Facebook Protes Fitur Acara Online Berbayar Dipotong Biaya App Store

Facebook resmi luncurkan fitur acara baru. Fitur ini memungkinkan pemilik halaman dan penyelenggara membuat acara online berbayar. Namun Facebook memprotes potongan biaya dari Apple App Store yang memotong pembayaran acara online berbayar itu.

Jumlah pemakai fitur siaran langsung Facebook selama masa pandemi terus meningkat. Fitur ini tidak hanya dipakai oleh content creator, tapi juga pebisnis yang ingin menjaring pelanggan baru.

Bagaimana tidak, selama pandemi COVID-19, kita semua dianjurkan untuk jaga jarak. Kebijakan ini membuat pelaku usaha atau content creator tidak bisa bertemu orang secara langsung. Makanya, mereka sekarang memakai fitur siaran langsung.

Sadar dengan fenomena ini, Facebook akhirnya meluncurkan fitur acara online berbayar. Sesuai namanya, di fitur ini kalian bisa membuat acara online, mematok harga, mengumpulkan pembayaran, dll, dalam satu platform.

Fitur Acara Online Berbayar Facebook

Jadi fitur acara online ini menggabungkan pemasaran, pembayaran dan video siaran langsung, dalam satu platform. Acara online berbayar diklaim mampu memenuhi kebutuhan bisnis end-to-end.

Sebelum resmi diluncurkan, fitur ini telah melalui serangkaian uji coba. Bahkan, fitur ini juga sempat diuji coba dengan Messenger Rooms. Tujuannya untuk membuat pertemuan yang lebih pribadi dan interaktif.

Sumber Gambar : Facebook Newsroom

Setelah lolos uji coba, kini fitur acara online berbayar telah tersedia di 20 negara. Ke-20 negara ini dipastikan telah memenuhi kebjikan monetisasi dari Facebook. Sayangnya Indonesia belum termasuk dalam 20 negara tersebut.

Sementara untuk pengguna yang bisa memakai fitur ini, kalian perlu memenuhi persyaratan dari Facebook yang meliputi:

  • Standar monetisasi Facebook.
  • Syarat dan ketentuan acara online berbayar.
  • Pedoman App Store untuk pembelian dalam aplikasi.
  • Serta kebijakan iklan dan monetisasi Google Play.

Selain itu, halaman Facebook kalian juga harus ada di wilayah yang sudah mendukung fitur ini. Untuk memeriksa kelayakan halaman kalian untuk monetisasi, buka ‘Creator Studio > Monetisasi > Masalah Kebijakan.’

Facebook Protes Biaya App Store

Karena dipakai untuk mendukung bisnis kecil, maka Facebook tidak akan memungut biaya apa pun dari acara yang dibuat. Setidaknya sampai tahun depan.

Jadi saat ini untuk transaksi di web dan Android, pembuat acara bisa memperoleh 100% pendapatan yang mereka hasilkan dari acara online berbayar. Ketentuan ini berlaku untuk negara yang telah mendukung Facebook Pay.

Lalu bagaimana dengan yang ada di Facebook versi iOS? Inilah yang menjadi polemik saat ini. Pemilik bisnis kecil mungkin tidak akan leluasa jika memakai Facebook versi iOS.

Pasalnya, Apple menolak untuk membebaskan biaya App Store. Apple juga tidak mengizinkan Facebook memakai Facebook Pay. Padahal kalau pakai Facebook Pay, semua biaya App Store bakal ditanggung Facebook.

Fitur Acara Berbayar Online iOS (kiri) dan Android (kanan)

Jadi kesimpulannya, pengguna Facebook versi iOS tidak akan mendapat penghasilan utuh 100% dari acara berbayar. Mereka hanya akan dapat 70% dari total pendapatan acara online berbayar.

Sebagai gantinya, Facebook bakal memberikan label pembelian tiket acara online di iOS. Label itu bertuliskan, “Apple mengambil 30% dari pembelian ini.”

Karena kejadian ini pula, Facebook menuduh ‘pajak Apple’ menghambat rencana mereka. Yakni untuk membantu pelaku bisnis kecil yang tengah berjuang di tengah pandemi COVID-19.

Kalau dipikir-pikir, Apple memang ‘keras’ ya kalau soal ‘uang.’ Pajak atau biaya yang mereka kenakan bisa dibilang ketat dan tidak bisa diganggu gugat.

Jika ada yang melanggar, sanksinya bukan main-main. Katakanlah seperti Epic Games yang memberikan diskon diluar kebijakan App Store. Imbasnya, Apple langsung mendepak game Fortnite dari App Store.

Masalah pun melebar. Karena masalah ini, Epic langsung melayangkan gugatan ke Apple. Hm, mungkin kalau Facebook bandel seperti Epic Store, kejadian yang sama bakal terulang. Hehehe.

%d blogger menyukai ini: