Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Fitur Anti Distorsi di Lensa Lebar Smartphone Dikembangkan

Foto: DXO

Ketika memotret dengan lensa lebar, kita akan menemukan distorsi gambar di bagian pinggir. Beberapa peneliti sedang berusaha menanggulanginya dengan mengembangkan sistem anti-distorsi untuk lensa lebar di smartphone.

Distorsi yang ada di lensa lebar bisa menyebabkan gambar yang dekat dengan lensa jadi melengkung, memanjang, atau memendek pada bagian tertentu. Intinya, tidak sesuai aslinya.

Smartphone masa kini banyak menggunakan lensa lebar sebagai salah satu kameranya. Seperti di Huawei P30 atau Samsung Galaxy S10+. Kedua ponsel tersebut menggunakan konfigurasi lensa wide, telephoto, dan ultra wide.

Begitupun untuk kamera depan alias kamera selfie. Baik kamera depan Huawei P30 atau kamera ganda Samsung Galaxy S10+ sama-sama menggunakan lensa lebar.

Sekelompok peneliti dari Google dan MIT berhasil menemukan cara efektif untuk permasalahan itu. Mereka sudah menerbitkan jurnal berjudul “Distortion-Free Wide-Angle Portraits on Camera Phones”. Di sana mereka mempresentasikan algoritma yang mampu melakukan koreksi, sehingga foto selfie atau foto dari lensa lebar lebih tampak natural.

koreksi distorsi foto lensa lebar
Foto: mit.edu

Usaha dari Google dan MIT, yang dipimpin YiChang Shih, bukanlah satu-satunya. Sebelumnya, sudah banyak cara diterapkan untuk melakukan koreksi. Mulai dari Photoshop, DXO ViewPoint, atau Samsung Face Shape Correction.

Sejauh ini, walau sudah luar biasa bagus, koreksi itu masih mempengaruhi bagian lain di gambar. Misalnya gambar latar atau proporsi obyek lain. Belum ada yang benar-benar ideal.

Algoritma baru ini menciptakan jejaring yang sadar kontur dan melingkupi gambar. Dengan begitu bisa mendeteksi dan memisah bagian wajah dan elemen lain, lalu melakukan koreksi lebih halus untuk distorsi foto lensa lebar.

Para peneliti itu menyebutkan bahwa algoritma mereka memberi hasil bagus untuk foto dengan sudut lebar lensa 70° sampai 120°. Mereka juga menyebutkan kalau algoritma ini mampu bekerja cepat “di tingkat (penggunaan) interaktif”.

Kalau kamu berminat membacanya silakan kunjungi jurnal mereka di situs MIT.

More Stories
Hal Konyol yang Dilakukan Pemain DOTA 2 Saat Bermain League of Legends