Kabar terbaru menyebutkan kalau Bytedance, perusahaan di balik aplikasi populer TikTok, akan memproduksi smartphone sendiri. Sebuah langkah yang tidak hanya berani, namun juga penuh resiko.
Sebagai sebuah media sosial berbasis video, aplikasi TikTok berkembang secara luar biasa. Kepopulerannya di dunia kini menyaingi Instagram. Salah satu yang mungkin menjadi penyebabnya adalah Bytedance membeli aplikasi Musical.ly pada tahun 2017.
Aplikasi TikTok sendiri merupakan versi internasional, sedangkan aplikasi untuk wilayah Cina bernama Douyin. Pada bulan Februari 2019, gabungan pengguna TikTok dan Douyin sudah mencapai 1 triliun orang.
Dengan pengguna sebanyak itu, tidak heran kalau Bytedance punya mimpi besar. Sebelum ini Bytedance sudah merilis aplikasi pesan bernama Flipchat (dalam bahasa Cina “Feiliao”), dan dengan gagah berhadapan dengan WeChat dari Tencent.

Kemudian, Bytedance juga berencana meluncurkan layanan streaming musik. Yang cukup menarik, kabar menyebutkan kalau layanan ini akan berbeda dengan layanan streaming seperti Spotify.
Rencana Bytedance itu membawa kita pada berita terbaru ini. Menurut Reuter, perusahaan pembuat aplikasi TikTok itu sudah memberi konfirmasi kalau akan merilis produk smartphone sendiri.
Melalui perwakilannya, Bytedance menyebutkan kalau produk (smartphone) itu merupakan kelanjutan dari rencana Smartisan terdahulu, untuk memuaskan pengguna lama Smartisan.
Bytedance dan Smartisan memang membuat kesepakatan kerjasama beberapa waktu lalu. Kesepakatan itu termasuk pembelian paten dan pengalihan tenaga kerja. Sedangakan Smartisan sendiri merupakan perusahaan teknologi dari Cina, dengan produk seperti smartphone dan earphone.
Media massa dari Cina, Caijing, menyebutkan kalau proses perkembangan smartphone itu sudah berjalan selama tujuh bulan. Proses ini dipimpin oleh Wu Dezhou, mantan eksekutif di Smartisan.
Tentu saja, kalau smartphone buatan Bytedance ini terwujud, tidak akan heran kalau aplikasi TikTok sudah secara otomatis terpasang secara bawaan. Ya kan?




