Jangan Salah Pilih Saat Beli Handphone Second

handphone bekas
Anom Penulis

Membeli handphone bekas atau second memang lebih murah. Apalagi kalau bicara soal handphone flagship. Kalau jeli, kamu bisa mendapatkan handphone premium dengan harga bersaing dibanding handphone kelas menengah yang baru. Perhatikan tips berikut ini.

Tiap tahun handphone baru selalu muncul. Hal itu mendorong harga handphone lama jadi lebih murah. Kemudian hal ini juga mendorong harga handphone bekas lebih murah lagi. Kondisi ini memungkinkanmu untuk memilih perangkat yang kamu inginkan dan sesuai dana.

Tapi membeli handphone second punya resiko. Terutama karena bekas dipakai orang lain. Garansi kemungkinan besar sudah tidak berlaku. Kemudian, kondisi barang juga bisa tidak sempurna.

Saat membeli handphone second, kamu harus lebih sabar, jeli, dan teliti.

Tips #1: Riset Barang dan Harga

Dengan handphone second, kamu jelas tidak bisa mengharap kondisi yang benar-benar prima. Untuk itu kamu harus bisa berkompromi dengan kondisi yang ada. Supaya tidak kecewa, tetapkan batasan terlebih dahulu.

Patokan untuk membeli handphone second
  1. Apa yang kamu butuhkan / inginkan.
  2. Harga yang akan kamu bayar.
  3. Kondisi yang bisa kamu terima.

Dengan ketiga hal tersebut sebagai fokus, lakukanlah riset. Entah di internet, toko handphone, atau di manapun. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan kepuasan. Paling tidak kamu bisa membayangkan dengan lebih jelas apa yang akan kamu dapatkan.

[irp posts=”42860″ name=”Tips Membeli Handphone Android Supaya Tidak Kecewa”]

Riset handphone yang harus dilakukan
  1. Kamu bisa mulai mencari berdasar tipe handphone, atau berdasar dana yang kamu punya.
  2. Cari tahu berbagai informasi tentang handphone bersangkutan:
    • Siklus produk dan tren
    • Reputasi (dari berbagai review)
  3. Cari alternatif lain (tipe handphone dengan harga sejenis).
  4. Bandingkan fitur dan kelengkapan.
  5. Cari harga handphone yang sesuai dengan dana.
  6. Lihat keterangan kondisi.

Tips #2: Beli di pihak terpercaya

Handphone bekas memiliki resiko lebih besar dari handphone baru. Kamu harus memastikan jaminan kalau ada yang tidak sesuai dengan apa yang tercantum. Tentunya supaya kamu bisa merasa aman dan nyaman.

Ketika kamu mencari tahu soal handphone yang mau kamu beli, secara tidak langsung kamu juga pasti bertemu dengan beberapa penjual, baik online maupun offline.

Yang ideal, kamu bisa melakukan transaksi berhadapan muka. Karena kamu bisa melakukan pengecekan dengan lebih baik. Tapi apa pun itu, ada beberapa hal yang bisa jadi pertimbangan atau pertanyaan saat kamu menemukan penjual potensial.

Informasi transaksi handphone bekas
  1. Siapa yang menjual
  2. Penggunaan handphone sebelumnya
  3. Proses transaksi (sebisa mungkin COD)
  4. Jaminan paska jual

Hal ini penting. Dengan mengetahui hal ini, kamu bisa yakin dengan status handphone tersebut. Termasuk apa yang terjadi kalau ada kendala setelah pembelian. Bukan tidak mungkin transaksi kemudian batal.

Buatlah penawaran dan kesepakatan atas semua kondisi yang mungkin terjadi. Pertimbangan tidak hanya urusan fisik (handphone dan uang), tapi juga kerepotan yang akan terjadi (untuk COD, transaksi batal, dll).

Tips #3: Cek handphone bekas yang akan kamu beli

Hal ini sangat vital ketika kamu mau membeli handphone second. Tentunya kamu tidak ingin kecewa kan? Ini sebabnya kenapa secara ideal COD menjadi pilihan. Kamu bisa cek handphone itu di depan penjual.

Supaya maksimal, kamu bisa mempersiapkan atau membawa beberapa perangkat untuk pengecekan.

  1. Kabel data / pengisi daya
  2. Laptop
  3. SIM card
  4. Earphone / headphone
  5. SD card

Benda di atas bisa kamu gunakan untuk melakukan cek fitur dan kondisi handphone bekas tersebut. Dengan begitu kamu tahu apakah semua fitur berjalan dengan baik.

[irp posts=”42200″ name=”5 Hal yang Layak Dilakukan Sebelum Menjual Handphone”]

Daftar cek handphone
  1. Fisik
    • Goresan atau bekas benturan di bodi atau layar,
    • Tombol tidak goyah,
    • Slot dan casing bisa dibuka dan ditutup dengan baik (kalau mendukung),
    • Colokan bisa digunakan dengan baik (tidak goyah).
  2. Layar
    • Apa menyala dengan baik (on / off seperti saat lock screen aktif),
    • Tingkat kecerahan,
    • Ada piksel mati atau tidak.
  3. Sinyal
    • Sinyal seluler
    • Sinyal Wi-Fi
  4. Suara
    • Saat menerima telpon (biasa dan via speaker),
    • Saat menyetel musik atau video,
    • Termasuk microfon saat merekam video atau audio.
  5. Baterai
    • Kondisi baterai (kalau bisa dicopot),
    • Apakah mengisi dengan baik (perhatikan pula kalau mendukung fast charging).
  6. Versi OS dan kemungkinan update.

Tips #4: Bernegosiasilah dengan baik

Setelah kamu puas dengan semua hal yang kamu temui (lihat patokan di poin pertama), negosiasikan harga dan kesepakatan dengan baik. Gunakan pengetahuan dari hasil riset vs kondisi barang untuk mengajukan penawaran.

Tapi jangan menawar terlalu berlebihan. Jaga itikad baik dan nilai yang pas untuk kedua belah pihak. Harga murah memang baik. Tapi pikirkan jaminan yang diberikan dan kepercayaan masing-masing pihak.

Siapa tahu, dalam jangka panjang, kamu bisa membeli handphone bekas lagi dari dia. Bukan tidak mungkin pihak penjual ini adalah blogger yang menguji handphone dan menjualnya setelah proses review selesai

Kalau kamu puas dengan handphone yang kamu beli beserta proses transaksinya, jangan lupa berterima kasih. Kalau si penjual punya akun online, berilah rating atau rekomendasi yang sesuai.

Happy Hunger Games! And may the odds be ever in your favor.

    %d blogger menyukai ini: