Selain Samsung, Xiaomi Juga Ketahuan Perlambat Performa Aplikasi di Ponsel

Indri Penulis

Kalau kemarin Samsung, sekarang gantian Xiaomi yang ketahuan perlambat performa aplikasi di ponsel. Baca detil lengkapnya di sini.

Kamu masih ingat soal kasus Samsung GOS beberapa waktu lalu? Kalau lupa atau bahkan belum tahu kasusnya, kamu bisa baca kronologi lengkapnya di sini. Intinya beberapa waktu lalu, Samsung ketahuan memperlambat kinerja aplikasi di ponsel.

Imbasnya, GeekBench memutuskan untuk menghapus seluruh lini Galaxy S22, S21, S20 dan S10 dari browser GeekBench. Sementara itu Samsung berdalih kalau fitur GOS dipakai untuk mencegah perangkat terlalu panas. Sebagai gantinya, Samsung berjanji untuk merilis pembaruan agar pengguna dapat mengontrol fitur GOS.

Nah menariknya, kejadian yang serupa kini kembali terulang. Bukan dari Samsung, melainkan dari pesaingnya asal Tiongkok yakni Xiaomi.

Menurut pernyataan terbaru dari GeekBench(via XDA-Developers), Xiaomi telah menggunakan berbagai tweak kinerja selama bertahun-tahun. Tak hanya itu, menurut GeekBench, Xiaomi kini juga mulai perlambat performa aplikasi seperti Samsung.

John Poole, pendiri Primate Labs (pengembang GeekBench) melaporkan bahwa Xiaomi menggunakan jenis tweak kinerja per aplikasi, yang sama dengan Game Optimization Service (GOS) besutan Samsung.

Poole menguji layanan pengoptimalan pada Xiaomi Mi 11 dengan build khusus GeekBench, yang menggantikan pengenal (identifier) aplikasi biasa dengan pengenal dari Fortnite (build ini membuat GeekBench bisa menyamar sebagai aplikasi lain, salah satunya game Fortnite).

Hasilnya, single-core mengalami pengurangan kecepatan hingga 30% dan multi-core mencapai 15% daripada aplikasi GeekBench asli (yang nggak nyamar jadi aplikasi lain).

Lalu apa artinya? Itu artinya, perangkat lunak Xiaomi ‘meningkatkan kinerja saat terdeteksi aplikasi Geekbench,’ tapi akan memperlambat/menurunkan perfoma saat pengguna memakai aplikasi lain (seperti Fortnite, atau aplikasi lainnya).

Tak hanya John Poole, situs lain seperti Android Police juga coba melakukan pengujian dengan menggunakan ponsel Xiaomi 12 Pro dan Xiaomi 12X. Teknik yang mereka pakai juga sama, yakni menggunakan build khusus yang bisa membuat GeekBench menyamar jadi aplikasi lain.

Hasilnya cukup unik. Aplikasi GeekBench yang menyamar sebagai Netflix dan Chrome punya kinerja yang lebih buruk, dibanding aplikasi GeekBench yang menyamar sebagai game seluler Genshin Impact.

Contohnya, GeekBench yang menyamar jadi Chrome menerima skor single-core 737 dan multi-core 3071. Sedangkan GeekBench yang menyamar sebagai Genshin Impact menerima skor single-core 1119 dan multi-core 3468.

Belum jelas apakah perlambatan performa itu murni berdasarkan nama paket aplikasi/game tertentu, atau apakah ponsel mengamati kinerja dari waktu ke waktu dan mencoba menyesuaikan pelambatan lewat metode lain.

Tapi yang jelas, GeekBench baru-baru ini mengonfirmasi pada Android Police kalau mereka akan mulai menghapus semua daftar ponsel Xiaomi dari grafik Android Benchmark mulai ‘akhir minggu ini.’ Ya, keputusan yang juga mereka lakukan pada Samsung beberapa waktu lalu. Sementara itu, sampai sekarang Xiaomi masih memilih bungkam. Belum ada pernyataan/tanggapan apapun dari mereka.

Hm.. Yuk mulai kebongkar satu per satu. Kira-kira habis ini bakal ada vendor lain yang tertangkap tangan sama GeekBench nggak ya? Jadi penasaran. Hahaha.

    %d blogger menyukai ini: