Mengintip Fitur Android P Mendatang

fitur android p
Anom Penulis

Sebagai bagian dari konferensi Google I/O, Google merilis Android P versi beta, generasi terbaru dari sistem operasi Android. Di dalamnya terdapat beberapa fitur  baru yang menarik.

Sebagai versi beta, fitur yang ada itu mungkin belum sempurna. Versi beta memang merupakan versi uji coba, untuk melihat sebaik apa sistem bekerja. Termasuk untuk mendapat masukan dari pengguna yang mencoba.

Mungkin tidak semua pengguna Android bisa menikmati Android P saat dirilis nanti. Sebagai contoh, saya yang memakai Moto G5s Plus bahkan belum menerima upgrade ke Android 8.0 Oreo, seperti yang dijanjikan.

Bagaimanapun, menurut saya, melihat fitur baru tetap menarik. Yuk kita lihat.

[irp posts=”47274″ name=”Yang Perlu Diketahui Tentang Android Go”]

Adaptive Battery

Google bekerja sama dengan DeepMind untuk membangun fitur Android P yang bernama Adaptive Battery. Fitur ini akan memprioritaskan daya hanya untuk aplikasi dan layanan yang paling sering kamu gunakan. Jadi untuk penggunaan daya sehemat mungkin.

fitur android p Adaptive Battery
Adaptive Battery (gamber: Google)

App Actions

Fitur ini akan memberi saran tindakan yang bisa dilakukan oleh aplikasi sesuai apa yang sering kamu lakukan. Google memberi contoh misalnya ketika kamu menghubungkan headphone dengan handphone Android, App Action bisa memunculkan saran playlist Spotify favoritmu.

Google juga menyebutkan kalau App Actions bisa muncul di beberapa tempat seperti: Launcher, Smart Text Selection, Play Store, Google App, dan Google Assistant.

fitur App Actions Android P
App Actions (gambar: Google)

Slices

Fitur ini akan memunculkan sebagian fungsi aplikasi di saat kamu mencarinya. Google memberi contoh dengan aplikasi Lyft (seperti Go-Jek, Uber, Brab, dll). Ketika kamu mencari Lyft di Google Search, akan muncul potongan interaktif berisi informasi harga dan waktu perjalanan menuju lokasi favorit. Pilih salah satu dan aplikasi langsung terbuka pada fungsi tersebut (menampilkan peta dan pilihan memesan).

Android P Slices
Slices (gambar: Google)

Desain dan Sistem Navigasi Baru

Google merubah beberapa sistem navigasi di Android P. Misalnya di kotak navigasi, di Quick Setting, cara melakukan screenshot, dan kontrol volume. Banyak yang menyebut kalau desain dan navigasi baru ini mirip dengan iOS (terutama iPhone X). Tentu saja kita harus mencobanya dulu untuk tahu nyaman tidaknya penggunaan navigasi baru ini.

sistem navigasi baru android p
Sistem navigasi baru Android P
tampilan android p
Penampakan Quick Setting dan Volume Control

Dashboard, App Timer, Wind Down dan Do Not Disturb Baru

Walau merupakan raksasa teknologi, Google rupanya tetap ingin kita menggunakan handphone dengan wajar. Untuk itu, mereka membuat beberapa perangkat baru.

Dashboard akan menampilkan berapa lama kamu menghabiskan waktu dengan handphone. Termasuk waktu menggunakan aplikasi, berapa kali membuka kunci layar, dan berapa notifikasi yang kamu terima.

App Timer akan membantumu mengatur batasan waktu dalam menggunakan sebuah aplikasi. Fitur ini akan memberitahu kalau kamu sudah mendekati tenggat waktu, dan akan merubah tampilan ikon jadi abu-abu sebagai pengingat.

fitur baru android p
Dashboard, App Timer, dan Wind Down (gambar: Google)

Wind Down akan merubah handphone untuk masuk dalam mode Night Light saat sudah malam. Fitur ini akan mengaktifkan mode Do Not Disturb dan memudarkan layar menjadi tampilan abu-abu saat waktu tidur yang kamu tentukan tiba.

Mode Do Not Disturb baru nantinya tidak hanya mematikan suara panggilan telepon dan notifikasi. Tapi juga menonaktifkan semua kegiatan visual yang mengganggu di layar. Lalu, ada gestur baru untuk mengaktifkannya secara otomatis, yaitu membalik handphone (layar ke bawah).

[irp posts=”51730″ name=”Layak Ditunggu: Handphone Xiaomi Redmi Dengan Android One”]

Sebenarnya masih banyak detil perubahan lain di Androif P. Namun mengingat versi Android baru ini masih dalam versi beta, ada kemungkinan terjadi perubahan.

Sejauh ini, fitur Android P yang baru beserta perubahan penampilannya cukup menjadi perdebatan. Sebagian besar karena desain yang terlihat memiliki elemen khas iOS (dengan ujung membundar dan banyak warna putih).

Toh, dengan banyaknya merk handphone membuat versi tampilan Android meeka sendiri, sepertinya tidak banyak yang benar-benar terganggu. Ya kan? Bagaimana menurut kamu?

    %d blogger menyukai ini: