Diskon VPN terbaik: Klik di sini

WHO Resmi Tetapkan Kecanduan Game Sebagai Penyakit Baru

Bagi kalian yang merasa tak bisa lepas dari video game, itu bukan lagi sekedar hobi atau ketergantungan, melainkan sebuah penyakit. WHO selaku badan kesehatan dunia telah resmi menetapkan kecanduan game sebagai penyakit baru.

Kejadian ini bermula ketika WHO mengadakan pemungutan suara pada pekan ini. Dari pemungutan suara tersebut memberikan bukti bahwa para gamer muda banyak mengalami gangguan psikologis. Hal ini tentu akibat perilaku adiktif terkait dengan video game seperti Fortnite.

Video game yang adiktif akan memberikan dampak yang sama pada otak anak-anak seperti penyalahgunaan narkoba atau alkoholisme. Akibatnya anak akan mengalami depresi yang berlebihan.

WHO mendefinisikan gangguan bermain video game sebagai pola perilaku bermain yang ditandai dengan gangguan kontrol diri. Pemain akan memberikan prioritas yang lebih tinggi untuk bermain game daripada melakukan aktivitas sehari-hari pada umumnya. Misalnya bergaul dengan teman di luar rumah.

Sumber Gambar : GEEQ.ID

Gangguan game yang telah dialami sebagian orang, memang belum bisa ditangani dengan cepat. Mereka harus rela menunggu pengobatan lantaran fasilitas yang belum memadai untuk penyakit tersebut.

Diumumkannya kecanduan video game sebagai penyakit resmi, tentunya akan membuat sebagian orang tak terima dengan keputusan tersebut. Sebelumnya, Asosiasi Pengembang Game Internasional telah memperingatkan bahwa pihaknya akan memprotes keputusan apapun yang mengatakan jika game adalah gangguan.

Sumber Gambar : Tilik.ID

Microsoft selaku perusahaan raksasa game, telah mengklaim bahwa mereka sudah berusaha untuk menempatkan kontrol yang lebih banyak di tangan orang tua. Hal ini agar para orang tua bisa mengatur anak-anaknya untuk bermain game secukupnya dan tidak menjadikan game sebagai prioritas.

Sekali lagi, game bukanlah prioritas dalam kehidupan. Lakukan apapun dengan sewajarnya, dan jangan berlebihan. Karena sesuatu yang berlebihan akan menimbulkan rasa sakit yang merugikan.

More Stories
5 Fitur WhatsApp yang Segera Dirilis di Tahun 2019