Diskon VPN terbaik: Klik di sini

Inilah Strategi di Film Horor yang Bikin Bosan Penonton

Saat ini sudah tidak terhitung lagi film horor yang dirilis. Dan jika diamati, maka setiap film horor mempunyai hal yang sama. Formula adegan yang selalu diterapkan dalam film horor seperti berdasarkan filosofis, sampai hal-hal receh sekali pun.

Sayangnya, formula yang diterapkan dalam film horor ini selalu diulang. Dan hal tersebut justru membuat penonton merasa bosan dengan sendirinya.

Kami telah merangkum beberapa hal di film horor yang membuat penonton bosan.

Sumber Gambar : Kincir

Terjatuh Disaat Keadaan Berbahaya

Dalam film horor pasti ada adegan dimana pemeran sedang dikejar, atau tengah kabur dari kejaran sang pembunuh berantai hingga iblis yang sangat kuat.

Saat sedang berlari, pemain tersebut tiba-tiba teratuh. Setelah jatuh, bukannya bangkit tapi dia justru merangkak mundur. Jika sudah begitu, tinggal menunggu beberapa detik dan nyawanya akan melayang.

Entah dia meninggal karena diterkam oleh monster, atau dibunuh oleh sang pembunuh berantai, hingga dimakan oleh iblis yang tengah marah.

Penyelamat Datang Disaat-saat Terakhir

Terdapat beberapa film horor yang tidak ingin karakter mati sia-sia, serta ingin memberikan ending indah. Jika seperti itu kasusnya, maka formula yang satu ini pasti akan digunakan.

Karakter utama yang sudah pasrah saat genting, biasanya selalu diselamatkan oleh pemain lain yang dikira sudah mati namun ternyata masih hidup.

Jika karakter utama perempuan, maka biasanya dia akan diselamatkan oleh karakter laki-laki. Uniknya, pihak berwenang seperti polisi justru datang paling belakang.

Kalaupun mereka datang terlebih dahulu, biasanya polisi justru tidak banyak membantu dan berakhir dengan mati terbunuh. Polisi juga cenderung tidak percaya dengan pengakuan dari karakter utama.

Orang Dewasa Tidak Percaya Hantu, Anak-anak Lebih Tahu

Namanya juga film Hollywood, oleh sebab itu sebagian besar tokoh dewasa tidak percaya dengan hal berbau mistis. Mereka bahkan tidak percaya jika rumah yang dihuni berhantu.

Orang dewasa memilih untuk tetap menempati rumah tersebut. Mereka juga mengabaikan berbagai bukti yang ada. Sedangkan anak mereka justru lebih peka.

Sejak awal kedatangan mereka di rumah, anak-anak biasanya akan melihat hantu. Namun aduan mereka justru diabaikan orang tua begitu saja.

Dan ketika keadaan mulai kacau, barulah orang dewasa percaya jika rumah mereka benar-benar berhantu. Pertanyaannya, mau sampai kapan film horor menggunakan konsep seperti ini?

Sebut saja seperti film The Conjuring (2013), Donโ€™t Be Afraid of the Dark (2010) dan Poltergeist (1982). Ketiga film horor itu menghadirkan alur cerita sama seperti yang sudah kami paparkan di atas.

Yang lebih parah adalah adegan seorang ayah yang mengabaikan kondisi horor tersebut. Dia berusaha menenangkan, namun hal tersebut justru membuat keluarganya terancam dalam bahaya.

Ada Hantu di Kolong Tempat Tidur Gelap, Lemari, atau Lorong

Sudah bisa dipastikan jika ketika melihat film horor, kalian akan menemukan situasi saat karakter yang telah tertidur, tiba-tiba akan terbangun karena suara aneh dari lemari atau kolong tempat tidur.

Ketika hal itu terjadi, biasanya karakter dengan berani akan memeriksa keadaan. Ketika dia memeriksa hanya ada 2 kemungkinan, yaitu ada hantu atau tidak ada apa-apa.

Jika memang hantu muncul saat itu, penonton akan dikagetkan dengan kemunculannya secara mengejutkan. Tapi jika tidak ada apa-apa, kalian harus waspada. Sebab bisa jadi hantu itu ada dibelakang pemain.

Apabila pada awal film sudah disuguhi adegan semacam ini, tentu akan menimbulkan perasaan deg-degan. Tapi jika sudah terlalu sering melihat adegan seperti itu, lama-lama kalian akan hafal urutannya dan tidak merasa takut lagi.

More Stories
4 Kota Canggih di Dunia yang Terbangkalai dan Berhantu