Inilah 2 Kelemahan Besar Internet Menurut ‘Bapak Internet’

Internet-2

Internet merupakan jaringan global yang menghubungkan miliaran perangkat digital di seluruh dunia. Keberadaan internet memang sangat membantu manusia dalam hampir semua hal.

Dengan internet, manusia bisa mengakses informasi dengan cepat. Internet juga mendukung komunikasi yang lebih mudah saat ini.

Dengan internet, semua hal di dunia tetap dapat terhubung dengan baik. Walaupun mempunyai peran yang sangat besar dan tidak terpisahkan dengan kehidupan masa kini, namun internet tetap belum sempurna.

Hal ini diungkapkan oleh Vint Cerf, salah satu penemu yang kerap disebut sebagai ‘Bapak Internet.’ Dia mengatakan bahwa internet lahir dengan kekurangan yang sangat serius.

Pria yang kerap tampil necis dengan setelan jas dan dasi ini mengungkapkan bahwa, setidaknya ada dua kelemahan yang cukup serius dalam internet.

Kedua masalah tersebut ada dalam cara kerja internet, dan dimulai sejak diluncurkan tahun 1983, ketika istilat ‘internet’ pertama kali digunakan manusia.

Masalah pertama yang cukup serius namun sering tidak disadari adalah ‘kurang tempat.’ Saat ini tempat atau ruang tidak cukup untuk menampung banyaknya perangkat yang terhubung. Dan masalah yang kedua adalah seputar ‘keamanan.’

Sumber Gambar : Qeprize

Kurang Tempat

Masalah ketersediaan ruang internet yang diungkapkan oleh Cerf, berhubungan langsung dengan address system yang dia ciptakan.

Biasanya setiap perangkat yang terhubung langsung dengan jaringan, harus mempunyai number address yang unik.

Ketika pertama diluncurkan, internet mempunyai address system 32-bit. Hal ini berarti internet dapat menyokong sampai 4,3 miliar perangkat  (hasil dari hitungan 2 pangkat 32).

Dan jumlah tersebut terbilang sangat besar pada tahun 1970, atau tepatnya saat Cerf tengah merancang sistem tersebut.

Angka tersebut lebih besar jika dibanding populasi planet pada waktu itu. Atau dalam kata lain, angka tersebut lebih besar daripada populasi manusia di Bumi,” jelas Cerf.

Namun hal berbeda terjadi saat internet sudah mulai populer. Hal ini dimulai sejak tahun 1990 serta awal tahun 2000-an.

Dimana sudah banyak perangkat komputer yang terkoneksi dengan jaringan. Hal tersebut kemudian menyebabkan kuota 4,3 miliar address system yang dibuat Cerf tidak mencukupi lagi.

Cerf dan pakar internet lainnya mulai sadar akan masalah tersebut. Mereka lalu merancang strategi dalam memperbaharui protokol internet, supaya ruangan dapat menampung perangkat baru yang ingin terhubung ke internet.

Sebenarnya pada tahun 1990, Internet Engineering Task Force mulai mengembangkan Internet Protocol versi 6, atau yang kerap disebut dengan ‘IPv6.’ Ipv6 digunakan sebagai pembaharuan software yang mendasari jaringan internet.

Fitur utama yang ada dalam Ipv6 adalah address system yang mencapai 128-bit. Tentunya Ipv6 dapat memberi kapasitas ruang lebih banyak untuk perangkat.

Jumlah perangkat yang ditampung merupakan hasil dari kalkulasi 2 pangkat 128. Yaitu sekitar 340 undecillion atau 340 miliar lebih alamat.

Setidaknya dibutuhkan waktu bertahun-tahun bagi perusahaan serta organisasi lain untuk uji coba Ipv6. Standar tersebut akhirnya resmi dirilis pada tahun 2012.

Dan kini, Google telah memprediksi bahwa hanya seperempat pengguna di seluruh dunia yang mengakses situs dengan address Ipv6. Dimana Amerika Serikat sendiri hanya sekitar 35% saja.

Kini kita sadar perlunya address 128-bit di standar Ipv6. Dan saya berharap bisa mengetahui hal tersebut lebih awal,” ungkap Cerf yang kini menjabat sebagai wakil presiden Google.

Tapi Cerf juga mengatakan bahwa penggunaan address 128-bit akan berlebihan, apabila sudah mulai diterapkan saat awal kelahiran internet.

Rawan Intip

Masalah kedua yang diungkapkan Cerf adalah keamanan. Ketika pertama kali diluncurkan, semua data transmisi sangat jelas terbuka. Artinya, data tersebut dapat dilihat siapapun yang mencoba.

Jaringan waktu itu belum mempunyai sistem bawaan yang dapat memverifikasi pengguna, maupun perangkat mana yang berhak mendapat data transmisi tersebut.

Dan masalah tersebut sepertinya masih menjadi PR bagi teknisi internet sampai saat ini. Saat ini kita bisa lihat, masih banyak kasus pembobolan data dimana-mana.

Bahkan penggunaan kata sandi untuk login ke beberapa situs dan layanan juga masih rentan diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab.

Keamanan ini adalah penyempurna internet dimasa depan,” kata Cerf.

Ada komentar?