Alternatif Layanan dan Aplikasi Non-Amerika yang Bisa Kamu Pakai

pengguna handphone

Masuknya Huawei dalam blacklist Amerika, membawa konsekuensi pahit. Berbagai layanan dan aplikasi populer tidak lagi bisa memberikan dukungannya secara maksimal. Mungkin ada baiknya kita mempertimbangkan layanan dan aplikasi alternatif non-Amerika.

Pada umumnya, layanan dan aplikasi yang kita pakai berasal dari perusahaan Amerika. Namun bukan berarti tidak ada layanan atau aplikasi sejenis dari negara lain (atau negeri kita sendiri). Hanya saja mungkin kalah populer kalau dibandingkan produk Amerika.

Memang, ada juga layanan dan aplikasi yang unik dan sulit dicari gantinya. Tapi tidak ada salahnya kan, mencoba melirik alternatif lain?

Lalu, layanan dan aplikasi non-Amerika apa saja yang bisa jadi alternatif?

Email – ProtonMail

ProtonMail dibuat oleh Andy Yen, Jason Stockman, dan Wei Sun di fasilitas riset CERN pada tahun 2014. Layanan email ini sekarang beroperasi di bawah Proton Technologies AG di Jenewa, Swiss.

Hal paling menarik dari layanan email ini adalah ProtonMail menerapkan enkripsi pada email. Untuk pengiriman pesan antar akun ProtonMail, enkripsi berjalan otomatis. Sedangkan untuk pengiriman dari akun ProtonMail ke yang lain, enkripsi bisa diterapkan dengan memakai password sebagai kuncinya.

Untuk alternatif lainnya, kamu bisa memakai aplikasi Tutanota (Jerman).

Chat – Telegram

Kemungkinan besar kamu sudah tahu mengenai aplikasi ini. Telegram dibuat oleh Pavel Durov dan Nikolai Durov. Layanan pesan instan ini dijalankan oleh Telegram Messenger LLP yang terdaftar di London, Inggris.

Seperti kamu ketahui, aplikasi Telegram memiliki fitur yang banyak dan menarik. Bahkan sebenarnya lebih maju dari WhatsApp. Misalnya, stiker Telegram hadir lebih dulu dan lebih enak dilihat daripada WhatsApp.

Alternatif lain pun tidak kalah populer. Kamu bisa pakai LINE (Korea Selatan) atau KakaoTalk (Korea Selatan).

Browser – Opera

Kamu juga pasti sudah tahu yang satu ini. Opera adalah salah satu browser populer. Saat ini Opera dimiliki oleh grup investor dari Cina, sedangkan markas besarnya ada di Oslo, Norwegia.

Opera memiliki beberapa aplikasi browser baik di desktop maupun untuk ponsel. Selain itu, browser ini juga memiliki fitur menarik, seperti VPN bawaan.

Untuk alternatif lain, kamu bisa mencoba Vivaldi (Norwegia), UC Browser (Cina), atau Samsung Internet Browser (Korea Selatan, mobile).

Peta – HERE WeGo

Kamu yang dulu memakai ponsel Nokia Lumia pasti sudah tahu aplikasi ini. Ya, aplikasi peta HERE WeGo adalah aplikasi HERE Maps yang berganti nama. Saat ini, aplikasi ini dimiliki oleh konsorsium otomotif Jerman (Audi, BMW, Daimler), dan bermarkas di Amsterdam, Belanda.

Aplikasi peta HERE WeGo mendukung fitur arahan, kepadatan lalu lintas, tempat, dan koleksi tempat favorit. Aplikasi ini tersedia baik untuk iOS atau Android, begitu juga lewat situs web.

Untuk alternatif lain, kamu bisa coba OsmAnd (mobile), atau produk dari Sygic (Slovakia, mobile).

Berbagi Video Pendek – TikTok

Kalau kamu ingin berbagi video pendek seperti di Instagram Story, tentunya ada TikTok yang juga tidak kalah populer. Aplikasi asal Cina (di sana bernama Douyin) ini bahkan juga sudah membeli aplikasi Musical.ly.

TikTok juga memberi banyak fitur menarik. Kamu bisa menonton, membuat konten, berbagi, menambah lagu ke video, dan menggunakan stiker, emoji, dan filter wajah menarik. Selain itu ada juga peralatan edit video cepat.

Untuk alternatif lain, kamu bisa mencoba Snow (Korea Selatan).

Streaming Musik – Joox

Kalau kamu hobi mendengarkan musik secara streaming, sebagai alternatif Spotify kamu bisa memakai Joox. Aplikasi buatan Tencent (Cina, berbasis di Hong Kong) ini memiliki fitur dasar yang sejenis, yaitu streaming musik.

Joox memiliki banyak saluran radio dengan berbagai koleksi lagu. Walau bisa dipakai secara gratis, beberapa fitur Joox baru bisa dinikmati saat kamu jadi anggota VIP.

Streaming Film – iFlix

Mungkin agak susah mencari layanan streaming film yang sebanding dengan Netflix. Namun iFlix masih bisa jadi pilihan. Layanan ini memiliki markas besar di Kuala Lumpur, Malaysia.

iFlix juga memiliki fitur yang cukup standar. Kamu bisa memilih channel kesukaanmu, menonton berdasar playlist, menonton offline, memilih tayangan HD, dll.

Selain iFlix, kamu juga bisa menggunakan Hooq (markas di Singapura) atau Viu (Hong Kong, Cina).