Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Browser Microsoft Edge Akan Sama Dengan Chrome

microsoft edge windows 10
Anom Penulis

Microsoft memutuskan bergabung dengan browser lain. Browser andalannya, Microsoft Edge, akan menggunakan Chromium dan membuatnya memiliki basis yang sama dengan Google Chrome.

Joe Belfiore mengumumkan hal ini melalui sebuah artikel di blog resmi Windows. Di sana ia menyebutkan bahwa Microsoft sudah mendukung komunitas Open Source Software (OSS) sejak beberapa tahun terakhir. Langkah ini merupakan salah satu kontribusinya.

popculture.id

Untuk yang belum tahu, Chromium merupakan browser berbasis open source yang menjadi basis banyak browser. Di antara browser tersebut adalah Google Chrome, Opera (versi baru), Vivaldi, Brave, dan masih banyak lagi.

Penggunaan Browser Microsoft Edge Akan Lebih Baik

Joe Belfiore juga menyebutkan kalau perpindahan browser Microsoft Edge menggunakan Chromium akan memberikan pengalaman lebih baik pada penggunanya. Terutama karena pengembang web akan lebih mudah membuat website dengan standar yang sama.

Selain itu, pengalaman yang sama ini mungkin juga termasuk ketersediaan ekstensi browser dan keselarasan dengan browser di handphone. Microsoft Edge nantinya juga akan tersedia untuk macOS. Bagaimanapun, Microsoft Edge untuk iOS dan Android pun sudah berbasis Chromium. Jadi semua bisa berjalan secara harmonis. Apalagi Microsoft juga bertekad untuk ikut ambil bagian di proyek open source Chromium.

Sisi Buruk Peralihan Ke Chromium

Tentu saja keputusan Microsoft untuk mengalihkan Edge ke Chromium memancing reaksi. Beberapa pihak menganggap langkah itu sebagai langkah yang buruk. Di antaranya adalah Chris Beard (CEO Mozilla) dan Jon von Tetzchner (co-founder Opera dan CEO Vivaldi), seperti yang dikutip oleh ZDnet.

Mereka berpendapat bahwa perpindahan ini akan membuat inovasi di dunia web terhambat. Chris Beard menyebutkan hal ini akan sama seperti dominasi Internet Explorer di era tahun 2000, saat Firefox dan Chrome belum lahir.

Saat ini, browser yang bukan berbasis Chromium tinggal Apple Safari dan Mozilla Firefox. Walau Chromium merupakan proyek open source, hal ini bisa menyebabkan monopoli. Pengembang web bisa tidak peduli dengan browser lain. Lalu, Google sebagai “pemilik” proyek Chromium pun bisa mendikte arah perkembangan website.

Tentu saja, kita sebagai pengguna tidak akan merasakan langsung sisi buruk perpindahan browser Microsoft Edge ke Chromium. Bahkan saat ini pun tidak banyak yang memperhatikan perbedaan di antara sekian banyak browser. Toh sebagian besar sudah secara otomatis menggunakan Google Chrome.

    %d blogger menyukai ini: