Jumlah Kamera di Handphone Mulai Terlalu Banyak

Nokia 9 PureView

Kamera memang merupakan salah satu daya tarik ketika kita beli handphone. Akhir-akhir ini, jumlah kamera handphone semakin meningkat. Mulai nampak berlebihan.

Persaingan Kamera Handphone

Persaingan kamera handphone sudah berlangsung sejak lama. Gebrakan pertama yang benar-benar memukau mungkin adalah teknologi PureView dari Nokia. Teknologi ini sempat duduk di papan atas uji perbandingan kamera kala itu. Sejak handphone Nokia masih independen, sampai menjadi bagian dari Microsoft.

Toh, kamera dengan resolusi besar tidak berkembang menjadi tren saat itu. Adaptasi dari merk handphone lain boleh dibilang nihil.

Dual lens camera Huawei p9 leica
Foto: Inquirer.net

Kemudian hadir gelombang berikutnya. Tren kamera ganda. Huawei P9 merupakan salah satu pionir teknologi ini. Kamera ganda yang membawa efek bokeh (DoF sempit) ini menunjukkan kemampuan yang tadinya sulit dicapai oleh kamera handphone. Walau lambat, kamera ganda kemudian menjadi standar fotografi smartphone. Bahkan merambah ke kamera depan.

Tapi lagi-lagi Huawei membuat lompatan teknologi. Pada tahun 2018 mereka memperkenalkan sistem tiga kamera di handphone. Saat merk lain tengah mengadaptasi kamera ganda. Sistem tiga kamera di Huawei P20 ini memberi kemampuan foto low-light yang lebih baik. Sistem 3 kamera ini juga hadir di Huawei Mate 20.

Samsung pun ternyata tidak mau kalah. Mereka merilis Samsung Galaxy A9 dengan sistem empat kamera belakang! Walau begitu, cukup menarik melihat bagaimana Samsung memakainya di handphone kelas menengah, bukan di kelas atas atau flagship.

samsung galaxy a9
Foto: soyacincau.com

Perangkat Lunak Masih Berperan

Sampai di sini kita sudah melihat perkembangan kamera handphone yang luar biasa. Mulai piksel besar sampai kamera yang banyak. Di sisi lain, ada hal lain yang menarik.

Kita tahu kalau Google merilis handphone mereka sendiri yang bertajuk Pixel. Sampai sekarang jumlah kamera handphone Pixel tidak bertambah. Masih kamera tunggal di bagian belakang.

Dengan bermodal perangkat lunak alias algoritma pengolah gambar, Google berhasil membuktikan kalau kamera tunggal bisa memberi hasil foto yang tidak kalah β€” atau malah lebih baik β€” daripada handphone dengan kamera banyak.

pixel night sight
Fitur Night Sight Google Pixel (Foto: Venture Beat)

Aplikasi kamera Pixel bisa membuat efek bokeh yang bagus. Aplikasi ini juga bisa membuat foto HDR+ dengan rentang gradasi cahaya yang dahsyat. Lalu, mereka juga bisa membuat live photo.

Bahkan ketika aplikasi ini dimodifikasi untuk handphone lain, kemampuannya pun bisa meningkatkan hasil foto. Cukup banyak versi modifikasi tersebut. Salah satunya adalah untuk ASUS ZenFone Max Pro M1 (yang saya coba).

Handphone Pixel 3 pun berhasil memukai dengan teknologi Night Sight. Teknologi ini bisa membuat gelapnya malam terlihat lebih terang dan jelas.

Jumlah Bertambah dan Kita Bertanya

Toh fakta bahwa perangkat lunak sangat berperan tidak menghalangi produsen handphone mengembangkan jumlah kamera. HMD Global dikabarkan akan merilis Nokia 9 PureView akhir Januari 2019. Handphone ini disebut akan memiliki sistem lima kamera belakang (atau malah enam?).

Di titik ini mungkin kita mulai bertanya. Apakah jumlah kamera dan kualitas yang dibawanya benar-benar sepadan? Apalagi ada resiko penampilan handphone itu tampak menggelikan.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sistem kamera ganda atau triple memang membantu. Toh hampir pasti kita selalu pakai setelan otomatis. Tinggal pilih portrait mode atau low-light, dan ambil gambar.

Saat ini kita belum tahu apa fungsi kamera tambahan lain. Apakah foto wide? Makro? Fish eye? Pertanyaannya, apakah fungsi tersebut akan sering kita pakai? Toh kalau kamu perhatikan, cukup jarang yang menampilkan foto panorama di media sosial. Kebanyakan hanya foto standar.

Jadi, apakah jumlah kamera yang semakin bertambah banyak ini sepadan dengan harga yang kita bayar? Jawabannya mungkin subyektif. Tapi tidak ada salahnya dong kalau kita pertimbangkan. Betul tidak?