Aplikasi Untuk Mengelola Informasi dan Dokumen Proyek Dalam Kerja Tim

Saat bekerja dalam sebuah tim, ada kalanya kita butuh satu tempat yang bisa menyediakan semua informasi, termasuk mengelola dokumen proyek. Kali ini kami memberi rekomendasi aplikasi yang bisa membantu melalukan hal itu.

Dalam kerja tim, selalu ada aturan/kesepakatan yang berlaku. Selain itu sering pula kita membutuhkan catatan untuk pembagian tugas, perkembangan proyek, atau informasi tentang dokumen penting. Dengan begitu semua anggota tim bisa melihat informasi yang mereka butuhkan sewaktu-waktu.

Memakai berkas seperti aplikasi Office (pengolah kata atau lembar kerja) memang bisa dilakukan. Namun kamu akan berurusan dengan banyak dokumen yang bercampur aduk. Kamu bisa memakai layanan “pusat informasi” seperti ini untuk memisahkan kepentingan itu.

Hal ini menjadi lebih penting apabila kamu melakukan kerja jarak jauh. Misalnya seperti yang terjadi di saat swa-karantina akibat pandemi covid-19. Pusat dokumen seperti ini bisa menjadi solusi agar semua bisa selalu up-to-date.

Aplikasi yang kami sebut di sini menyediakan fasilitas itu. Layanan ini menjadi satu tempat yang menghubungkan berbagai dokumen proyek, sekaligus menjadi pusat informasi dalam kerja tim.

Apa saja aplikasi itu?


Notion

Notion menyediakan satu ruang kerja yang mendukung berbagai jenis dokumen. Entah itu catatan, tabel, grafik, daftar cek, papan Kanban, dll. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan berbagai layanan lain, seperti Google Drive, Github, Slack, Figma, dll. Notion enak dipakai untuk melakukan manajemen proyek.

Notion tersedia dalam bentuk aplikasi web maupun aplikasi macOS, Windows, Android, dan iOS. Layanan ini tersedia secara gratis untuk personal dan memiliki berbagai paket langganan untuk fitur yang lebih lengkap.

Lihat


Coda

Coda juga mendukung berbagai tipe dokumen, seperti catatan, tabel, grafik, papan Kanban, dll. Aplikasi ini juga punya dukungan integrasi antar dokumen dan ke aplikasi atau layanan lain, seperti Google, Slack, YouTube, bahkan juga Instagram. Coda juga enak dipakai untuk berkolaborasi membangun konsep.

Saat artikel ini ditulis, Coda tersedia sebagai aplikasi web dan memiliki aplikasi Android juga iOS. Coda bisa dipakai secara gratis dengan batasan tertentu. Kamu bisa naik kelas dengan berlangganan paket yang ada untuk mendapat fitur lebih.

Lihat


Tettra

Tettra bisa menghubungkan semua dokumenmu dalam satu tempat. Entah itu dari Google Drive, Dropbox, Github, dll. Yang kamu lakukan kemudian hanyalah membuat panduan atau mengelola dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.

Sejauh ini (saat artikel ditulis), kelihatannya Tettra baru hadir dalam bentuk aplikasi web. Aplikasi ini bisa kamu gunakan gratis (sampai 5 orang), dan kamu bisa menambah pengguna atau memilih paket dengan fitur yang lebih banyak.

Lihat


Slite

Slite cocok kamu gunakan sebagai tempat untuk informasi umum soal proyek, mendokumentasikan perkembangan proyek, catatan rapat, dll. Dokumen yang ada di Slite tersusun dalam bentuk kanal, seperti di Slack. Layanan ini juga memiliki integrasi dengan aplikasi lain.

Slite memiliki dukungan aplikasi yang cukup lengkap, karena ada di aplikasi web, macOS, Windows, Android, dan juga iOS. Seperti yang lain, Slite juga tersedia baik secara gratis (terbatas 50 dokumen/bulan) dan berlangganan untuk fitur yang lebih banyak.

Lihat


Slab

Slab juga berfungsi baik sebagai pusat informasi dan dokumentasi proyek. Layanan ini menyusun topik berdasar hirarki sehingga mudah dilihat. Slab juga mendukung berbagai jenis format dokumen (termasuk media) dan kerja kolaborasi.

Sejauh ini (saat artikel ditulis), Slab baru tersedia dalam bentuk aplikasi web. Layanan ini tidak punya penawaran gratis. Namun kamu bisa mencoba selama 14 hari sebelum menentukan paket langganan yang sesuai.

Lihat

%d blogger menyukai ini: