Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Tipe Earphone / Headphone Yang Perlu Kamu Tahu. Pilih Yang Mana?

Anom Penulis

Apa kamu sedang berpikir untuk membeli earphone atau headphone? Bingung memilih mau yang mana? Nah, kali ini kami membahas beberapa tipe earphone dan headphone yang bisa kamu temukan. Semoga kamu bisa lebih mudah membelinya.

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita lihat definisi perangkat ini secara sekilas. Karena dari definisinya pun, perangkat ini bisa cukup membingungkan.

popculture.id

Soal Earphone dan Headphone

Earphone merupakan perangkat elektronik yang terpasang di telinga untuk menerima audio baik untuk proses komunikasi maupun untuk mendengar hiburan (musik, film, dll) tanpa orang lain ikut mendengarkan secara langsung.

Istilah earbuds sebenarnya lebih merujuk pada bagian perangkat earphone yang menempel di telinga secara langsung. Jadi earbuds memang lebih identik dengan jenis earphone nirkabel (wireless).

Sedangkan headphone adalah sepasang earphone yang dihubungkan oleh tulang penyangga yang biasanya melingkar dan bersandar di kepala. Lalu ada pula headset yang merupakan headphone yang dilengkapi dengan mikrofon untuk berkomunikasi.

Definisi ini tentunya bisa menjadi rancu, karena perangkat masa kini—terutama yang nirkabel—juga sudah mendukung mikrofon. Ya kan?

Lalu tulang penyangga headphone juga tidak semata bersandar di atas kepala, tapi juga ada yang melingkar di belakang. Belum lagi ada pula jenis wireless earphone yang punya cantolan di leher.

Bisa kamu lihat—walau ada perbedaannya—secara singkat, definisi itu tidak menjelaskan secara rinci tipe earphone atau headphone.

Pertimbangan Koneksi

Sudah cukup jelas, kalau ada dua jenis earphone dan headphone berdasarkan koneksi ke perangkat utama.

Kabel (wired)

Rode headphone

Namanya juga berbasis kabel, kamu perlu mencolokkan earphone atau headphone ke perangkat lain untuk menggunakannya. Jenis colokannya beragam. Colokan yang paling populer adalah 3,5mm (micro-jack). Tapi ada juga yang menggunakan colokan USB.

Keunggulan koneksi dengan kabel adalah bisa memberikan kualitas suara yang relatif lebih stabil. Sementara koneksi wireless bisa terganggu dan punya kemungkinan kualitas suara yang kurang bagus.

Tapi jelas, keberadaan kabel itu sendiri memberi batasan gerak. Apalagi untuk earphone yang seringkali kusut kabelnya.

Nirkabel (wireless)

TWS earphone

Seperti yang juga ditunjukkan oleh namanya, wireless earphone dan headphone kamu pakai tanpa perlu menghubungkan perangkat dengan kabel. Koneksi antar perangkat ini juga beragam. Ada yang memanfaatkan sinyal radio (RF), infra merah (IR), Bluetooth, atau WiFi.

Tapi earphone atau headphone dengan koneksi Bluetooth lebih populer. Pertama karena konsumsi dayanya lebih rendah. Kedua, sistem pairing (pasangan) antar perangkat membuatnya mudah digunakan secara konsisten.

Keunggulan earphone dan headphone yang wireless jelas ruang geraknya yang lebih bebas. Namun jika koneksi bermasalah maka bisa juga mengganggu audio (ada kemungkinan lag, putus-putus, dll).

Tipe Earphone dan Headphone

Di bawah ini ada beberapa jenis earphone dan headphone berdasar bentuk atau desainnya. Namun untuk beberapa jenis headphone, kategorinya tidak memisahnya secara baku. Ada yang sedikit overlapping (jenis satu bisa masuk di jenis yang lain).

Earphone klasik

Earphone klasik merupakan jenis yang dulu biasa kita dapat ketika membeli ponsel. Jenis ini memiliki earbuds menempel di telinga (tapi tidak masuk ke lubang telinga).

Dulu earphone model ini lebih banyak menggunakan kabel. Namun kini sudah ada yang hadir secara wireless alias tanpa kabel.

In-ear Earphone

Seperti namanya, in-ear earphone memiliki earbuds dengan bagian menonjol yang kita masukkan ke lubang telinga. Dengan begitu, suaranya lebih terisolasi dan imersif. Biasanya, fitur active noise cancelling (ANC) menjadi salah satu fitur unggulannya.

In-ear earphone bisa hadir dengan kabel (wired), wireless (tapi ada kabel penghubung untuk kontrol dan supaya tidak mudah jatuh), dan TWS (True Wireless Stereo). Biasanya earphone yang wireless menggunakan koneksi Bluetooth.

On-ear Headphone

On-ear headphone adalah jenis headphone yang bagian bantalan earphone/speaker-nya duduk di telinga. Desain ini merupakan keturunan dari headphone di era pemutar kaset Walkman.

Karakteristik desain yang dimilikinya adalah bentuk penutup telinga yang tidak terlalu besar. Lalu ada yang bantalannya sekaligus menjadi bagian speaker atau melapisi speaker, tapi ada pula yang bantalannya mengelilingi bagian speaker.

On-ear headphone bisa juga menggunakan desain open-back (seperti Grado GW100) atau closed back (Marshall Major), dan juga bisa hadir dengan kabel (wired) atau nirkabel (wireless).

Over-ear Headphone

Over-ear headphone merupakan jenis headphone yang bantalannya menutupi seluruh telinga. Tujuan utamanya tentu saja isolasi telinga untuk pengalaman mendengarkan lebih imersif.

Karakteristik yang jelas terlihat adalah ukuran penutup telinga yang relatif besar. Bantalan biasanya berada di luar telinga dan bersandar di kepala.

Over-ear headphone bisa hadir dengan desain open-back (Sennheiser HD560s) atau closed-back (Sony HW-1000XM5). Tentu, ada yang menggunakan kabel dan ada pula yang nirkabel .

Open-back Headphone

Open-back headphone adalah jenis headphone dengan bagian penutup telinga terbuka. Ventilasi di bagian belakang penutup telinga ini memungkinkan udara mengalir (tidak kedap) dan resonansi suara frekuensi rendah (bass) tidak berlebihan.

Ada yang berpendapat jika ventilasi ini membuat suara terdengar lebih natural. Lalu, open-back headphone juga memungkinkan telinga kita lebih “tidak jenuh” digempur suara terus menerus.

Sedangkan kelemahannya, jenis ini tidak bisa mengisolasi suara sepenuhnya. Jadi jika kamu menyetel musik dengan keras, ada kemungkinan orang di sampingmu juga bisa mendengarnya (walau tidak keras).

Open-back headphone ada yang hadir dalam desain on-ear (Grado GW100) atau over-ear (Sennheiser HD560s). Sampai artikel ini ditulis, sebagian besar jenis headphone ini masih menggunakan kabel, walau ada pula yang tanpa kabel.

Closed-back Headphone

Closed-back headphone adalah tipe headphone dengan bagian penutup telinga tertutup sepenuhnya. Tentu saja, tujuannya adalah isolasi suara terbaik dan pengalaman mendengar imersif yang lebih bagus.

Sebagian besar headphone yang menawarkan active noise cancellation (ANC) memiliki desain seperti ini. Tentu saja karena kontrol suara lebih mudah dikontrol.

Walau ada yang memiliki bantalan yang bagus, memakai headphone jenis ini secara terus menerus bisa menyebabkan kejenuhan di telinga. Baik karena kondisi fisik yang lebih kedap maupun dari sisi resonansi suara yang lebih besar.

Kamu bisa menemukan closed-back headphone dalam bentuk on-ear (Sony WH-1000XM5) atau over-ear (Jabra Elite 45H). Tentu ada yang hadir dengan kabel dan ada pula yang nirkabel.

Open-ear Earphone / Headphone

Open-ear earphone dan headphone adalah jenis perangkat audio yang tidak mengantar suara secara langsung ke lubang telinga. Dengan begitu, lubang telinga kita tetap terbuka dan tidak tertutup.

Sejauh ini, ada dua tipe yang hadir, open-ear earphone dan bone-conduction headphone. Walau sama-sama tidak meutup telinga, cara mengantar suara keduanya berbeda.

Open-ear atau open audio, walau tidak secara langsung, tetap mengarahkan suara ke lubang telinga melalui getaran udara. Sedangkan bone-conduction headphone tidak “menembakkan” suara ke telinga, namun melalui getaran di tulang tengkorak kepala kita sampai ke rumah siput di telinga.

Tipe ini memungkinkan kamu mendengar musik dan tetap mendengar suara di sekitar. Yah, mungkin seperti mendengar musik di speaker biasa, namun lebih dekat. Bone-conduction, secara lebih khusus, bisa memungkinkan mereka yang gendang telinganya terganggu untuk tetap mendengar musik.

Perdebatan soal jenis headphone ini memang masih berlangsung. Terutama jika membahas soal kenikmatan mendengar audio atau pengalaman imersif. Walau yah… tujuan utama tipe ini bukanlah hal tersebut.

Pilih Tipe Earphone atau Headphone Yang Mana?

Menurut saya, tidak ada jawaban yang pasti untuk pertanyaan ini. Semua tergantung pada kebutuhanmu, kesukaanmu, atau dana yang kamu punya. Oh, satu lagi…. kenyamanan di telingamu.

Saya sendiri, sebagai contoh, kurang cocok menggunakan earphone atau earbuds. Kelihatannya bentuk kuping saya kurang sesuai. Earphone di telinga saya sering jatuh. Sedangkan TWS agak terasa sesak, seperti yang pernah saya tulis ketika membahas ROG Cetra II.

Sejauh ini, saya lebih suka menggunakan wireless over-ear headphone. Terutama karena desain ini memungkinkan headphone duduk dengan mantap di kepala dan kuping saya, juga membuat saya bebas bergerak dengan koneksi Bluetooth. Sisanya, yah… tinggal masalah teknis lain, termasuk dana.

Nah, sekarang kamu sudah sedikit lebih mengenal tipe earphone dan headphone. Paling tidak secara sederhana. Jadi jika kamu punya rencana membelinya, kamu sudah lebih paham apa yang kira-kira akan kamu pilih.

Semoga artikel ini bisa membantu.

    %d blogger menyukai ini: