4 Tips Ampuh untuk Mengatasi Kecanduan Media Sosial

Keberadaan media sosial saat ini tidak dapat dipisahkan dengan manusia. Media sosial hampir selalu melekat dengan semua orang. Tiada hari tanpa membuka media sosial.

Bahkan secara tidak sadar, media sosial membuat kalian terlalu lama scroll feed Instagram, dan hal tersebut dilakukan selama berjam-jam sampai melupakan kegiatan bermanfaat lainnya.

Jika sudah terlalu kecanduan bermain media sosial, sampai hal tersebut mengganggu kehidupan di dunia nyata, mungkin kini saatnya kalian detox diri dari media sosial.

Apa yang Membuat Seseorang Kecanduan Media Sosial?

Dengan hadirnya media sosial, maka kalian akan mempunyai akses tidak terbatas untuk melihat apa saja. Semua orang bebas mengunggah apapun di media sosial.

Namun jika tidak cermat dalam menggunakan media sosial, maka kalian akan sama saja meracuni diri sendiri. Yang perlu kalian ketahui adalah, yang diunggah orang lain ke media sosial belum tentu keadaan sebenarnya dalam hidupnya.

β€˜Media sosial adalah tempat orang untuk pura-pura bahagia.’

Mungkin yang kalian selama ini hanya kegiatan menyenangkan mereka bersama teman-teman di cafe, traveling, atau foto mesra dengan pasangan. Namun kalian tidak tahu seperti apa kehidupan mereka sebenarnya.

Selain itu, kemudahan update saat ini secara tidak sadar akan membawa pengaruh buruk untuk kalian. Sebab kalian terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial.

Semakin banyak kalian melihat updates, feeds terbaru, atau postingan orang lain, maka semakin susah pula kalian untuk meninggalkan smartphone.

Bagaimana Cara Mengatasi Kecanduan Media Sosial?

Sumber Gambar : Brand South Australia

Singkirkan Hal/Orang yang Membuat Kalian Merasa Buruk

Tidak ada salahnya memeriksa following atau teman di akun media sosial. Pilih lagi akun yang mungkin tidak penting untuk kalian follow.

Kalian dapat unfollow akun yang tidak pernah berinteraksi di dunia nyata maupun online. Selain itu mereka yang terlalu banyak mengekspos kehidupan pribadinya. Atau public figures maupun pages yang memberi dampak negatif untuk kalian.

Percayalah, postingan orang lain akan sangat berpengaruh kepada diri sendiri. Oleh sebab itu, lebih bijaklah dalam mengikuti akun di media sosial. Sebaiknya ikuti akun yang memberikan motivasi bermanfaat, agar kehidupan lebih baik.

Matikan Semua Notifikasi Media Sosial

Cobalah sesekali mute semua notifikasi media sosial. Kalian dapat memasukkan seluruh aplikasi media sosial ke dalam satu folder. Kemudian letakkan folder tersebut di halaman paling belakang smartphone.

Dengan begitu, dorongan untuk membuka media sosial dapat lebih terkontrol. Sebab aplikasi tersebut tidak akan muncul, ketika kalian membuka smartphone.

[irp posts=”53584″ name=”Ceplas-Ceplos di Media Sosial yang Aman Pakai Candid”]

Membuat Batasan Untuk Diri Sendiri

Buatlah batasan berapa jam maksimal waktu yang kalian habiskan untuk bermain media sosial. Namun jika hal tersebut kurang efektif, maka coba tumbuhkan kesadaran untuk membatasi diri saat mengakses media sosial.

Misalkan pada saat sedang hang out bersama teman, atau sedang menghabiskan waktu bersama keluarga, maka coba jauhkan diri dari smartphone.

Letakkan smartphone di tas, dan cobalah nikmati waktu santai bersama keluarga atau teman. Dengan begitu, maka orang lain akan merasa sungkan untuk memeriksa smartphone berulang kali, sebab kalian tidak melakukan hal tersebut.

Jangan Biarkan Media Sosial Menguasai Kalian

Dalam poin ini media sosial bukan hal yang menakutkan. Namun bagaimana kita dalam menggunakannya, maka hal tersebut akan berdampak pada diri sendiri.

Media sosial hanya sebuah benda mati, yang sebenarnya tidak mempunyai kontrol penuh terhadap diri seseorang.

Unfollow akun yang tidak penting atau kurang baik. Memberi batasan dalam penggunaan media sosial, merupakan bentuk kontrol diri serta tanggung jawab kalian sebagai pengguna media sosial yang baik.

Ditambah lagi tidak sedikit orang yang menuturkan, bahwa media sosial dapat membuat mereka susah tidur. Jika seperti itu, letakkan smartphone jauh dari tempat tidur.

Semua kembali kepada diri masing-masing, dalam membangun kesadaran diri untuk menggunakan media sosial.

Kalian tidak perlu benar-benar menghilang dari media sosial. Hanya saja, kalian butuh kontrol terhadap media sosial.

%d blogger menyukai ini: