Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition
Zenbook 14 space edition

Fitur Artikel Instan Facebook Ditumbalkan Demi Mirip TikTok

ilustrasi fitur artikel instan facebook
Indri Penulis

Fitur Artikel Instan Facebook akan ditutup. Kabarnya penutupan ini dilakukan Facebook karena mereka ingin fokus ke fitur video.

Facebook adalah salah satu pemain lama media sosial. Telah berdiri selama puluhan tahun, sudah tak terhitung berapa banyak fitur yang dimilikinya.

Boleh dibilang, berbagai fitur yang mungkin nggak ada di media sosial lain, bisa kita temukan dengan mudah di Facebook. Sayangnya saat Facebook menambahkan berbagai fitur baru, tak jarang Facebook juga memutuskan untuk menutup fitur lama yang sudah ada sebelumnya.

Seperti yang terjadi beberapa waktu ini. Facebook mengumumkan bahwa mereka akan segera menutup fitur Artikel Instan. Penutupan fitur ini akan dilakukan mulai bulan April tahun 2023.

Penutupan Fitur Artikel Instan Facebook

Fitur Artikel Instan pertama kali diluncurkan pada tahun 2015. Fitur ini dirancang untuk memberi penerbit cara yang lebih menarik, dalam memuat/mempresentasikan artikel mereka di Facebook. Harapannya, fitur ini bisa membantu memaksimalkan keterlibatan pembaca dalam aplikasi.

Beberapa tahun setelah peluncurannya, Meta juga sempat menambahkan lebih banyak tautan rujukan dan tools berlangganan ke fitur Artikel Instan.

Kemampuan-kemampuan tersebut dihadirkan untuk bisa mengambil hati penerbit, dan membantu mereka memakai Facebook sebagai pelengkap dari website resminya.

artikel instan facebook
Sumber: TechCrunch

Tapi sepertinya, sekarang membangun hubungan dengan penerbit tampaknya menjadi prioritas yang lebih rendah. Seperti yang dilaporkan oleh Axios, Meta telah mengakhiri dukungan untuk fitur Artikel Instan.

Dengan berakhirnya dukungan terhadap Artikel Instan, akan ada 3 hal yang terjadi. Meta akan memotong perjanjian pendanaannya dengan penerbit. Meta juga akan menutup platform Buletin yang dulu menjadi wadah terlaris dalam mempromosikan artikel. Lalu Meta juga bakal menambah opsi feed alternatif baru yang isinya konten-konten menghibur. Sedangkan konten teman/keluarga akan dialihkan ke tab “Umpan” sekunder.

Baca Juga:  Aplikasi Facebook Gaming Ditutup Setelah 2 Tahun Beroperasi

Menumbalkan Artikel Instan Demi Konten Video

Ada kabar yang mengatakan bahwa Meta ingin lebih menyelaraskan fitur dengan preferensi pengguna. Karena zaman sekarang konten-konten video sedang digandrungi masyarakat, jadi Meta ingin menyisipkan lebih banyak konten video ke dalam Facebook.

Apalagi CEO Meta, Mark Zuckerberg, baru-baru ini mencatat bahwa 50% waktu yang dihabiskan pengguna di Facebook adalah dengan nonton video. Zuckerberg juga mengungkapkan bahwa Facebook Reels adalah format konten yang paling cepat berkembang di Facebook.

Oleh karena itu, Meta berusaha untuk mendorong konten video yang lebih menghibur ke umpan pengguna. Konten-konten tersebut ditampilkan berdasarkan rekomendasi berbasis AI, bukan berdasarkan akun yang diikuti/siapa yang menjadi teman pengguna.

Zuckerberg sendiri melihatnya sebagai ‘masa depan Facebook,’ dan perubahan tersebutu sudah tercermin dalam pengalaman pengguna.

Saat ini, kurang dari 3% dari apa yang dilihat orang di seluruh dunia di Umpan Facebook adalah postingan dengan tautan ke artikel berita. Dan seperti yang kami katakan awal tahun ini, sebagai bisnis, tidak masuk akal untuk berinvestasi berlebihan di area yang tidak sesuai dengan preferensi pengguna,” kata Meta.

Yah, suka atau tidak suka, perubahan seperti itu memang masuk akal. Kita ambil saja contoh TikTok, yang kini menjadi ‘kiblat’ platform berbasis video vertikal.

TikTok pada dasarnya juga telah mengubah perspektif tentang apa yang ia peroleh lho. Saat pertama kali muncul, mayoritas video TikTok yang populer adalah challenge-challenge seperti Pass The Brush Challenge, dll.

Tapi sekarang kita lihat sendiri, preferensi TikTok sudah berubah total. Sekarang konten-konten yang viral dan bisa menembus halaman FYP bukan soal challenge lagi. Tapi sifatnya bebas.

Baca Juga:  3 Cara Mengatasi Akun Facebook yang Tidak Bisa Login / Error + Pusat Bantuan

Misalnya video-video cuplikan film jadul, video seputar gosip artis yang sedang panas, dll. Selain itu, mayoritas konten di TikTok sekarang juga diisi oleh konten jualan.

Nah seperti itulah hal yang akan dialami Facebook. Facebook dulunya dibangun berdasarkan konsep menghubungkan pengguna ke teman dan keluarga dekatnya. Tapi sekarang, konsep Facebook lebih ke menghadirkan konten-konten menghibur ‘yang dikemas dalam format video.’

Aslinya kanget sih dengan konten-konten jadul Facebook yang isinya status alay teman-teman dan keluarga. Beda dengan yang sekarang, di mana isinya malah konten video atau postingan jualan dari orang yang dikenal. Kamu sendiri merasa seperti itu nggak?