Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Inilah Deretan Film Hollywood yang Dilarang Tayang di Indonesia

Indri Penulis

Semua film tentu memiliki pesan yang ingin mereka sampaikan kepada penonton. Oleh karena itu, para sineas bersaing agar dapat menghasilkan film berkelas.

Namun tidak semua film yang dibuat mampu diterima oleh masyarakat. Beberapa film justru harus ditolak oleh beberapa negara dengan berbagai alasan.

popculture.id

Salah satu alasan yang membuat sebuah film dicekal di suatu negara adalah, film tersebut dinilai terlalu menyimpan dari nilai serta norma dari negara tersebut.

Indonesia merupakan salah satu negara yang langganan menolak film Hollywood untuk tayang. Tentunya tidak sedikit alasan yang melatarbelakangi hal tersebut.

Dan berikut ini film Hollywood yang dilarang tayang di Indonesia:

Fifty Shades of Grey (2015)

Film Fifty Shades of Grey diangkat dari sebuah novel. Sebelumnya telah banyak pembaca novelnya dari Tanah Air yang menunggu penayangan film ini.

Namun sayang, pembaca novel di Indonesia harus menelan kekecewaan. Hal ini lantaran film tersebut tidak diperbolehkan tayang di Indonesia.

Alasannya adalah, Fifty Shades of Grey terlalu banyak menampilkan adegan vulgar. Selain itu, banyak adegan intim yang terlalu ‘berani.’ Oleh sebab itu, tidak heran jika film ini dilarang tayang di Indonesia.

Schindler’s List (1993)

Setiap film yang membahas mengenai Nazi selalu kontroversial. Dan salah satunya adalah film Schindler’s List yang dikerjakan oleh sutradara Stevem Spielberg.

Film ini tidak hanya ditolak di Indonesia, namun juga ditolak oleh beberapa negara. Film ini menceritakan tentang Oskar Schindler’s yang menyelamatkan para tawanan Yahudi dan Nazi.

Hal ini kemudian disamakan dengan kasus PKI. Dimana film Schindler’s List dirasa terlalu sensitif. Tidak hanya itu, film ini juga berpotensi menimbulkan keributan massal di seluruh dunia.

Oleh karena itu, banyak negara tidak mau menanggung resiko besar. Mereka langsung mencekal film ini. Speilburg bahkan menyayangkan tindakan dari beberapa negara tersebut. Menurutnya, film ini hanya sebagai ungkapan kemanusiaan seorang Oskar.

Balibo (2009)

Film yang satu ini memang dianggap cukup kontroversial, termasuk salah satunya di Indonesia. Bagaimana tidak, film ini menceritakan tentang sudut pandang lain mengenai konflik di Timor Leste.

Selain itu, film ini juga menunjukkan adegan dimana lima wartawan di Australia, yang tengah meliput konflik tersebut dan dibunuh oleh TNI.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia benar-benar menolak keras film ini. Hal ini karena film tersebut dianggap mengangkat fakta sejarah yang tidak benar.

Jika film ini tetap tayang di Indonesia, maka dikhawatirkan akan muncul konflik besar nantinya. Oleh sebab itu, tidak heran apabila pemerintah Indonesia menolak keras film ini.

The Year of Living Dangerously (1982)

Film jadul ini juga dilarang tayang di bioskop Indonesia. Alasan utamanya karena film ini menceritakan tentang pemberontakan yang dilakukan oleh PKI di Tanah Air pada tahun 1965.

Oleh sebab itu, pemerintah saat itu langsung menolak film ini untuk ditayangkan. Waktu itu peristiwa pemberontakan PKI memang masih sangat sensitif bagi masyarakat.

Ditambah lagi film ini juga menggambarkan suasana politik sebelum PKI berlangsung. Bahkan film yang diangkat dari sebuah novel ini, sampai saat ini masih belum pernah tayang di bioskop Indonesia.

Noah (2014)

Sebenarnya secara garis besar film ini menceritakan tentang kehidupan Noah atau umat Islam menyebutnya dengan Nabi Nuh.

Film yang dibintangi oleh Emma Watson serta Russel Crowe ini sebenarnya bukanlah film buruk. Tapi banyak pihak beranggapan jika cerita dalam film ini tidak sesuai fakta.

Ditambah lagi masyarakat Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Oleh karena itu, film ini dikhawatirkan dapat menimbulkan perdebatan karena dinilai terlalu menyimpang.

    %d blogger menyukai ini: