YouTube Luncurkan Fitur Shorts “Green Screen” untuk iOS

Indri Penulis

YouTube meluncurkan fitur “Green Screen” untuk Shorts. Untuk sementara ini fitur tersebut baru ada di iOS, baru kemudian menyusul di Android.

Popularitas video pendek benar-benar makin menanjak. Hal ini nggak lepas dari impact TikTok sebagai platform pelopor video pendek berbasis vertikal. Makanya nggak heran kalau sekarang berbagai platform mencoba mengadopsi fitur-fitur yang ada di TikTok.

Salah satu platform yang terang-terangan mau jadi saingan TikTok adalah YouTube, lewat fitur Shorts-nya. Sejak diluncurkan pertama kali, fitur Shorts telah mendapatkan tambahan alat-alat baru yang membuatnya makin canggih.

Mei 2022 ini YouTube kembali menambahkan fitur baru ke Shorts. Dijuluki “Green Screen” atau “Layar Hijau,” fitur ini merupakan cara terbaru untuk me-remix video lewat Shorts.

Fitur ini akan menggabungkan sejumlah efek lain yang saat ini telah ada di YouTube Shorts. Seperti fitur Retouch untuk memperhalus tampilan, Lighting untuk mempercerah tampilan, Align untuk menyelaraskan subjek dari bingkai terakhir video dengan video baru, editor teks, berbagi filter video, dan juga Cut (buat memotong video YouTube dan jadi bahan Shorts).

youtube short green screen

Layaknya Cut, fitur remix Green Screen bisa dipakai dengan video YouTube apa pun, kecuali si pembuat video tak mengizinkannya. Selain itu, Green Screen juga tidak bisa dipakai pada video musik yang menyertakan konten hak cipta dari mitra YouTube/pihak lain dengan klaim visual.

Selain itu, setiap video yang dibuat menggunakan Green Screen nantinya juga akan menampilkan tautan ke kreator konten asli demi atribusi.

Untuk pengguna ponsel, konten kreator bisa menggunakan fitur Green Screen di kamera Shorts. Setelah itu kreator bisa memilih foto / video apapun dari galeri ponsel sebagai latar belakang.

Sementara itu, keputusan YouTube membuat video di platform-nya agar bisa di-remix adalah untuk membuatnya nggak ketinggalan jauh dari TikTok. Apalagi sebelumnya TikTok juga sempat meluncurkan fitur serupa bernama “Green Screen Duet” terlebih dulu. Di TikTok, fitur semacam Green Screen sering dipakai kreator untuk mengomentari konten orang lain.

Tapi sepertinya dalam kasus Shorts kita tidak bisa menyamakan fitur Green Screen yang ada di TikTok. Di komunitas YouTube, pembuat video asli belum tentu kreator Shorts. Bisa jadi dia cuma iseng-iseng bikin video Shorts untuk hiburan.

Sadar atau tidak, hal tersebut kemungkinan bisa mengurangi daya tarik dari Green Screen sebagai alat percakapan komunitas. Pasalnya orang yang videonya direferensikan oleh pengguna lain, mungkin malah tidak berpastisipasi dalam komunitas Shorts itu sendiri.

    %d blogger menyukai ini: