Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Epic Games Bergabung Dengan Spotify Protes Bagi Hasil Apple App Store

Anom Penulis

App Store milik Apple sedang menjadi sorotan. Kini Epic Games dan Match Group bergabung dengan Spotify dalam melakukan protes sistem bagi hasil di App Store yang dianggap berlebihan.

Saat ini, Apple sedang menghadapi pemeriksaan berkaitan hukum antitrust di Eropa. Pemeriksaan ini dipicu oleh laporan Spotify kalau Apple memanfaatkan App Store untuk menghalangi kompetisi. Yaitu membatasi pilihan konsumen dan memenangkan layanan mereka sendiri Apple Music.

popculture.id

Selain Spotify, Rakuten — perusahaan ecommerce dari Jepang — juga mengajukan protes atas potongan 30% dari pendapatan penjualan ebook yang dijual lewat App Store. Di sisi lain, Apple mempromosikan layanan mereka sendiri, Apple Books.

Bersamaan dengan dimulainya pemeriksaan ini, Apple juga bermasalah dengan layanan email Hey, juga terkait dengan sistem pembelian dalam aplikasi dan potongan pendapatan. Hal ini membuat Apple dituding bertindak seperti “gangster”.

Epic Games dan Match Group Ikut Protes

Kini, dua perusahaan besar juga ikut dalam protes tersebut. Kedua perusahaan itu adalah Epic Games dan Match Group. Seperti kita ketahui, Epic Games adalah perusahaan dibalik game populer Fortnite. Sedangkan Match Group merupakan perusahaan di balik aplikasi kencan populer, Tinder.

Perwakilan dari Match Group menyatakan, “Apple adalah rekan, tapi juga sebuah platform dominan yang mendorong mayoritas konsumen membayar lebih untuk aplikasi pihak ketiga yang disebut Apple sebagai ‘layanan digital’.”

Apple menanggapi permasalahan ini dalam pernyataannya pada The Verge. “Sangat mengecewakan Komisi Eropa maju berdasar keluhan tanpa dasar dari beberapa perusahaan yang sekedar ingin ‘numpang gratis’ dan tidak mau memainkan peraturan yang sama dengan lainnya.”

Secara umum, penerbit aplikasi yang menjual layanannya melalui App Store harus membayar bagi hasil sampai 30% pada Apple sebagai pemilik bursa. Namun, hal ini tidak berlaku untuk semuanya. Beberapa aplikasi seperti layanan taksi online, Airbnb, dan Amazon Prime Video disebut menerima kesepakatan khusus.

Tod Sweeney, CEO Epic Games, kemudian berkomentar di Twitter. “Apple bicara soal peraturan yang sama. Bagi saya, ini berarti semua pengembang aplikasi iOS bebas melakukan proses pembayaran secara langsung, semua pengguna bebas memasang aplikasi dari sumber lain. Dalam hal ini, Epic tidak akan mencari atau menerima kesepakatan khusus hanya untuk diri kami.”

Sebelum ini, Apple pernah dituntut karena mendukung loot box di dalam games di App Store yang dituduh mendorong perjudian.

    %d blogger menyukai ini: