Microsoft Tenggelamkan Kabel dan Pusat Data Di Bawah Laut

Microsoft Tenggelamkan Kabel dan Pusat Data Di Bawah Laut
Microsoft Tenggelamkan Kabel dan Pusat Data Di Bawah Laut

Teknologi sekarang ini semakin canggih dan juga hebat. Sudah lama dilakukan namun masih terus diperbaharui dan semakin di percanggih, Microsoft termasuk salah satu perusahaan yang mendukung dan ikut melaksanakan program kerja canggih di bidang teknologi.

Salah satunya adalah menggunakan kabel untuk mengalirkan internet dan sumber data masyarakat di dunia, terutama para pengguna Microsoft. Sebagai perusahaan raksasa yang sudah terlibat lama dalam bidang teknologi dan informatika Microsoft tentu tahu dan memiliki program jangka panjang yang tak hanya mempermudah masyarakat Indonesia saja bahkan masyarakat seluruh dunia dalam menggunakan internet dan menyimpan data.

Meskipun ada masalah, terkait Microsoft Hentikan Produksi Lumia Sejak Lama namun masalah Internet, jaringan dan pengembangkan perangkat khususnya PC Microsoft masih dipercaya oleh sebagian besar masyarakat yang ada di Indonesia. Bukan hal yang main-main jika berbicara mengenai pengembangan.

Microsoft Tenggelamkan Kabel dan Pusat Data Di Bawah Laut
Microsoft Tenggelamkan Kabel dan Pusat Data Di Bawah Laut

Perlu kalian ketahui bahwa pemasangan kabel bawah laut ini tidak dilakukan sendiri oleh Microsoft, namun oleh beberapa perusahaan penunjang lain yang membutuhkan speed internet dengan baik seperti Facebook, perusahaan infrastruktur telekomunikasi Telxius dan juga Youtube. Dimana perusahaan Telxius memang sudah mengumumkan bahwa kabel internet bawah laut membentang dari Samudera Atlantik dan terus berkembang ke seluruh dunia.

Kesuksesan proyek ini memiliki nama Marea, dimana data yang diberikan sebesar 160 terabit per detik ini jika diproyeksikan bisa menopang video Youtube dengan kapasitas 71 juta video HD dengan waktu yang bersamaan.

Kabel ini membentang mulai dari Virginia Amerika Serikat, sampai ke Bilbao di Spanyol dan melinats tanpa henti. Kabel ini sudah bisa dimanfaatkan sekarang setelah pembangunannya yang dimulai sejak 2017. Namun kabar terbarunya bahwa Marea tidak hanya akan bermanfaat bagi internet di Amerika dan Eropa tapi juga menghubungkan jaringan di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Dengan nama Marea yang diambil menggunakan bahasa Spanyol yang berarti pasang surut, proyek ini memang melewati berbagai uji dan tes yang sempat membuat para pencetus untuk mengugurkan program Marea. Namun kolaborasi antara Microsoft dan juga Facebook yang melibatkan perusahaan teknologi AS utama dan infrastruktur kabel bawah laut berhasil dibuat dan menguntungkan para pengguna.

Baca juga : 3 Aplikasi Mac Gratis untuk Memantau Penggunaan Koneksi Internet

Selain dari Microsoft sebagai pengembang beberapa perusahaan besar juga ikut membangun kerja sama seperti halnya Google, Indosat Ooredo, Singtel, Subpartners dan lainnya. Dimana mereka membangun kabel lain yang bernama INDIGO dan serupa dengan Marea. Kabel ini melintasi wilayah-wilayah di Asia serta Australia dengan kecepatan 18 terabit per detik, memang jika dilihat lebih rendah dibandingkan Marea.

Microsoft Tenggelamkan Kabel dan Pusat Data Di Bawah Laut
Microsoft Tenggelamkan Kabel dan Pusat Data Di Bawah Laut

Untuk proyek ini, kabel sudah berhasil menghubungkan Kota Perth, Sydney, Singapura, dan Jakarta dan beberapa daerah lainnya yang dilalui Samudera dengan panjang kabel 9.000 km. Setelah INDIGO ini berhasil, beberapa perusahaan memutuskan untuk meneruskan kerja keras mereka di tahun 2019 bersama dengan Microsoft.

 

    %d blogger menyukai ini: