Whale: Browser Ringan Alternatif Chrome Yang Menarik

whale browser ringan dari naver
Anom Penulis

Kamu pasti tahu Naver kan? Itu lho perusahaan yang bikin aplikasi LINE. Ternyata, Naver juga punya barang bagus lain. Yaitu sebuah browser bernama Whale. Ringan, cepat, dan menarik sebagai alternatif Chrome.

Google Chrome memang masih jadi browser paling populer. Toh tidak ada salahnya mencoba pilihan lain. Naver sudah punya nama besar untuk aplikasi chatting LINE. Bagaimana dengan Whale?

Browser dengan banyak fitur

beberapa fitur browser whale

Fitur browser mungkin adalah hal pertama yang kita lihat. “Apa saja sih yang bisa dilakukan browser ini?”. Whale punya cukup banyak fitur yang menyenangkan.

Fitur browser Whale

  1. Jendela browser: Whale punya beberapa fungsi supaya kita bisa memanfaatkan jendela browser secara maksimal.
    • Sidebar — Akses pencarian cepat, pilihan widget, Belli (menyimpan halaman web), boomark, Papago (terjemahan), memo, music player, atau kamu bisa menambah situs pilihanmu (misalnya WhatsApp web supaya bisa tetap ngobrol).
    • Space — Memasang dua website dalam satu jendela. Dengan kata lain split screen. Ada pilihan tampilan mobile juga.
    • Mobile browser — Tampilan website seperti di handphone. Berguna kalau kamu butuh browser dengan layar kecil atau mau cek website-mu dalam tampilan handphone.
  2. Atur tampilan: Kamu bisa memilih penampilan browser sesuai kesukaanmu.
    • Pilih warna tema
    • Pilih wallpaper (berganti otomatis, dari gambar di komputer, dari Naver cloud, dll)
    • Pilih Widget: Top sites, weather, clock (digital/analog), dll.
  3. Capture — Buat screenshot halaman website: Ukuran bebas, otomatis, halaman penuh, semuanya.
  4. Reader Mode — Mode membaca tanpa gangguan visual lain.
  5. Incognito Mode — Menelusuri website tanpa menyimpan riwayat (Ahem ???? ).
  6. Ekstensi browser.
  7. Berbagai setelan lain — Mouse, search engine, shortcut, memory saver, dll.

Kamu bisa melihat beberapa tampilan fitur tersebut di bawah ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Apa layak jadi browser utama?

Secara keseluruhan, browser ini sudah layak jadi pilihan lain selain Chrome. Yah, kalau kamu berminat mencoba selain browser populer lain seperti Firefox, Opera. atau bahkan Vivaldi.

Sekilas, kamu mungkin memperhatikan kalau penampilan Whale lebih mirip Firefox baru atau Vivaldi. Hm, kalau kamu ingin info yang sedikit geeky, Whale dibangun dengan Chromium, proyek browser open source dari Google. Sama seperti Opera, Vivaldi, dan Brave.

[irp posts=”43706″ name=”8 Alasan Kenapa Browser Vivaldi Mencuri Perhatian”]

Penampilannya lumayan keren. Cukup fleksibel buat diatur sesuai kebutuhan kita. Misalnya memilih sidebar di kiri atau di kanan. Masalah letak tombol, saya pikir itu masalah kebiasaan.

Sejauh yang saya coba (bahkan artikel ini dibuat di browser Whale), saya rasa browser ini cukup ringan dan cepat. Paling tidak untuk membuka berbagai website dengan banyak tab. Semoga saja ke depannya juga tetap ringan. Tidak memasukkan terlalu banyak fitur yang memberatkan.

Ada beberapa hal yang jadi catatan saya untuk masalah penggunaan. Fitur di sidebar cukup lambat muncul saat pertama dipakai. Terutama karena beberapa fitur itu merupakan layanan online. Bahkan untuk Naver Memo, sampai saat ini belum muncul ????. Koleksi ekstensi browser juga belum banyak.

Kemudian, karena browser Whale belum lama mengadaptasi bahasa Inggris, jadi jangan heran kalau kamu masih menemukan beberapa bahasa Korea. Apalagi karena ini buatan Naver, juga jangan heran kalau ada banyak layanan atau aplikasi Naver di sana.

Pada akhirnya, semua pertimbangan kembali pada kamu. Bagaimana kamu biasa menggunakan browser dan bagaimana kamu bisa beradaptasi dengan browser baru. Harus saya akui, pindah browser merupakan hal sulit.

Whale bisa kamu pasang di Windows ( WIndows 7 dan yang lebih baru) atau Mac (10.9 dan yang lebih baru). Versi Linux dan mobile (iOS dan Android) segera menyusul.

[junkie-button url=”http://whale.naver.com/download” style=”blue” size=”medium” type=”round” target=”_blank”] Download [/junkie-button]

    %d blogger menyukai ini: