Penjualan Loyo, iPhone 12 Mini Terancam Tidak Diproduksi Lagi

Ketika Apple mengumumkan iPhone 12 Mini, hal itu jadi berita besar. Bahkan sempat ada spekulasi kalau smartphone dengan layar kecil kembali populer. Namun ternyata bukan begitu kejadiannya. Penjualan iPhone 12 Mini terbukti loyo.

Tidak terbantahkan kalau lini iPhone 12 merupakan salah satu smartphone paling populer saat ini. Bahkan kepopuleran iPhone 12 bisa membuat Apple jadi nomor satu di penjualan smartphone dunia pada kuartal ke-4 tahun 2020.

Namun kepopuleran seri itu tidak mengikut sertakan versi Mini. Berdasar Reuters, Counterpoint melaporkan kalau penjualan iPhone 12 Mini hanyalah mencakup 5% dari seluruh penjualan smartphone Apple di Amerika.

Bahkan analis J.P. Morgan, William Yang, mengatakan kalau hal itu bisa membuat Apple menghentikan produksi iPhone 12 Mini. Bukan tidak mungkin kalau nantinya versi Mini tidak akan hadir lagi di iPhone.

pegang iphone 12 mini

Dulu, ketika smartphone layar besar hadir (masih disebut dengan istilah phablet) banyak yang mengeluh karena ponsel harus dioperasikan dengan dua tangan. Tidak sedikit yang menginginkan ponsel layar kecil karena lebih praktis.

Namun seiring perkembangan jaman, ponsel layar besar terbukti lebih disukai. Terutama karena konten terlihat lebih jelas di layar. Apalagi kini konten video — lebih spesifik lagi video format vertikal — mendominasi.

Tren ponsel layar besar juga merupakan hasil dari gempuran smartphone buatan Cina. Dengan harga yang relatif terjangkau, ponsel-ponsel itu berhasil membuat pengguna terbiasa dengan layar besar. Akhirnya layar besar pun jadi standar.

Counterpoint juga menunjukkan kalau penjualan smartphone dengan layar yang lebih kecil semakin menurun secara global. Analis Counterpoint, Tom Kang, menyebutkan kalau smartphone dengan layar di bawah 6 inci hanya mencakup 10% dari keseluruhan pangsa pasar.

Sementara itu, Apple belum memberi pernyataan resmi soal penjualan iPhone 12 Mini yang rendah itu. Hm, apakah perjalanan versi Mini untuk iPhone hanya sampai di sini saja?

%d blogger menyukai ini: