Bahaya Zoombombing dan Cara Mencegah Supaya Aman

zoombombing

Saat coronavirus mewabah, Zoombombing menjadi fenomena tersendiri ketika banyak orang menggunakan aplikasi Zoom untuk rapat online. Apa itu? Bagaimana cara mencegah Zoombombing terjadi?

Apa itu ZoomBombing?

Zoombombing atau Zoom-bombing atau Zoom raid adalah gangguan dari pihak luar yang masuk ke dalam sebuah rapat online yang menggunakan aplikasi Zoom. Istilah ini pertama kali dipakai oleh Tech Crunch di dalam sebuah artikel.

Biasanya ketika sesi rapat online terjadi, seseorang yang tidak menjadi anggota masuk ke sesi tersebut dan menunjukkan perilaku tidak menyenangkan, bahkan tidak senonoh.

Gangguan ini menjadi salah satu bahaya yang menghinggapi aplikasi Zoom.

Kasus yang Terjadi

Kasus yang terjadi sudah banyak. Mulai dari kelas online yang diadakan sekolah-sekolah sampai konferensi bisnis perusahaan. Misalnya, di Norwegia, ketika seseorang masuk ke kelas online dan menunjukkan video porno.

Bahkan, Zoom raid sudah meningkat ke gangguan pada instansi pemerintah. Di Amerika hal ini terjadi di Michigan dan Wisconsin. FBI pun sudah turun tangan. Di Indonesia, ganguan ini muncul ketika konferensi yang diadakan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) berlangsung.

Bagaimana Mencegah Zoombombing?

Ada cara yang bisa mencegah Zoom raid terjadi.

Atur Setelan Lebih Baik

  1. Jangan bagi tautan rapat ke semabarang orang, apalagi di media sosial.
  2. Buat password untuk akses rapat.
  3. Jangan gunakan Personal Meeting ID untuk rapat, tapi gunakan meeting ID yang bersifat acak (random). Zoom menawarkan membuat meeting ID secara acak untuk keamanan lebih melalui rapat terjadwal.
  4. Aktifkan fitur ‘Waiting Room’ sehingga kamu (penyelenggara/host) bisa melihat dulu siapa yang bergabung sebelum mengijinkan mereka mengakses rapat.
  5. Pilih fitur yang penting saja, non-aktifkan fitur yang tidak perlu. Misalnya matikan pilihan ‘Join Before Host’, ‘Screen-sharing for nonhost’, ‘annotation tool’, atau ‘remote control function’. Matikan juga pilihan ‘Allow removed participants to rejoin’.
  6. Ketika rapat sudah berjalan, kunci rapat online agar orang lain tidak bisa masuk.

Gunakan Aplikasi Video Call Lain

Ini jelas cara paling mudah. Ada banyak pilihan lain untuk melakukan konferensi atau rapat online. Kamu bisa mencoba Skype atau Teams dari Microsoft, Google (Hangout) Meet, Facebook Messenger, Slack, atau Jitsi. Ahem, kami menggunakan Microsoft Teams.

Kalau kamu sekedar butuh untuk bertemu teman dan keluarga secara online, kamu bisa memakai aplikasi video call populer seperti: WhatsApp, Google Duo, LINE, dll. Kalau kamu butuh untuk ngobrol dengan teman main game, kamu bisa pakai DIscord.

%d blogger menyukai ini: