India & China Makin Panas! Apple, Xiaomi dan Foxconn Terpuruk

Ketegangan antara India dan Cina makin panas! Bahkan perusahaan seperti Apple, Xiaomi dan Foxconn pun sampai kena imbasnya.

Dua bulan ini, kabar soal retaknya hubungan India dan Cina memang sedang ‘hot’ diperbincangkan. Hubungan kedua negara memanas, setelah adanya konflik di daerah perbatasan dua negara.

Buntut dari konflik ini adalah pemboikotan 59 aplikasi Cina oleh India. Beberapa aplikasi yang dilarang adalah Mobile Legends, TikTok, Weibo, Bigo Live, dll.

Tidak sampai di situ, baru-baru ini Bea Cukai India juga menunda impor barang dari Cina. Karena penundaan ini, perusahaan Apple, Xiaomi dan Foxconn auto terpuruk.

Sumber Gambar : Beebom

Apple, Xiaomi & Foxconn Terpuruk

Ketegangan di Indo-China memang berimbas ke banyak hal. Bahkan dunia bisnis pun mulai merasakan panasnya hubungan mereka.

Apalagi beberapa waktu lalu, Bea Cukai India mengumumkan kalau mereka menunda impor dari Cina. Penundaan dilakukan Bea Cukai karena mereka harus memeriksa semua barang dari Cina secara ketat.

Dikutip dari Reuters, ada lebih dari 150 kontainer Cina yang ditahan di Chennai. Sementara beberapa diantaranya kini tengah diperiksa oleh Bea Cukai.

Foxconn menjadi salah satu perusahaan yang kena imbasnya. Foxconn adalah produsen dari Taiwan yang sebelumnya menjadi investor besar di Chennai.

Foxconn di Chennai digunakan untuk memproduksi produk global Apple. Otomatis kalau impor barang  Cina ditunda, aktivitas Foxconn bakal lumpuh total. Bahkan kabarnya, banyak pekerja Foxconn terpaksa tinggal di asrama karena tidak ada pekerjaan.

Tidak hanya itu, Foxconn pun juga tidak bisa memproduksi produk Apple. Nah, inilah yang membuat Apple akhirnya ikut terpuruk.

Sedangkan Xiaomi dan beberapa perusahaan Cina lain juga tidak lepas dari dampak buruknya. Bagaimana tidak, pasar smartphone di India didominasi oleh produk Cina.

Kalau produk Cina sampai mengalami penundaan, pasti perusahaan akan mengalami rugi besar. Tidak heran sih, karena sejak konflik Indo-Cina memanas, sentimen anti-Cina di India memang semakin besar.

Di sisi lain, baik perusahaan yang kena dampak atau pemerintah India, tidak ada yang memberi komentar soal hal ini. Tapi seorang pejabat Kementerian Keuangan mengatakan kalau pemeriksaan kontainer cuma sementara.

Kami tidak mungkin selamanya memeriksa 100% isi kontainer. Pengiriman perusahaan non-Cina yang terkena dampak, akan diperiksa berdasarkan prioritas,” kata pejabat tersebut.

%d blogger menyukai ini: