Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

7 Hari Setelah Rilis, Aplikasi Byte Sudah Diunduh 1,3 Juta Pengguna

logo aplikasi byte
Anom Penulis

Byte, yang disebut sebagai penerus Vine, mengawali perjalanannya sebagai aplikasi media sosial berbasis video pendek dengan sukses. Aplikasi video pendek ini disebut sudah diunduh oleh sekitar 1,3 juta pengguna.

Aplikasi Byte resmi hadir di bursa aplikasi seperti Play Store (Android) dan App Store (iOS) pada tanggal 24 Januari 2020. Angka yang disebut di atas merupakan jumlah unduhan pengguna dalam rentang 7 hari. Laporan mengenai jumlah unduhan pengguna aplikasi ini datang dari perusahaan riset Sensor Tower.

popculture.id

Byte boleh bangga dengan angka tersebut. Karena jumlah unduhan itu memang tidak sedikit. Sebagai bahan perbandingan, Sensor Tower juga memberi data dari beberapa aplikasi yang mirip.

Perbandingan Jumlah Unduhan

Salah satunya adalah aplikasi Vine yang menjadi cikal bakal Byte. Saat dirilis 7 tahun lalu, pada 24 Januari 2013, aplikasi ini diunduh sebanyak 775.000 dalam rentang waktu 7 hari. Hanya saja, saat itu Vine baru tersedia untuk pengguna iOS.

Untuk perbandingan lain, aplikasi video yang sekarang jadi fenomena global, TikTok, hanya diunduh sebanyak 8800 pengguna berbasis iOS dalam waktu satu bulan setelah rilis pada Agustus 2014.

Sementara Byte memperoleh jumlah unduhan 960.000 pengguna berbasis iOS dalam waktu 7 hari.

Sensor Tower juga menyebutkan kalau Byte lebih banyak diunduh di Amerika Serikat, yaitu sejumlah total 912.000 pengguna (70%). Setelah itu menyusul Inggris dengan 7% dan Kanada dengan 6% dari jumlah total unduhan.

Walau terlihat optimis, jumlah tersebut belum menjamin kepopuleran Byte. Karena jumlah unduhan tidak sama dengan jumlah pengguna aktif. Bisa saja ada yang mengunduh tapi tidak pernah memakainya.

Pendekatan Berbeda

Meskipun begitu, jenis video pendek yang ditawarkan oleh Byte boleh dibilang berbeda dengan yang ada di TikTok atau Instagram. Video di Byte hanya terbatas dengan durasi 6 detik. Sementara di TikTok atau Instagram lebih panjang.

Meskipun tidak telihat cukup panjang, tapi sejarah membuktikan lain. Sebelum ini Vine berhasil meraih kepopuleran dengan kreativitas para kreator konten yang luar biasa. Dalam durasi yang pendek ini, mereka tetap bisa membuat video yang lucu, menggelitik, dan menarik perhatian.

aplikasi byte
Aplikasi Byte di iOS

Lalu, Byte juga meluncurkan apa yang mereka sebut dengan ‘Partner Program’. Program ini merupakan pembagian pendapatan iklan untuk para kreator dari “byte” yang mereka buat. Pembagian pendapatan ini akan berasal dari “Partner Pool” yang dibuat setiap 120 hari dan dicairkan setiap empat kali 30 hari periode.

Kreator akan menerima pendapatan mereka setiap 30 hari berdasar jumlah tayangan dari unggahan yang mereka buat dalam periode tersebut. Akan ada tingkatan level pendapatan (Viewership Brackets) yang akan menentukan berapa banyak pendapatan kreator di tiap level. Kreator yang berada di Viewership Brackets ini akan mendapat jumlah pendapatan yang sama.

Saat ini, Partner Program tahap awal baru berjalan untuk wilayah Amerika Serikat. Tahap awal ini juga sebagai sarana diskusi bersama kreator sementara mereka meluncurkan “Partner Pool” pertama.

Dengan pendekatan yang berbeda ini, Byte berusaha mengambil celah yang ada di media sosial saat ini, terutama yang berbasis video. Selain dari jumlah unduhan yang positif, Byte juga mendapat rating baik di kedua bursa aplikasi, Play Store dan App Store. Di samping itu, forum komunitas Byte juga terlihat aktif.

Akan menarik melihat bagaimana persaingan di media sosial berbasis video ini. Selain Byte, TikTok, dan Instagram, juga masih ada Dubsmash yang mulai bangkit lagi. Apalagi Instagram disebut mempersiapkan aplikasi Reels yang diuji di Brazil.

    %d blogger menyukai ini: