Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Sudah 25 Tahun, Ini Pengaruh Netflix Pada Tren Dunia

Anom Penulis

Tidak terasa, ternyata Netflix sudah berusia 25 tahun. Usia yang tidak muda, jika kita melihat berbagai layanan tontonan streaming saat ini. Harus kita akui, Netflix adalah pionir.

Saat ini menonton secara streaming lewat koneksi internet sudah sangat lazim kita lakukan. Hampir semua tontonan kini berupa streaming. Mulai dari belajar masak sampai menonton film Hollywood paling baru.

popculture.id

Sebagai layanan yang tehitung pionir, Netflix pun kini sudah mendapat banyak pesaing kuat. Baik yang berskala global, seperti Disney+, Prime Video, HBO Max (di Indonesia HBO Go), Apple TV+, sampai yang berskala lokal.

Dalam merayakan ulang tahunnya yang ke 25, Netflix meluncurkan sebuah video yang mengajak kita bernostalgia. Mulai sejak memulai bisnisnya sampai menciptakan berbagai tren baru.

Nah, kalau begitu, pengaruh dan tren apa saja sih yang sudah dipopulerkan Netflix selama ini?

Nonton Streaming

Tahukah kamu kalau dulu Netflix berawal dari penjualan dan persewaan DVD lewat pos? Nggak kebayang kan? Ya, memang begitu.

Baru pada tahun 2007-lah Netflix memperkenalkan layanan streaming video-on-demand lewat internet. Di tahun 2009, jumlah pelanggan streaming mengalahkan pelanggan DVD via pos.

Setelah Netflix, kemudian bermunculan layanan streaming video-on-demand lewat internet lain.

Binge-watching alias Nonton Maraton

Netflix juga mempopulerkan cara nonton maraton (yang kini ngetop dengan istilah binge atau binging). Ya, dulu kita juga bisa nonton serial secara maraton. Jika kita nonton lewat DVD. Jika lewat TV, maka kita tetap harus menontonnya satu episode tiap minggu.

Netflix mengubah pola ini dengan menayangkan satu musim serial (season) sekaligus. Hal ini memungkinkan penggunanya menonton seluruh episode serial itu dalam sekali duduk.

Hingga kini, hal ini masih menjadi salah satu kekhasan Netflix. Layanan streaming lain, masih memilih cara konvensional untuk kebanyakan serialnya (terutama yang baru), merilis satu episode tiap minggu.

Membawa Produksi Lokal Ke Tingkat Global

Siapa yang tidak kenal “Money Heist” atau “Squid Games”? Keduanya merupakan serial dari produksi non-Amerika yang didistribusikan secara global oleh Netflix dan sukses berat. Bahkan film “The Night Comes for Us” besutan Timo Tjahjanto dari Indonesia pun populer di dunia barat dengan cara yang sama.

Boleh kita bilang bahwa hal satu ini kemudian menjadi semacam ciri khas Netflix. Beberapa layanan streaming lain pun mengadaptasi strategi yang sama. Termasuk Apple TV+ dengan “Pachinko.”

boneka squid game

Membawa Popularitas Tontonan ke Media Lain

Ya, efek popularitas yang melompat batasan media memang sudah berjalan sejak lama. Namun, harus kita akui bahwa tren dari tayangan di Netflix punya pengaruh yang cukup masif.

Mulai dari topeng Salvador Dali dari serial “Money Heist” (yang menyaingi topeng Guy Fawkes dari film “V for Vendetta”), permainan dari “Squid Games,” tren media sosial dari film, seperti Bird Box Challenge, permainan catur kembali populer akibat “The Queen’s Gambit,” sampai istilah ‘Netflix and chill.’


Menghadapi persaingan dari berbagai layanan tontonan streaming lain, Netflix memang memiliki tantangan berat. Bahkan pertumbuhan jumlah pelanggannya pun melambat.

Saat ini Netflix sedang mencoba berbagai strategi, mulai dari paket berbasis iklan, paket berbagi akun, sampai menggabungkan layanannya dengan game. Apakah strategi Netflix ini berhasil? Akankah Netflix menciptakan tren baru di masa depan? Kita tunggu saja.

    %d blogger menyukai ini: