Inilah Pesan dari Beberapa Supermodel Tentang Bahaya Instagram

Banyak supermodel di dunia bergantung terhadap Instagram. Namun dibalik popularitas itu, supermodel punya pesan tentang bahaya Instagram.

Kalian tentu tidak asing dengan model Kaia Gerber dan Gigi Hadid bukan? Mereka berdua adalah model kelas dunia atau yang kerap disebut supermodel.

Baik Kaia maupun Gigi memiliki jutaan pengikut di Instagram. Setiap unggahan mereka pasti menuai ribuan hingga jutaan like dan komentar.

Namun ternyata popularitas dari Instagram tidak selamanya membuat para supermodel bahagia. Hal ini ditandai dengan pesan yang ada di casing ponsel mereka.

Pesan Supermodel Tentang Gangguan Mental dari Instagram

Sumber Gambar : ET Canada

Supermodel kerap mengunggah foto selfie di depan cermin. Saat itu, kalian dapat menemukan sebuah pesan yang tertempel di casing ponsel mereka.

Pesan tersebut bertuliskan, ‘social media seriously harms your mental health.’ Atau jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia menjadi, ‘media sosial benar-benar membahayakan kesehatan mental kalian.’

Tidak hanya Gigi dan Kaia yang menggunakan pesan tersebut. Beberapa supermodel lain yang memiliki pesan itu adalah Madison Beer, Hailey Bieber, Delilah Belle, dll.

Darimana Asal Casing Tersebut?

Sumber Gambar : Sorry Not Sorry

Casing ini berasal dari Urban Sophistication, brand tersebut berusia 4 tahun. Brand ini khusus membuat pakaian dan aksesoris yang menunjukkan jati diri, branding dan frase yang ironis.

Ciri khas dari casing ini adalah tidak punya warna alias transparan. Selain itu, terdapat pesan ‘Social media seriously harms your mental health,’ di bagian belakang.

Brand tersebut telah merilis casing seharga $35 pada Desember 2017. Casing ini tetap menjadi best-seller di kalangan supermodel, wannabe influencer, hingga para selebgram.

Hasil Penelitian Tentang Penggunaan Instagram

Sumber Gambar : People

Selama ini ada berbagai penelitian dilakukan terhadap Instagram. Penggunaan Instagram berlebihan ternyata bisa menyebabkan depresi dan kesepian.

Kasus ini rupanya tidak hanya dialami oleh pengguna biasa. Bahkan orang paling cantik di dunia, dan punya jutaan followers juga khawatir tentang efek media sosial terhadap otak dan harga diri mereka.

Ini hanya sedikit pengingat dalam cerita saya. Dan kami hanya melakukannya karena like.” Kata Petra Vukotic, model asal Italia dengan 25.000 followers.

Saya melihatnya sebagai pengingat, bahwa like dan media sosial adalah sebuah obat. Ini membuat ketagihan. Dan ini adalah simbol bahwa kami berharga,” lanjutnya.

Ada sebuah ungkapan, ‘media sosial adalah tempat orang bersandiwara.’ Ungkapan tersebut memang benar, sebab kita tidak tahu kondisi orang sebenarnya hanya dari postingan Instagram saja.

Bisa jadi orang tersebut berbagi postingan supaya terlihat bahagia. Padahal belum tentu dalam kehidupan nyata mereka benar-benar bahagia.

Hal di atas juga diungkapkan oleh Maria Gabriela Santos. Dia adalah supermodel dengan pengikut Instagram yang mencapai 7.700 orang.

Aku harap semua orang sadar bagaimana media sosial mengubah pikiran kita. Media sosial juga mengubah cara pandang kita satu sama lain,” kata Maria.

Penampilan kami di media sosial, bukanlah kepribadian kami yang sebenarnya di dunia nyata,” lanjutnya.

Instagram sendiri telah mengakui bahwa aplikasinya bisa mendorong perilaku negatif. Oleh karena itu, mereka bereksperimen untuk memperbaiki masalah tersebut.

Seperti yang dilakukan Instagram awal tahun 2019. Mereka menguji fitur untuk menyembunyikan hitungan like pada postingan. Dengan begitu, orang bisa fokus dengan foto dan video saja.

Kira-kira seperti apa Instagram jika tidak ada hitungan like pada postingan ya? Apakah Instagram tetap menarik seperti sekarang, atau sebaliknya?

%d blogger menyukai ini: