Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner

Siap Perang! Twitter Sewa Firma Hukum Buat Gugat Elon Musk

Indri Penulis

Menyusul batalnya kesepakatan Elon Musk dan Twitter, baru-baru ini Twitter kabarnya telah menyewa sekelompok firma hukum buat gugat Elon Musk.

Sosok Elon Musk si pemilik Tesla memang selalu sukses bikin publik ‘bergidik’ dengan tingkah lakunya yang nyentrik. Nggak cuma kehidupan real life-nya yang nyentrik, kenyentrikan Elon Musk juga selalu ia curahkan di setiap cuitan Twitter-nya. Bahkan nggak jarang statement-nya di Twitter memicu kontroversi.

popculture.id

Yah seperti itulah sosok Elon Musk. Tapi semua yang ia lakukan selama ini belum ada apa-apanya sampai beberapa bulan lalu terbit kabar bahwa Elon Musk siap membeli Twitter.

Ya, itu bukan isapan jempol belaka. Apalagi sebelumnya Elon Musk resmi menjadi pemegang saham terbesar di Twitter. Dalam rapat kesepakatan antara dirinya dan pihak Twitter, sempat muncul kabar jika nominal yang disiapkan Elon Musk untuk membeli Twitter adalah sekitar Rp 660 miliar.

Tapi sebelum Twitter resmi pindah tangan ke Elon Musk, kesepakatan tersebut harus ditunda. Pasalnya Elon Musk berdalih kalau mayoritas akun yang ada di Twitter adalah bot, dan dia nggak mau membayar uang segitu banyaknya kalau Twitter nggak bisa membuktikan jumlah akun ‘manusia asli’ di platform-nya secara akurat.

twitter gugat elon musk

Sempat diwarnai banyak drama, akhirnya pada awal Juli 2022, Elon Musk mengumumkan jika dirinya ‘batal membeli’ Twitter. Kesepakatan tersebut dibatalkan karena masalah yang sebelumnya, yakni jumlah akun bot yang sangat tinggi di Twitter, dan hal tersebut dianggap Elon Musk bisa membuat nilai jual Twitter menurun.

Sayangnya, kasusnya nggak semudah itu selesai. Pasalnya Reuters, baru-baru ini melaporkan kalau Twitter telah mempekerjakan firma hukum Watchell, Liptop dan juga Rosen & Katz LLP, buat gugat Elon Musk dan memaksanya untuk menutup akuisisi senilai Rp 660 miliar.

Diperkirakan, Twitter bakal mengajukan gugatan secara resmi pada minggu ini (menurut Bloomberg). Kabar ini datang langsung dari beberapa orang dalam di Twitter.

Nah rupanya di balik kasus ini ada satu fakta menarik lho. Ternyata firma hukum Watchell sebelumnya pernah bekerja sama dengan Elon Musk sebagai penasihat hukum pada tahun 2018, tepatnya saat Elon Musk mencoba menjadikan Tesla sebagai perusahaan pribadi. Jadi rasanya mungkin agak seru, melihat mereka yang dulunya ‘kawan’ sekarang malah bakal menjadi ‘lawan.’

Sementara itu, Elon Musk bukan pertama kali ini saja mendapat gugatan besar seperti kasus Twitter. Sebelumnya di tahun 2019, ada juga pihak yang gugat Elon Musk atas tuduhan pencemaran nama baik. Elon Musk berkolaborasi dengan Quinn Emanuel Urquhart & Sullivan LLP, dan akhirnya kasus tersebut berhasil ia menangkan.

Sekarang belum tahu, siapa firma hukum yang bakal dipilih Musk untuk menghadapi Twitter. Apakah Quinn Emanuel lagi, atau firma hukum lainnya? Kita tunggu saja.

    %d blogger menyukai ini: