Bark: Media Sosial Baru Tanpa Percakapan

media sosial baru bark

Bark merupakan sebuah media sosial baru yang unik. Seperti namanya, kegiatan utama di media sosial ini adalah menggonggong. Ya, di sini, kita berlaku seperti sekawanan anjing.

Mungkin kamu ingat beberapa waktu lalu ada aplikasi yang bernama Yo. Aplikasi itu tidak melakukan apa pun kecuali mengirim ping ke teman-teman berupa kata “Yo”. Ketika kita berpikir hal itu cukup ajaib, muncullah Bark.


Baca juga: Review TVShow Time – TV Show Tracker


Bark menghapus semua identitas: Nama, jenis kelamin, atau identitas sosial lain. Media sosial baru ini mengibaratkan penggunanya sebagai anjing di sebuah taman. Pengguna bahkan hanya diberi label seperti Dog32050 dan pilihan jenis anjing sebagai foto profil.

Ketika kita menggonggong, pengguna yang berada di sekitar kita akan menerima notifikasi. Mereka pun bisa membalas. Jarak radius gonggongan lumayan jauh. Jadi kalau banyak pengguna yang responsif, dalam satu waktu handphone kita bisa ramai dengan suara guk-guk-guk-guk. 😀

tampilan aplikasi bark

Walaupun identitas di samarkan, kita tetap memiliki celah untuk berinteraksi sebagai manusia. Kita bisa memasang foto background di profil, kita bisa memasang/mengirim pesan saat menggonggong, dan kita bisa memberi nama pengguna lain.

Yang membuat aplikasi ini berbeda dengan Yo, di Bark kita melakukan interaksi dengan siapa saja berdasarkan lokasi, sedangkan di Yo kita mengirimkan ping pada seseorang yang kita kenal. Bark juga memiliki aspek yang mirip dengan Foursquare. Kalau kita mendominasi wilayah di sekitar kita, kita akan masuk ke jajaran top dog (alpha dog?).

profil di media sosial bark


Baca juga: 5 Hal yang Membuat Instagram Stories Bakal Menyaingi Snapchat


Karena Bark terhitung media sosial baru, maka fitur di dalamnya masih dikembangkan. Yah, tergantung bisa populer atau tidak. Sejauh ini, kalau kamu lihat di situs resmi Bark, penggunanya memang belum banyak. Yang paling ramai ada di Korea. Maklum, basisnya memang di sana.

Sejauh ini saya belum bisa membayangkan perkembangan interaksi penggunanya di masa depan. Mungkin nanti kita bisa membuka panel chatting dengan syarat tertentu (yang paling sering bertukar gonggongan?). Tidak tahu juga.

Media sosial baru datang silih berganti. Beberapa di antaranya memiliki keunikan dan sukses menjadi besar (halo, Snapchat). Beberapa lainnya mungkin tidak menjadi sebesar itu, tapi memiliki pengguna loyal (halo, Path). Entah apa yang terjadi nanti dengan Bark.

Sejujurnya, saya memilih istilah media sosial karena saya agak bingung dengan klasifikasinya. Mau dibilang aplikasi pesan atau chatting, ya belum ada obrolannya. Media sosial kelihatannya menjadi yang paling pas.

Nah, kalau kamu berminat, silakan kunjungi Play Store atau App Store untuk mengunduh aplikasinya. Selamat mencoba. Guk!

DOWNLOAD UNTUK ANDROID

DOWNLOAD UNTUK IOS