Spotify dan LinkedIn Kembangkan Fitur Ruang Audio Mirip Clubhouse

Spotify kabarnya tengah mengembangkan fitur ruang audio mirip Clubhouse. Platform lain seperti LinkedIn juga tengah mengembangkan fitur yang sama.

Popularitas Clubhouse sebagai platform ruang audio memang menanjak secara tiba-tiba. Fenomena ini membuat berbagai pengembang media sosial mencoba membuat tiruan Clubhouse.

Katakanlah seperti Twitter dengan fitur anyarnya yang bernama Space. Kemudian ada Instagram yang ikut-ikutan membuat fitur ruang audio mirip Clubhouse (masih tahap pengembangan).

Sekarang ada lagi Spotify dan LinkedIn. Kedua platform beda ‘genre’ ini sama-sama digosipkan membuat fitur ruang audio bergaya Clubhouse. Kita lihat penampilannya yuk!

Spotify Coba Tiru Clubhouse

Dilansir dari XDA-Developers, Spotify mengumumkan kalau mereka telah mengakuisisi Betty Labs. Betty Labs adalah pengembang aplikasi Locker Room (platform eksklusif iOS yang dirancang khusus untuk penggemar olahraga).

Sebenarnya Locker Room telah berfungsi seperti Clubhouse. Namun di tangan Spotify, perusahaan ingin memperluas jangkauan beserta fiturnya.

Sumber Gambar : Hypebeast

Dalam beberapa bulan mendatang, Spotify akan mengembangkan Locker Room menjadi ruang live audio yang lebih disempurnakan untuk lebih banyak kreator dan penggemar,” kata Spotify dalam pengumumannya.

Lewat pengalaman live baru ini, Spotify akan menawarkan beragam program olahraga, musik, budaya, dan sejumlah fitur interaktif yang memungkinkan pembuat konten terhubung dengan penonton secara real-time,” lanjut Spotify.

Lebih lanjut, Spotify juga mengatakan bahwa mereka akan memberikan kesempatan untuk atlet profesional, penulis, musisi, penulis lagus, podcaster, dll, untuk mengadakan diskusi real-time, debat, sesi tanya apa jawab, dan masih banyak lagi.

LinkedIn Tidak Mau Kalah

Sementara itu platform media sosial LinkedIn juga menerapkan fitur ruang audio. Alessandro Paluzzi, seorang pengembang aplikasi, telah menemukan bukti dalam kode LinkedIn dan sepertinya layanan itu tengah mengerjakan fitur ruang audio.

Paluzzi menuturkan kalau fitur ini masih belum berfungsi. Tapi desainnya sudah hampir jadi dan terlihat super mirip dengan Clubhouse.

Kalau kamu perhatikan lewat cuitan Paluzzi di atas, ada beberapa orang yang berperan sebagai pembicara. Sementara peserta lain dapat bergabung ke ruang sebagai pendengar (dan kemudian meminta untuk bergabung dengan pembicara).

Menariknya tak lama setelah Paluzzi men-tweet tangkapan layar ini, Direktur Senior Produk di LinkedIn terlihat membalas cuitan tersebut. Ia bahkan sedikit membocorkan fitur yang akan datang.

%d blogger menyukai ini: