Horeee.. Sekarang Kamu Bisa Gabung Clubhouse Tanpa Undangan

Asyik! Sekarang kamu bisa gabung Clubhouse tanpa perlu undangan lho. Jadi sekarang kamu bisa pakai Clubhouse sepuasnya deh.

Setelah 16 bulan berjalan, Clubhouse akhirnya memutuskan untuk ganti logo. Sekarang logo terbaru Clubhouse menampilkan telapak tangan berwarna kuning yang terlihat sedang melambai.

Bukan cuma itu saja kabar menarik yang disampaikan Clubhouse. Baru-baru ini Co-Founder Clubhouse, Paul Davison dan Rohan Seth mengatakan kalau aplikasi Clubhouse sekarang tersedia untuk semua orang, nggak lagi cuma untuk undangan.

Sampai saat ini, setidaknya masih ada 10 juta orang yang ada dalam daftar tunggu. Tapi jubir Clubhouse mengonfirmasi kalau orang-orang di daftar tunggu perlahan akan ditambahkan ke aplikasi, dan bisa memanfaatkan Clubhouse tanpa undangan.

aplikasi clubhouse

Sistem undangan sendiri memang telah menjadi sebuah ‘tradisi’ sejak Clubhouse pertama kali dibuat. Jadi dulu kalau mau gabung menjadi peserta Clubhouse, orang-orang harus mendapatkan undangan dari host lebih dulu. Kalau nggak ada undangan, ya mereka nggak bisa bergabung.

Mekanisme ini jelas ada sisi positif dan negatifnya. Sisi positifnya, hanya orang ‘sefrekuensi’ dengan komunitas saja yang bisa bergabung ke obrolan. Tapi sisi negatifnya, peserta yang ikut di ruang obrolan cuma itu-itu saja dan mungkin cenderung membosankan.

Jadi dengan diubahnya mekanisme seperti sekarang ini, komunitas yang ada di Clubhouse mungkin bisa lebih berkembang. Yah setidaknya, peserta yang ikut di ruang obrolan bisa lebih bervariasi lah.

Sementara itu, layanan-layanan anyar yang coba dihadirkan Clubhouse sebenarnya terkesan cukup lambat. Bagaimana tidak, di saat Clubhouse membangun produknya dan bikin daftar tunggu untuk orang-orang, pesaingnya Twitter Space justru bisa dibuka untuk semua orang.

Bukan cuma itu, aplikasi ini awalnya juga hanya tersedia untuk perangkat iOS. Padahal kalau dia mau ‘selangkah lebih cepat’ untuk menghadirkan aplikasi versi Android, mungkin pengguna Android bakal pikir-pikir untuk memakai pesaingnya (contoh Twitter Space versi Android yang sudah rilis lebih dulu).

Gimana menurutmu?

%d blogger menyukai ini: