Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Semua Produk Masa Depan Xiaomi Tak akan Pakai Nama “Mi” Lagi

xiaomi mi logo
Indri Penulis

Kabar penting buat Mi Fans! Semua produk masa depan Xiaomi nggak bakal pakai nama “Mi.” Semuanya akan pakai nama “Xiaomi.”

2021 adalah tahun yang sangat berkesan buat Xiaomi. Pasalnya, tahun ini Xiaomi resmi menjadi merek smartphone nomor satu di dunia. Walau begitu, sebenarnya Xiaomi nggak cuma memproduksi smartphone.

Untuk membedakan produknya satu sama lain, Xiaomi membagi produknya jadi beberapa sub-merek, dan yang paling terkenal adalah “Mi.”

Menjadi sub-merek yang paling terkenal, Xiaomi baru-baru ini justru mengumumkan kalau mereka tak akan lagi menggunakan nama Mi di produk masa depannya.

Selamat Tinggal Mi, Katakan Halo Buat Xiaomi!

Kenangan Mi Fans dengan sederet produk-produk bernama Mi tentu sangat banyak. Apalagi nama ini telah dipakai ke berbagai produk seperti smartphone, smart home, dll, sejak puluhan tahun lalu.

Karena sebentar lagi nama Mi nggak akan dipakai lagi, kami akan mengajakmu flashback menelusuri sejarah Mi dari awal sampai sekarang ketika dia nggak akan dipakai lagi.

Sumber : Mi

Oke, dimulai dari produk pertamanya. Banyak yang mengira kalau produk pertama Mi adalah smartphone, padahal bukan. Produk pertama Mi adalah MIUI, salah satu ROM kustom terpopuler di dunia.

Di akhir tahun 2011, Xiaomi meluncurkan ponsel pertamanya, Mi 1. Ponsel ini berhasil menyajikan spesifikasi unggulan (pada waktu itu). Seperti chipset Snapdragon S3 dual-core, RAM 1GB, resolusi 854 x 840 4 inci, panel LCD, dan tentunya menjalankan MIUI berbasis Android 2.3 Gingerbread.

Selama beberapa tahun setelah itu, Xiaomi konsisten mengeluarkan ponsel di bawah bendera Mi, dan semuanya tersedia secara eksklusif di China.

Perlahan Xaomi mulai melebarkan sayap ke luar China. Awalnya mereka cuma mengincar Singapura dan India. Ponsel pertama Xiaomi yang diluncurkan di luar China adalah Mi 3 dan Redmi 2 (salah satu sub-brand Xiaomi juga).

Baca Juga:  Render Xiaomi 13 Sajikan Desain Baru, Tapi Kok Mirip iPhone 14?

Masuk di tahun 2017, Xiaomi berhasil memanjat ke posisi teratas di pasar ponsel India. Bahkan waktu itu, mereka berhasil menggulingkan Samsung di Eropa. Kejayaan mereka pun lanjut sampai tahun ini.

Meski industri elektronik sempat ‘hampir’ porak-poranda gara-gara COVID-19, tapi Xiaomi tetap tegak berdiri di tengah pabrikan lain yang justru gulung tikar (LG contohnya). Mereka nggak takut buat bersaing, baik dalam hal ponsel murah, flagship ultra-premium, ponsel lipat, dll.

Lei Jun, salah satu pendiri dan CEO Xiaomi pernah menyinggung soal asal-usul penamaan sub-brand Mi. Katanya, Mi adalah singkatan dari dua hal yakni “Mobile Internet” dan “Mission Impossible.” Xiaomi menilai mereka adalah perusahaan mobile internet yang berangkat untuk menyelesaikan tugas-tugas mustahil.

Sekarang, Xiaomi telah menjadi merek smartphone top dunia. Mungkin mereka berpikir, sudah waktunya pelanggan untuk mengasosiasikan produk mereka dengan nama perusahaan (dari pada cuma pakai nama Mi, yang notabene hanya nama sub-brand).

Dilansir dari XDA-Developers, saat ini di China, Xiaomi sudah mulai menjual perangkat buatannya tanpa embel-embel Mi. Mungkin sebentar lagi hal tersebut juga bakal berlaku di negara-negara lain.

Sementara itu, Mi, Redmi dan POCO adalah tiga sub-brand milik Xiaomi saat ini. Sebentar lagi mereka akan berubah mejadi Xiaomi, Redmi dan POCO (Redmi dan POCO, keduanya terpisah dari Xiaomi sejak beberapa tahun lalu).