Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner

Tambah Lagi! India Cekal PUBG Mobile, Alipay, Baidu, dan Aplikasi Lain

main game pubg mobile di android
Anom Penulis

Pemerintah India kembali cekal berbagai aplikasi asal Cina atau yang berhubungan dengan Cina, termasuk PUBG Mobile, Alipay, dan Baidu. Total aplikasi dan game yang masuk daftar larangan kali ini ada 118 buah.

Sebelum ini, pemerintah India sudah melarang 59 aplikasi. Di dalam daftar larangan awal ini terdapat TikTok, Mobile Legends, UC Browser, WeChat, Clash of Kings, ShareIt, Bigo Live, Hago Play, dll.

popculture.id

Setelah larangan itu memang sudah tersiar kabar kalau pemerintah India akan melanjutkan larangannya. Kabar juga sudah menyebutkan kalau PUBG Mobile akan masuk di sana.

Benar saja. Melalui situs resmi, Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India mengumumkan larangan terhadap 118 aplikasi dan game asal Cina lain. Alasannya masih sama. Yaitu adanya keluhan soal keamanan data dan privasi.

Selain itu, Pusat Koordinasi Kriminalitas Dunia Maya dari Kementerian Dalam Negeri India juga memberikan rekomendasi untuk memblokir aplikasi yang dianggap berbahaya itu.

Di dalam daftar tersebut, pemerintah India menyebutkan PUBG Mobile Nordic Map: Livik dan PUBG Mobile Lite. Tapi bukan hanya PUBG saja nama ngetop yang masuk di daftar cekal itu. Kali ini ada cukup banyak game populer lain.

Selain PUBG, yang juga masuk di daftar tersebut beberapanya adalah: AFK Arena, Cyber Hunter (dan versi Lite), Dawn of Isles, Super Mecha Champion, Ranger of Oblivion (di sini bernama Errant: Hunter’s Soul), MARVEL Super War, Onmyoji, Arena of Valor, dan juga Rules of Survival.

Untuk aplikasi, juga terdapat nama-nama populer. Misalnya: Alipay,  Baidu, ShareSave by Xiaomi, CamCard, beberapa varian aplikasi WeChat, Mobile Taobao, dll. Selain itu ada pula aplikasi VPN untuk TikTok.

Kelihatannya hubungan antara Cina dan beberapa negara terus memanas. Selain India, tentu saja ada Amerika yang juga ramai dengan berbagai kasus, seperti Huawei, TikTok, dan WeChat. Yah, mungkin ternyata dunia belum siap dengan globalisasi. Hahaha…

    %d blogger menyukai ini: