Apa Hasil Foto Google Camera di ASUS Zenfone Max Pro M1 Lebih Baik?

memakai google camera di asus zenfone max pro m1

Beberapa waktu lalu saya memasang Google Camera di ASUS Zenfone Max Pro M1 yang saya pakai dan berhasil. Pertanyaan terbesar yang hadir di benak saya adalah “Apakah hasil foto Google Camera di ASUS Zenfone Max Pro M1 memang lebih baik dari aplikasi kamera bawaan?”.

Aplikasi Google Camera sering mendapat pujian. Aplikasi ini bisa membawa portrait mode di handphone Google Pixel yang hanya punya satu kamera (bukan kamera ganda). Selain itu ada pula fitur HDR+. Kehebatan aplikasi ini bisa membawa handphone Google Pixel menjadi salah satu handphone kamera terbaik.

Tapi aplikasi Google Camera yang ada untuk ASUS Zenfone Max Pro M1 adalah versi port. Sebuah aplikasi yang direka ulang agar bisa berfungsi di perangkat lain. Ya, tentu saja ada perbedaan spesifikasi dan konfigurasi perangkat keras di antara Google Pixel dan Zenfone Max Pro M1. Dengan begitu, saya pikir cukup wajar kalau pertanyaan di atas muncul.

Fitur Google Camera di ASUS Zenfone Max Pro M1

Aplikasi Google Camera menawarkan banyak fitur menarik. Fitur-fitur itu di antaranya:

  • Timer
  • HDR+ (pilihan: Off, On, Enhanced)
  • Motion Photo (Off dan On)
  • Grid (Off, 3×3, 4×4, Golden Ratio)
  • White Balance (Auto, Cloudy, Sunny, Fluorescence, Tungsten)
  • Flash (Off, Auto, On)
  • Auto Exposure/AE (Akan muncul tuas pengatur saat kamu melakukan focusing. Bisa dikunci)
  • Panorama
  • Photo Sphere
  • Lens Blur
  • Portrait (ada fitur Face Retouching)

Selain itu kamu juga bisa menemukan banyak pengaturan lain yang lebih detil di Setelan aplikasi. Misalnya mengatur HDR+, menyimpan berkas RAW (selain JPEG), resolusi, burst shots, dll.

tampilan aplikasi google camera

Tampilan aplikasi Google Camera

Dari semua fitur yang ada, saya menemukan hanya dua fitur yang kelihatannya tidak berfungsi. Yaitu Panorama dan Photo Sphere. Selebihnya, semua berfungsi baik. Termasuk Lens Blur, Portrait, dan Motion Photos.

Berdasar beberapa percobaan, dalam menggunakan Motion Photos, harus ada obyek bergerak yang cukup jelas dikenali. Asap, walau bergerak, kalau tidak cukup tebal, tidak akan dikenali. Lalu obyek tidak bergerak, walau berganti (misalnya lampu berkedip), tidak tertangkap di Motion Photos.

Perbandingan Google Camera dan Aplikasi Kamera Bawaan

Saya sudah mencoba memotret dengan aplikasi ini cukup banyak dan membandingkannya dengan aplikasi kamera bawaan. Namun kelihatannya tidak mungkin untuk menunjukkan semua hasil foto Google Camera di ASUS Zenfone Max Pro M1. Jadi saya hanya akan menghadirkan beberapa saja. Perlu saya sebut juga di sini kalau saya mencoba penggunaan foto secara umum. Jadi saya belum mencoba mengolah hasil foto dalam bentuk RAW. Oya, silakan klik/tap foto untuk melihat dalam ukuran sebenarnya.

Fokus Kamera

Untuk proses fokus, aplikasi Google Camera lebih nyaman dipakai. Proses ‘touch to focus‘ berjalan lebih cepat dan lebih akurat. Sementara di aplikasi bawaan, proses ini kurang responsif dan kadang fokus “terpental” kembali ke tengah.

Tampilan Viewfinder di Layar

Untuk tampilan kamera di layar, aplikasi kamera bawaan lebih terang dari Google Camera. Hal ini memudahkan kamu untuk memilih fokus, mencari komposisi, atau memperhatikan detil obyek. Di sisi lain, tampilan di layar itu bisa berbeda dengan hasil foto. Untuk kedekatan antara tampilan di layar dan hasil, Google Camera lebih pas.

Otomatis

Untuk pemotretan secara otomatis, hasil foto Google Camera dan aplikasi kamera bawaan boleh dibilang seimbang. Tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan.

tes default auto 01

Mode otomatis kamera bawaan

tes gcam hdr off 01

Mode otomatis (HDR off) aplikasi G Cam

HDR

Jangan salah, aplikasi kamera bawaan juga punya mode HDR. Sementara aplikasi Google Camera memiliki mode HDR+ dan HDR+ Enhanced. Menggunakan fitur ini sedikit tricky karena bisa berbeda di kondisi berbeda (tergantung pencahayaan dan kontras).

Ketika mode HDR aktif, Google Camera (HDR+) cenderung memiliki rentang pencahayaan yang lebih baik. Beberapa detil yang awalnya sedikit overexposed bisa terlihat. Sedangkan aplikasi kamera (HDR) bawaan cenderung membuat foto lebih terang. Sehingga beberapa obyek yang terlalu terang tetap nampak terlalu terang.

Mode HDR+ Enhanced di Google Camera membawa rentang pencahayaan lebih baik lagi. Beberapa bagian yang overexposed terlihat dengan baik. Namun, kalau kontras pencahayaan cukup tinggi, foto bisa terlihat lebih gelap. Beberapa detil obyek di bagian gelap bisa tidak terlihat.

Pada contoh foto di bawah ini, silakan perhatikan detil di latar belakang, terutama pada konblok.

tes default hdr 01

Foto mode HDR aplikasi kamera bawaan

tes gcam hdr on 01

Foto Mode HDR+ Google Camera

tes gcam hdr enhanced 01

Foto mode HDR+ Enhanced Google Camera

Begitu juga pada foto di bawah ini. Selain detil pada konblok di sebelah kanan, silakan perhatikan juga detil bunga dan daun, juga pagar dan konblok di sebelah kiri.

tes default hdr 02

Mode HDR aplikasi kamera bawaan

tes gcam hdr on 02

Mode HDR+ Google Camera

tes gcam hdr enhanced 02

Mode HDR+ Enhanced Google Camera

Portrait Mode

Untuk mode Portrait, aplikasi bawaan memiliki keunggulan fitur, yaitu adanya tuas pengatur efek. Dengan tuas ini kita bisa mengatur seberapa tinggi tingkat blur di latar belakang. Hal ini memungkinkan kita membuat foto yang terlihat lebih natural. Lebih terlihat efek optik daripada efek digital.

Aplikasi Google Camera memisahkan efek Lens Blur dengan Portrait. Lens Blur berguna untuk memotret dengan efek bokeh secara umum. Sedangkan mode Portrait lebih fokus pada obyek manusia (oleh sebab itu ada fitur Face Retouching).

Ketika menggunakan mode Lens Blur, kamu akan memotret, lalu menggerakkan kamera ke atas agar ia bisa mendapat dimensi jarak antara obyek dengan layar belakang. Sedangkan pada mode portrait, Google Camera akan memberi 2 hasil, yaitu foto normal dan foto dengan latar kabur. Seperti di aplikasi kamera Moto G5s Plus (namun tidak ada pilihan edit efek setelah memotret).

Pada foto di bawah ini, silakan perhatikan bagaimana masing-masing aplikasi menentukan obyek yang masuk bidang tampilan tajam dan mana yang kabur. Perbedaannya cukup tipis.

tes default portrait 01

Mode portrait kamera bawaan

tes gcam lens blur 01

Mode Lens Blur Google Camera

Mode potret kamera bawaan dan Lens Blur Google Camera cukup seimbang. Kadang aplikasi kamera bawaan lebih baik, kadang Google Camera lebih baik. Tapi mode potret Google Camera memberi kejutan tersendiri.

Dalam berbagai kesempatan, Portrait Mode Google Camera bisa memberi hasil yang bagus. Mode ini cenderung menangkap gambar dalam framing lebih dekat (medium close-up?). Lalu ia juga sedikit mendongkrak pencahayaan lebih terang. Walau begitu, kadang mode ini memberi efek kabur yang sedikit kurang natural (terlihat efek digital).

tes mode portrait gcam

Hasil foto Google Camera dengan Portrait Mode

tes mode portrait gcam

Hasil foto Google Camera dengan Portrait Mode (cropped)

Portrait Mode Selfie

Untuk kamera depan alias untuk foto selfie, saya merasa aplikasi Google Camera punya keunggulan lebih untuk Portrait Mode. Dalam kondisi cahaya ideal, mungkin hasilnya cukup seimbang. Tapi kalau sedikit low light, Google Camera memberi hasil lebih baik.

tes selfie portrait bawaan

Foto selfie aplikasi kamera bawaan (portrait / cropped)

tes selfie portrait google camera

Foto selfie aplikasi Google Camera (portrait / cropped)

tes group selfie google camera

Foto selfie Google Camera

Motion Photos

Fitur ini jelas tidak dimiliki oleh aplikasi kamera bawaan. Yang jelas, dengan fitur ini kamu bisa menangkap video pendek dan mengubahnya dengan gampang menjadi animasi GIF. Dengan pengambilan gambar yang tepat (dan edit yang tepat pula), hasilnya bisa menarik.

View this post on Instagram

Kayak Dr. Strange pas pake Time Stone… Hahaha…

A post shared by anom (@anombirowo) on

Kesimpulan

Secara umum, aplikasi kamera bawaan ASUS Zenfone Max Pro sudah memadai untuk kebutuhan fotografi ringan. Hasil fotonya pun cukup seimbang (toh perangkat kerasnya sama). Namun memang dalam skenario tertentu, Google Camera bisa memberi hasil lebih baik.

Memang aplikasi Google Camera ini tidak bisa kamu pasang seenaknya di sembarang handphone. Karena aplikasi ini merupakan aplikasi bawaan untuk handphone Google Pixel. Namun kalau kamu tergoda dengan hasil foto Google Camera, kamu bisa mengikuti langkahnya dari tutorial memasang aplikasi ini. Selamat mencoba.

Ada komentar?