[UPDATE] Benarkah Layar Samsung Galaxy Z Flip Terbuat dari Kaca?

tes samsung galaxy z flip

Ketika Samsung mengumumkan smartphone lipat Galaxy Z Flip, mereka menyebutkan kalau layar ponsel tersebut terbuat dari kaca fleksibel. Benarkah seperti itu? Kalay iya, seberapa kuat kaca di layar tersebut? [UPDATE ↓]

Tidak lain dan tidak bukan, Zack dari Jerry Rig Everything menguji ponsel Samsung Z Flip. Seperti yang kita ketahui, uji coba yang dilakukan di kanal YouTube itu cukup berdarah dingin dan sadis. Kengeriannya mungkin bisa menyaingi film horor. Apalagi kalau yang diuji adalah smartphone mahal.

Tentu kita ingat prahara Galaxy Fold beberapa waktu yang lalu. Ketika itu ponsel ini gagal di berbagai uji ketahanan. Bahkan ketika dilipat saja meninggalkan bekas tekukan (crease).

Namun ketika itu, Samsung menggunakan plastik sebagai layarnya. Sedangkan Galaxy Z Flip disebut menggunakan kaca tipis dan mampu bertahan sampai 200.000 kali lipatan. Kalau memang kaca fleksibel ini sesuai yang dijanjikan, tentu merupakan gebrakan yang luar biasa di dunia teknologi.

samsung galaxy z flip
Samsung Galaxy Z Flip

Namun, Zack menemukan hal berbeda.

Pertama, ia menemukan ada sedikit lekukan halus di bagian lipatan dan bagian kamera depan (terlihat dari biasa cahaya). Kedua, dari pengujian level 2 saja, sudah ada bekas di layar Samsung Galaxy Z Flip. Begitu seterusnya sampai level 4 (yang ia sebut mulai terasa menggores). Bahkan tekanan kuku saja (ditunjukkan di level 5) bisa meninggalkan bekas di layar ponsel lipat ini.

Zack menyebutkan kalau memang layar terbuat dari kaca, seharusnya uji tersebut tidak meninggalkan bekas apa-apa. Bekas goresan di pengujian level 2 dan 3 biasanya muncul di permukaan plastik. Temuannya cukup mengecewakan.

pengujian awal galaxy z flip
Goresan di level 2 sampai 4

Sebagai perbandingan, ia juga menggores layar kecil yang ada di bagian luar ponsel. Yang menarik, layar kecil itu baru tergores di level 7. Zack menyebut seperti itulah seharusnya kaca.

Ia juga menguji layar bagian dalam dengan api. Ketika terkena panas, pantulan cahaya di layar tampak melengkung karena panas. Kembali lagi, Zack menyebut kalau kaca tidak seperti itu.

Pengujian berlanjut sampai Zack menusuk layar. Yah, di titik ini, layar tersebut “menyerah” dan menunjukkan pixel yang rusak (dead pixel). Pixel yang rusak di layar itu kemudian bisa menyebar ketika kita menekannya lebih jauh.

Kabar baiknya, layar ponsel lipat ini cukup tahan tekanan. Baik dilipat dengan keras beberapa kali atau ketika dilipan ke arah yang berlawanan. Jadi secara konstruksi patut diacungi jempol.

Zack menyatakan kalau Samsung Galaxy Z Flip termasuk ponsel lipat yang paling kuat yang ada di pengujiannya saat ini. Yah, bahkan dengan beberapa kegagalan di layarnya. Tapi, bahan apa yang sebenarnya dipakai di layar ponsel ini?

Nah, kalau kamu hobi nonton film horor, silakan lihat video uji coba Jerry Rig Everything di bawah ini.

UPDATE

Seiring viralnya video dari Jerry Rig Everything, Samsung pun memberi pernyataan resmi.

“Galaxy Z Flip memiliki Infinity Flex Display dan memakai Ultra Thin Glass (UTG) dari Samsung untuk memberikan penampilan yang keren dan premium, sekaligus pengalaman visual mendalam. Teknologi UTG dari Samsung berbeda dengan perangkat flagship Galaxy lain. Walau layar memang bisa dilipat, namun tetap harus ditangani dengan hati-hati. Galaxy Z Flip juga memiliki lapisan di atas UTG, sama seperti Galaxy Fold.”

Sementara itu, ada video dari PBKreview yang membongkar ponsel ini dan memberi konfirmasi soal kaca tersebut.

Di satu sisi, kesan muncul dari pengumuman Galaxy Z Flip adalah kaca seperti yang ada di produk ponsel pada umumnya, namun lebih tipis dan fleksibel. Memang kaca, namun kelihatannya cukup ringkih, sampai dilapisi pelindung. Lapisan pelindung ini β€” yang kelihatannya dari plastik β€” juga membawa masalah tersendiri. Seperti yang ditunjukkan oleh Zack dari Jerry Rig Everything, dengan kuku saja bisa tergores dan mengganggu tampilan layar.

Di sisi lain, untungnya, ponsel ini adalah smartphone lipat. Jadi layar tidak selalu terbuka. Ya, tentu saja, saat menggunakannya pun harus berhati-hati. Kalau perlu potong kuku terlebih dulu.

%d blogger menyukai ini: