Continuity Camera: Salah Satu Fitur Ajaib iOS 16 dan macOS Ventura

Anom Penulis

Continuity Camera merupakan salah satu fitur ajaib yang bisa kamu pakai, jika kamu punya iPhone dan MacBook. Fitur ini memungkinkan iPhone menjadi kamera pengganti di MacBook. Tidak hanya itu, kamu juga bisa mendapatkan berbagai macam fitur kamera dari iPhone.

Bagaimana menggunakan kamera ponsel sebagai webcam memang menjadi salah satu hal yang dicari, terutama sejak pandemi melanda dan semua aktivitas beralih secara online. Terus terang, Apple bukan yang pertama menerapkannya. ASUS, melalui aplikasi MyASUS, sudah mendukungnya terlebih dulu.

Tapi tentu saja, dengan perangkat berada dalam satu ekosistem, Apple bisa mendorong fitur ini lebih jauh lagi. Yang saya maksud di sini adalah pemakaian fitur bawaan kamera iPhone, seperti Center Stage, Portrait Mode, dan Studio Light. Selain itu ada pula Desk View yang ajaib.

Karen Xing, insinyur tim Camera Software dari Apple, menjelaskan fitur ini lebih jauh di sesi WWDC22.

Syarat Memakai Continuity Camera

Untuk bisa menggunakan fitur Continuity Camera, kamu harus menggunakan iPhone dengan iOS 16 dan komputer Mac dengan macOS Ventura. Selain itu, kamu harus masuk dengan Apple ID yang sama.

Untuk koneksinya, kamu bisa menggunakan kabel, atau jika ingin terhubung secara nirkabel, kamu harus berada dalam jangkauan Bluetooth dan dalam jaringan WiFi yang sama.

syarat continuity camera

Bagaimana dengan pemakaiannya di aplikasi? Asiknya, fitur ini tidak hanya bisa kamu pakai di aplikasi buatan Apple saja. Tapi bisa juga kamu gunakan pada berbagai aplikasi konferensi video. Misalnya, aplikasi Zoom seperti yang Karen Xing peragakan.

continuity camera zoom

Oya, jika kamu menggunakan Continuity Camera, maka semua fungsi komunikasi di iPhone akan secara otomatis dialihkan ke Mac. Seperti misalnya notifikasi.

Fitur Kamera iPhone Hadir di Mac

Seperti yang sudah saya sebut di atas, keuntungan berada dalam satu ekosistem Apple, memungkinkan kita memakai fitur kamera iPhone.

Center Stage akan tetap menjaga fokus dan mengikuti badan kita bergerak dalam jangkauan tertentu. Portrait Mode akan membuat latar belakang menjadi kabur. Lalu Studio Light akan memberikan fokus cahaya pada diri kita.

Dengan Continuity Camera, kita bisa memilih salah satu fitur kamera iPhone itu, atau mengkombinasikannya, bahkan memakai semuanya di Mac.

Tapi fitur yang paling ajaib yang ada di Continuity Camera ini adalah Desk View. Desk View memungkinkan kamu menyorot obyek di bawah (sekitar bagian keyboard) tanpa perlu mengubah posisi iPhone.

Karen Xing menjelaskan kalau mode ini mungkin terjadi karena kamera ultra-wide iPhone. Keajaiban muncul melalui kemampuan perangkat lunak mengenali bidang gambar, mengkoreksi distorsi gambar, dan menyajikannya di layar.

Hebatnya lagi, Desk View mampu menyajikan video yang menyorot diri kita dan obyek di bawah secara terpisah. Jadi fitur ini akan sangat membantu jika kita mau melakukan sebuah demo tutorial.

Ekosistem Apple Tambah Kaya

Sejak komputer Mac beralih ke chipset Apple Silicon (seperti M1 dan M2), Apple mendorong integrasi antar perangkat lebih jauh lagi dari apa yang sudah ada sebelumnya. Misalnya, pada WWDC21 ada Universal Control.

Pada WWDC22, Apple kembali meningkatkan integrasi itu secara lebih baik. Yah, ada banyak fitur menarik yang hadir. Salah satunya ya Continuity Camera ini.

Continuity Camera merupakan fitur ajaib yang bisa kamu pakai jika kamu punya iPhone dan MacBook. Ini penjelasan lebih jauh dari WWDC22.

Jadi, peralihan ke Apple Silicon ini bukan hanya soal performa dan efisiensi daya komputer Mac saja. Tapi lebih jauh lagi, integrasi antar hardware dan software dari Apple. Sesuatu yang berjalan perlahan di tetangga sebelah.

Yah, bagaimanapun Windows dan Android merupakan produk dari dua perusahaan berbeda, Microsoft dan Google.

Integrasi antar perangkat yang sangat mudah ini, jujur saja, sangat menggiurkan dan memang membantu dalam aktivitas sehari-hari. Hm, sayangnya, jika kamu ingin menikmati ekosistem Apple ini, kamu harus membayar cukup mahal. Dalam arti sebenarnya.

Kalau kamu ingin melihat penjelasan Karen Xing, silakan kunjungi halaman WWDC22.

    %d blogger menyukai ini: