20 Produk Google Yang Tutup Secara Resmi

produk google ditutup

Google memiliki begitu banyak produk. Baik perangkat lunak maupun perangkat keras. Ada yang sukses, ada yang gagal, dan ada yang cuma coba-coba. Berikut ini beberapa produk Google yang tutup secara resmi.

1. Picasa (2002-2017)

logo picasa

Picasa merupakan album foto online. Sebuah tempat untuk menyimpan, mengatur, mengedit, melihat dan berbagi foto. Google membeli Picasa dari Lifescape pada tahun 2002, dan menawarkannya sebagai aplikasi gratis. Google menutup Picasa untuk fokus pada Google Photos (yang ada sekarang).

2. Orkut (2004-2014)

logo orkut

Orkut adalah media sosial buatan Google. Saat itu, Orkut bersaing dengan MySpace dan Facebook (kita tahu siapa pemenangnya). Sebelum tutup pada tahun 2014, Orkut memiliki banyak pengguna dari India dan Brazil (puncaknya tahun 2008).

3. Google Video (2005-2012)

Sebelum era YouTube, ada Google Video. Layanannya serupa. Pada tahun 2006, Google membeli kompetitor mereka YouTube. Kemudian pada tahun 2011, upload ke Google Video dihentikan dan dimigrasi ke YouTube. Pada akhirnya layanan ini ditutup pada tahun 2012. Sekarang, Google Video merupakan bagian dari Google Search, untuk pencarian video (seperti Google Images).

4. iGoogle (2005-2013)

logo igoogle

iGoogle merupakan situs portal personal. Mirip seperti Yahoo. Di dalamnya terdapat informasi cuaca, kalender, integrasi dengan Gmail, horoskop, berita, dll. Kamu juga bisa membuatnya lebih personal dengan theme. Pada tahun 2012, Google mengumumkan akan fokus pada Google+ dan menutup iGoogle pada tahun 2013.

5. Google Reader (2005-2013)

Google Reader merupakan layanan RSS/Atom. Dengan layanan ini kamu bisa berlangganan berbagai berita/blog dalam satu tempat. Ya, seperti Feedly. Layanan ini termasuk yang paling populer dan banyak dipakai (termasuk saya). Walau banyak pengguna loyal, Google menyebutkan kalau penggunanya menurun. Akhirnya produk Google ini tutup pada tahun 2013.

6. Panoramio (2005-2016)

logo panoramio

Panoramio adalah layanan album foto berbasis lokasi. Secara resmi, Panoramio hadir pada tahun 2005. Namun baru dimiliki oleh Google pada tahun 2007. Foto-foto dari Panoramio bisa diakses melalui Google Earth dan Google Maps, juga punya integrasi dengan Google+. Tentu saja, setelah tutup pada tahun 2016, fungsi serupa bisa kita temui di Google Photos.

7. Google Talk (2005-2017)

logo google talk

Google Talk juga dikenal dengan nama GTalk, Google Chat, atau GChat. Layanan ini merupakan aplikasi instant messaging seperti Yahoo Messenger. Google Talk sempat tersedia untuk Windows, Android, Blackberry, dan Chrome OS. Mulai tahun 2015, penggunanya mulai dialihkan ke Google Hangouts (yang kemudian dialihkan ke Allo). Pada tahun 2017, Google menghentikan aplikasi di Android dan integrasi dengan Gmail.

8. Jaiku (2007-2012)

logo jaiku

Jaiku merupakan layanan media sosial, micro-blogging, dan livestreaming. Dalam satu sisi mirip seperti Twitter. Google membeli Jaiku pada tahun 2007, dan membuatnya sebagai open source pada tahun 2009. Namun pada akhirnya Jaiku ditutup pada tahun 2012.

9. Lively (2008-2008)

logo google lively

Lively merupakan produk Google yang bersifat eksperimental (bagian dari Google Labs). Layanan ini berupa lingkungan virtual berbasis web. Pengguna bisa mengatur ruangannya dengan website atau blog favoritnya. Ia juga bisa mengatur suasana ruangan seperti furniture. Sampai 20 orang bisa hadir di dalam sebuah ruangan dan ngobrol satu dengan lainnya. Obrolan akan muncul dalam balon kata-kata di atas avatar pengguna. Menarik. Namun umurnya tidak panjang.

10. Aardvark (2008-2011)

logo aardvark

Aardvark adalah mesin pencarian sosial yang hadir tahun 2008. Layanan ini menghubungkan pengguna satu dengan yang lain dalam proses tanya jawab. Pengguna bisa mengajukan pertanyaan melalui email, website, atau IM. Google membeli Aardvark pada tahun 2010, untuk kemudian menutupnya pada tahun 2011.

11. Picnik (2010-2013)

logo picnik

Picnik merupakan layanan edit foto. Pengguna bisa mengimpor foto dari Facebook, MySpace, Picasa, Flickr, Yahoo, Google+, dan dari komputer untuk kemudian mengeditnya. Saat masih berdiri sendiri, Picnik bekerja sama dengan Flickr. Google kemudian membelinya, dan menutup layanan ini pada tahun 2013.

12. Google Buzz (2010-2011)

logo google buzz

Google Buzz merupakan layanan media sosial, microblogging dan pesan. Layanan ini memiliki integrasi dengan Gmail. Pengguna bisa berbagi link, foto, video, status dan komentar melalui inbox Gmail. Buzz merupakan salah satu upaya lain Google untuk bersaing dengan Facebook dan Twitter. Yah, akhirnya produk Google ini juga tidak berusia panjang.

13. Google Latitude (2009-2013)

logo google latitude

Google Latitude merupakan cilak bakal fitur berbagi lokasi di Google Maps. Pengguna bisa mengirim lokasi dan mengijinkan pengguna lain melihat di mana mereka berada. Mudah diduga, Google menutup Latitude dan memasukkan fungsinya ke Google Maps.

14. Goo.gl (2009-2018)

Nama resminya Google URL Shortener. Layanan ini menyediakan alamat website singkat. Goo.gl merupakan layanan favorit banyak orang (termasuk saya). Google menghentikan layanan ini tahun 2018, dan menyarankan bit.ly, ow.ly, dan sejenisnya sebagai alternatif.

15. Google Wave (2010-2012)

logo google wave

Google Wave merupakan platform komunikasi di internet. Pengguna bisa mengirim data/pesan dan mengeditnya. Semua kegiatan akan berjalan real time. Sehingga layanan ini juga memiliki sisi instant messaging selain kolaborasi. Google menutup Wave setelah Google Docs sudah mengadaptasi sistem seperti itu. Sekarang Google Wave menjadi Apache Wave.

16. Sparrow (2011-2012)

logo sparrow

Sparrow meupakan aplikasi email untuk iOS dan OS X. Sebagai aplikasi independen, Sparrow sukses menduduki puncak App Store. Google kemudian membeli aplikasi ini. Banyak yang sudah kuatir akan masa depan Sparrow. Benar saja, Google menutup aplikasi ini tidak lama setelah itu.

17. Google+ (2011-2018)

logo google+

Google+ atau Google Plus adalah (satu lagi) media sosial yang dibuat untuk bersaing dengan Facebook. Layanan ini juga menjadi wajah bagi akun Google. Walau awalnya sempat mendapat antusiasme tinggi dari warga internet, penggunaannya kemudian menyurut. Google sempat beberapa kali merubah tampilan dan fiturnya. Sekali lagi, Google mengibarkan bendera putih, dan mengumumkan penutupannya pada tahun 2018 (batas akhir 2019).

18. Project ARA (2014-2016)

logo project ara

Project ARA merupakan proyek Google yang ambisius dan paling menarik. Proyek ini merupakan proyek perangkat keras. Tepatnya handphone. Tujuan awalnya adalah membuat sebuah handphone dengan konsep modular. Pengguna bisa membeli bagian utama handphone dan melakukan upgrade untuk bagian tertentu.

Proyek ini berlangsung ketika Motorola masih berada di bawah bendera Google. Sayangnya proyek ini dibatalkan pada tahun 2016.

19. Inbox (2014-2019)

google inbox

Inbox merupakan aplikasi email alternatif Gmail. Aplikasi ini bisa memisah email berdasarkan jenisnya. Selain itu, Inbox menampilkan email seperti aplikasi To-Do. Jadi kalau email sudah dibaca, ia akan tersembunyi dari inbox. Google kemudian mengintegrasikan fitur Inbox tersebut ke Gmail (walau secara visual tidak mirip), dan akan menutup aplikasi ini pada tahun 2019.

Sayang, sebenarnya banyak yang suka dengan aplikasi ini. Kami pun pernah mengulas aplikasi Inbox sebelumnya.

20. Google Allo (2016-2019)

logo google allo

Selain media sosial, salah satu aplikasi lain yang sering muncul dan hilang dari Google adalah aplikasi pesan atau aplikasi chatting. Begitupun dengan aplikasi chatting terbaru Google, Allo. Aplikasi ini hadir pada tahun 2016 beriringan dengan Google Duo (video chat). Keduanya menggantikan Hangout, yang beralih menjadi layanan untuk perusahaan. Namun, Google kemudian beralih pada sistem RCS untuk aplikasi Pesan. Allo pun masuk menjadi produk Google yang tutup usia (rencananya pada tahun 2019).

More Stories
5 Alasan Kalian Wajib Nonton Serial Baru Deadly Class