5 Topik Konten Terlarang yang Tidak Boleh Dibahas di YouTube

Awas, resiko di-banned gede banget!

Indri Penulis

Ada beberapa topik konten terlarang yang tidak boleh dibahas di YouTube. Kalau kamu melanggarnya, resiko video-mu di-banned bakal sangat besar.

YouTube adalah gudangnya konten kreator. Bahkan jauh sebelum TikTok populer, YouTube sudah berdiri kokoh dan dijadikan rujukan jutaan orang yang ingin mencoba mencari peruntungan sebagai konten kreator.

Karena YouTube adalah tempat dari jutaan konten kreator dari seluruh dunia, maka jangan heran kalau kamu bisa menemukan berbagai jenis konten di YouTube. Mulai dari konten dengan topik receh (seperti konten lucu, musik, dll) sampai yang paling berat (contoh politik, sosial, agama, dll).

Walaupun ada banyak konten yang bisa dinikmati di YouTube, namun YouTube sebenarnya punya ‘aturan konten’ tersendiri lho. YouTube juga telah membagikan beberapa topik konten terlarang yang tidak boleh dibahas di platform-nya.

Kalau si konten kreator masih ngeyel bikin konten dengan topik tersebut, resiko mereka di-banned bakal lebih besar. Hiii… Serem ya! Oke kalau begitu, yuk kita kepoin apa saja topiknya.

Spam dan Praktik Penipuan

Hampir semua orang pasti benci dengan konten spam atau bahkan yang berisi penipuan. YouTube pun juga begitu. Inilah beberapa konten yang dianggap YouTube sebagai spam atau penipuan:

  • Metadata dan tumbnail menyesatkan: Judul nggak cocok sama konten video, tumbnail nggak mencerminkan isi video sebenarnya, deskripsi menipu, dan tag yang menyesatkan.
  • Video spam: Menjanjikan suatu hal tapi mengarahkan penonton ke luar situs, mengirim penonton ke situs berbahaya, dan menjanjikan keuntungan cepat supaya penonton cepat meninggalkan YouTube.
  • Komentar spam: Komentar yang tujuan utamanya untuk mengumpulkan data pribadi penonton, mengarahkan penonton ke luar situs, atau terlibat dalam perilaku terlarang lainnya.
  • Komentar berulang.
  • Penipuan: Menawarkan hadiah uang tunai sebagai insentif, mempromosikan skema cepat kaya, atau mendukung skema piramida.
  • Penyalahgunaan live streaming: Mengunggah konten milik orang lain dan nggak mau menghapusnya, walau sudah diperingatkan berulang kali oleh YouTube.

Konten Sensitif

Konten kreator ‘sangat tidak diizinkan’ membuat konten eksplisit yang dimaksudkan untuk memberikan kepuasan seksual. Menurut YouTube, inilah beberapa poin yang membuat sebuah konten dinilai mengandung konten sensitif berbau seksual:

  • Konten Ketelanjangan dan Seksual: Klip pornografi atau non-pornografi yang dimaksudkan untuk memberikan kepuasan seksual, fetish, meraba-raba, celana, masturbasi publik, upskrting, voyeurisme, dan eksibisionisme predator, alat kelamin, payudara, atau bokong (baik berpakaian atau tidak).
  • Gambar Mini yang Offensive: Berfungsi sebagai clickbait (mengelabuhi penonton untuk mengklik dan menemukan sesuatu yang lain), gambar porno, telanjang, gambar kekerasan, gambar yang menampilkan darah atau sesuatu yang mengerikan, dan juga menampilkan bahasa vulgar atau cabul.
  • Konten Eksploitasi Anak: Konten seksual terhadap anak di bawah umur, tindakan berbahaya/merugikan anak di bawah umur, konten cabul tapi dibundel menjadi konten ramah keluarga, konten yang menimbulkan tekanan emosional pada anak, dan cyberbullying/pelecehan anak di bawah umur dalam bentuk apa pun.
  • Bunuh diri/melukai diri sendiri: Konten yang mengajak bunuh diri/menyakiti diri sendiri, konten mengandung gambar grafis/rekaman tindakan menyakiti diri sendiri yang ditargetkan untuk anak di bawah umur, serta konten yang mengajak ikut challenge bunuh diri/melukai diri sendiri.

Konten Kekerasan/Berbahaya

Semua konten yang mendorong aktivitas berbahaya sangat ‘tidak diterima’ oleh YouTube. Contoh konten berbahaya menurut YouTube adalah sebagai berikut:

  • Mengajak penonton ikutan challenge super berbahaya yang menimbulkan risiko cedera fisik.
  • Memprovokasi orang untuk melakukan pranks berbahaya dan mengancam.
  • Mengajarkan penggunaan atau pembuatan obat keras.
  • Berisi instruksi untuk membunuh atau melukai diri sendiri.
  • Mendorong perilaku curang, mencuri, dan tidak jujur.
  • Mempromosikan peretasan yang tidak etis.
  • Menunjukkan cara memintas pembayaran untuk layanan yang digunakan.
  • Menormalkan anoreksia atau gangguan makan lainnya, serta mengajak penonton untuk menirunya.
  • Memuji atau mengagungkan peristiwa tragis seperti penembakan di sekolah.

Informasi Hoax

YouTube juga nggak mengizinkan konten yang menyebarkan informasi hoax. Apalagi kalau konten tersebut bisa menyebabkan ancaman serius dan menyebabkan kerugian. Seperti inilah jenis konten hoax dari sudut pandang YouTube:

  • Hoax soal pemilu: Konten menyesatkan waktu dan jadwal pemilu, konten berisi kebohongan tentang kandidat, klaim palsu tentang malpraktik pemilu, dan rekaman yang mendorong penonton untuk ikut campur dalam proses pemilu atau demokrasi.
  • Hoax soal COVID-19: Konten yang mengklaim kalau COVID-19 tidak ada, perselisihan menyetujui pedoman soal social distancing, info hoax soal cara kerja penularan COVID-19, bertentangan dengan prosedur diagnostik LHA/WHO soal COVID-19, konten hoax tentang cara mencegah infeksi COVID-19, dan salah memberi info kepada masyarakat tentang obat COVID-19.
  • Hoax soal vaksin: Konten membahas dugaan kalau vaksin memberikan efek samping lain yang merugikan, bertentangan dengan kemanjuran vaksin dalam mengobati penyakit, dan menyesatkan penonton tentang konten/bahan vaksin yang sebenarnya.

Promosi Barang/Layanan Ilegal

Topik terakhir yang dibenci YouTube adalah konten yang menampilkan aktivitas promosi barang/layanan ilegal. Seperti ini contohnya:

  • Alkohol.
  • Nikotin, termasuk produk vaping.
  • Obat-obatan tanpa resep dokter.
  • Layanan medis tanpa izin.
  • Layanan seks atau pendamping.
  • Spesies yang terancam punah atau bagian-bagiannya.
  • Obat-obatan terlarang dan narkotika.
  • Senjata api dan aksesori senjata api.
  • Perdagangan manusia dan penjualan organ tubuh.
    %d blogger menyukai ini: