Habis Twitter, Instagram Kembangkan Fitur Ruang Audio Mirip Clubhouse

Susul media sosial lain, sekarang Instagram kabarnya sedang mengembangkan fitur ruang audio yang mirip dengan Clubhouse. Bagaimana bentuknya?

Nama Clubhouse baru-baru ini memang sedang viral di mana-mana. Berkat kepopulerannya, interaksi berbasis suara mungkin akan menjadi masa depan baru bagi dunia media sosial.

Untuk saat ini, Clubhouse baru tersedia di iOS dan hanya bisa diakses kalau pengguna lain mengundangmu. Melihat ini sebagai peluang potensial, raksasa media sosial seperti Twitter ( lewat Space) coba mengadaptasi fitur mirip Clubhouse.

Facebook juga tidak mau ketinggalan nih. Gosipnya Facebook tengah membuat aplikasi mirip Clubhouse. Lalu yang terbaru, Instagram juga sedang mengembangkan fitur ruang audio mirip Clubhouse.

Fitur Ruang Audio Instagram Mirip Clubhouse

Selama ini, fitur Instagram Live telah menjadi sarana populer yang dipakai mayoritas pengguna. Apalagi buat tokoh publik atau selebgram yang ingin berinteraksi langsung dengan penggemar mereka.

Agar fitur lebih seru, Instagram meluncurkan Live Room. Fitur yang ada di dalam Live ini memungkinkan pengguna melakukan siaran langsung bersama tiga pengguna lain.

Sejalan dengan ini, Instagram juga tampaknya bekerja pada fitur live audio room (ruang audio langsung). Jadi lewat fitur ini, host (pembuat live) bisa menambahkan banyak pengguna lain selama seri live audio berlangsung.

Alessandro Paluzzi dari App Researcher, membagikan tangkapan layar dari fitur ruang audio yang kini tengah dikembangkan Instagram.

Di salah satu tangkapan layar, kami melihat ikon mikrofon di samping camcorder (ikon yang biasanya muncul selama sesi video langsung).

Sayangnya, Paluzzi tidak membagikan detail apa pun tentang fungsionalitas fitur ruang audio Instagram. Tapi penempatan ikon mikrofon tepat di sebelah ikon kamera, menunjukkan bahwa Instagram bisa mengintegrasikan ruang audio dan video langsung.

Oya selain mengembangkan fitur ruang audio, Instagram juga tengah mencoba memperkuat fitur obrolan (DM) mereka. Yakni dengan mengembangkan enkripsi end-to-end (E2EE). Hal ini juga dibeberkan olah Paluzzi. Tapi yah.. Tidak ada detail apa pun soal enkripsi ini.

Fitur tersebut sedang dalam proses pengembangan dan tidak tersedia untuk pengguna. Kami akan berikan informasi yang lebih detail nantinya.

%d blogger menyukai ini: