Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner
Zenbook 14 UX425 banner

Pemerintah Inggris Akan Hapus Infrastruktur Jaringan 5G Huawei

Anom Penulis

Nasib Huawei kelihatannya semakin suram seiring memburuknya citra perusahaan itu di mata internasional. Menyusul sanksi Amerika, Inggris pun berencana menghapus infrastruktur jaringan 5G Huawei di negaranya.

Pemerintah Inggris sudah memberi pernyataan resmi untuk masalah ini. Rencananya, Inggris akan bersih dari infrastruktur jaringan 5G Huawei sebelum tahun 2027. Keputusan ini merupakan hasil dari saran National Cyber Security Centre (NCSC) dengan pertimbangan imbas sanksi Amerika terhadap Huawei.

popculture.id

Selain penghapusan infrastruktur yang ada, Inggris juga akan melarang pembelian perlengkapan 5G lain setelah tanggal 31 Desember 2020. Infrastruktur jaringan 2G, 3G, dan 4G yang ada bisa tetap beroperasi sampai tidak dibutuhkan lagi.

Menyusul kasus daftar hitam, Amerika sudah melarang penjualan perangkat semikonduktor ke Huawei. Hal ini mengakibatkan Huawei harus mencari cara lain untuk membangun tenologi mereka. NCSC menganggap bahwa ketiadaan akses pada teknologi itu (dari Huawei) dan tidak adanya alternatif yang cukup baik, tidak menjamin keamanan perangkat Huawei di masa depan.

Walau Huawei sudah melengkapi jaringan komunikasi di Inggris sejak 2005, Pemerintah Inggris tidak ingin operator komunikasi tergantung pada satu pemasok saja. Oleh karena itu, mereka menyarankan operator mulai beralih dari Huawei.

Robert O’Brien, penasihat keamanan nasional pemerintahan Presiden Trump, menyatakan dukungan Pemerintah Amerika atas keputusan itu. “Aksi yang lakukan Inggris mencerminkan perkembangan konsensus internasional bahwa Huawei dan vendor tidak terpercaya lain merupakan ancaman keamanan nasional, karena mereka masih perpanjangan tangan Partai Komunis Cina.”

Sementara Duta Besar Cina untuk Inggris, Liu Xiaoming, memberi pernyataan lewat Twitter, “Keputusan Inggris atas Huawei salah dan sangat mengecewakan. Ini memicu pertanyaan apakah Inggris bisa menyediakan lingkungan bisnis yang terbuka, adil, dan bebas diskriminasi bagi perusahaan dari negara lain.”

    %d blogger menyukai ini: