Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

KPI Berwacana Atur Penyiaran YouTube Akibat Kasus Pembunuhan Balita

aplikasi youtube iphone

Kasus seorang gadis berumur 14 berinisial NF yang membunuh anak kecil di Sawah Besar, Jakarta Pusat membuat geger masyarakat Indonesia. Pembunuhan tersebut juga menyisakan fakta-fakta menarik yang kini banyak dibahas di media sosial. Salah satunya pengakuan NF tentang film Slender-Man dan Child’s Play yang menginspirasinya.

Pihak kepolisian kemudian menduga bahwa pelaku mempelajari cara membunuh lewat tayangan dalam film dan konten-konten yang ada di platform YouTube. Melihat dugaan tersebut Komisi Penyiaran Indonesia angkat bicara. Menurut ketua KPI Agung Suprio, KPI berwacana untuk menambahkan pengawasan pada platform berbagi video tersebut.

popculture.id

Belajar dari kasus NF, KPI menyatakan bahwasannya Youtube memiliki unsur penyiaran dan perlu lembaga untuk mengawasinya. Ia mengatakan bahwa KPI kini berwacana untuk mengatur regulasi tayangan Youtube dengan menyaring konten yang layak atau tidak layak tonton sesuai dengan usia pengguna.

“Momentum ini, kalau bisa, kami wacanakan agar YouTube ataupun media baru yang bersiaran itu, juga diatur. Bisa oleh KPI atau lembaga mana pun dengan prinsip yang kita terapkan,” ujar Agung seperti dilansir INews

Menurut Agung kini pihak KPI tidak memiliki kewenangan penuh untuk mengatur regulasi penyiaran dan konten yang ada di YouTube. Pihak KPI berharap pemerintah dapat melihat momentum ini untuk membuat lembaga baru untuk mengawasi platform tersebut. Lembaga pengawasan akan menyaring video mana yang layak dan tidak layak ditonton oleh masyarakat luas.

Menurut Agung kini lembaganya berada dalam dilema yang cukup berat karena fakta dualisme yang terjadi di lapangan. Di satu sisi KPI berusaha untuk mengatur konten yang sarat kekerasan di televisi namun konten tersebut malah muncul di platform YouTube.

Menurut Agung, sosial media juga berpengaruh besar dalam membentuk karakter generasi bangsa kedepannya. Ia berharap pemerintah mempertimbangkan wacana ini.

“Karena dua-duanya, televisi dan Youtube itu bersiaran dan membentuk karakter generasi bangsa,” tutup Agung

Nah, gimana menurut kalian? Apakah kalian setuju dengan wacana KPI bahwa konten Youtube perlu diawasi? atau lagi-lagi kita harus berteriak Ok boomers?

    %d blogger menyukai ini: