-end.’ Apalagi bagi pengguna WhatsApp. Enkripsi ini bisa kalian temukan di bagian pengaturan.

Apa sih gunanya enkripsi end-to-end? Jadi enkripsi ini dipakai untuk melindungi konten antar pengguna. Bahkan perusahaan pembuat aplikasi juga tidak bisa mengetahui apa isi konten itu.

Sayangnya dilansir dari The Intercept, video call di Zoom tidak terenkripsi end-to-end. Walau Zoom memakai enkripsi TLS (seperti yang dipakai di web HTTPS) , tapi itu masih kurang aman.

Bisa Install Otomatis

Salah seorang peneliti keamanan menemukan kalau Zoom ternyata bisa menginstal diri secara otomatis. Proses ini ditemukan dalam perangkat Mac. Kasus seperti ini sebenarnya mirip malware yang ada di macOS.

Data Dikirim ke Facebook

Skandal Facebook yang diam-diam mendapatkan data secara illegal memang beberapa kali terjadi. Bahkan rumor ini juga turut menyeret Zoom.

Jadi Zoom diam-diam dikabarkan mengirim data pengguna ke Facebook. Bahkan data tetap dikirim walau pengguna tidak memiliki akun Facebook.

Ya agak masuk akal sih. Mengingat dalam kebijakan privasi, Zoom memang tidak menjelaskan secara rinci tentang pembagian data. Zoom hanya mengatakan kalau mereka hanya berbagi data dengan pihak ketiga tanpa menyebutkan Facebook.

Bocornya Ribuan Email Pengguna

Sumber lain mengatakan ribuan email pengguna Zoom telah bocor. Bukan tidak sengaja, tapi Zoom memang sengaja membocorkan alamat email pengguna.

Karena insiden ini, orang lain bisa mendapatkan email dan foto pengguna Zoom dengan mudah. Bukan hanya itu, mereka juga bisa video call dengan pengguna Zoom. Waduh, kok ngeri ya.

%d blogger menyukai ini: