Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner
Zenbook 14 space banner

Produk Teknologi Yang Mati di Tahun 2019

Samsung Gear VR
Anom Penulis

Di tengah perkembangan pesat dunia teknologi, tidak heran jika berbagai produk hadir silih berganti. Melihat ke tahun 2019 kembali, ada beberapa produk teknologi yang akhirnya mati.

Perubahan yang dinamis memang membuat dunia teknologi rancak. Sesuatu yang awalnya terlihat menjanjikan bisa sirna begitu saja. Kadang ada yang terlihat remeh, namun berhasil mendulang keberhasilan.

popculture.id

Tahun 2019 menjadi saksi beberapa fenomena seperti itu. Tidak hanya berupa produk perangkat keras, tapi juga peroduk perangkat lunak alias aplikasi. Hal ini berlaku juga pada perusahaan besar.

Nah, mari kita lihat produk teknologi apa saja yang mati di tahun 2019.

Apple AirPower

apple airpower

AirPower adalah produk pengisian daya nirkabel (wireless charging) buatan Apple. Produk ini diumumkan Apple pada Special Event di tahun 2017 bersama iPhone X. Produk ini dirancang agar bisa mengisi dua perangkat bersamaan. Namun, terjadi banyak kendala saat pengembangannya. Akhirnya, pada bulan Maret 2019, Apple mengumumkan membatalkan produk ini (tidak jadi rilis).

Amazon Dash

amazon dash button

Amazon Dash adalah layanan pemesanan produk lewat internet dari Amazon yang menggunakan perangkat khusus. Dengan perangkat ini, pelanggan bisa langsung memesan produk bersangkutan dengan cepat. Namun, pada bulan Maret 2019, Amazon mengakhiri layanan ini. Terutama karena ada proses pemesanan otomatis dan berlangganan melalui Alexa.

Chromecast Audio

Google Chromecast audio salah satu produk teknologi yang mati tahun 2019

Chromecast Audio adalah perangkat yang bisa membuat speaker biasa dengan colokan audio 3,5mm bisa memutar musik secara streaming melalui aplikasi seperti Spotify. Menjanjikan bukan? Namun 4 tahun setelah dirilis, Google menghentikan produk ini. Tentu saja, kemungkinan besar hal ini terjadi karena kebangkitan perangkat nirkabel.

Daydream View

google daydream view

Daydream View adalah perangkat virtual reality buatan Google. Bentuknya keren dan terlihat menjanjikan. Namun saat ponsel Pixel 4 dirilis, Google menyatakan kalau smartphone itu tidak akan mendukung perangkat tersebut. Kemudian penjualan Daydream View pun dihentikan. Google, untuk sementara waktu, keluar dari persaingan perangkat VR.

Gear VR

samsung gear vr

Gear VR merupakan perangkat virtal reality yang dikembangkan Samsung bekerja sama dengan Oculus. Awalnya, semua terlihat baik-baik saja. Entah kenapa situasi berbalik arah. Akhirnya Samsung menyerah dan Oculus pindah ke Oculus Go. Pada bulan Agustus 2019, Samsung menghentikan dukungan untuk Gear VR.

Google+

logo google+

Google+ merupakan usaha raksasa teknologi ini di wilayah media sosial. Ketika dirilis tahun 2011, layanan ini terlihat menjanjikan. Terutama karena kemudahan berkomunikasi melalui Google Hangout, integrasi dengan YouTube, dll. Namun dalam beberapa waktu kemudian, penggunanya menyurut. Pada tahun 2018, Google mengumumkan akan menutup layanan ini. Bulan April 2019 menjadi akhir perjalanan Google+.

Inbox by Gmail

google inbox

Inbox adalah sebuah aplikasi email alternatif Gmail dari Google. Aplikasi ini merupakan favorit banyak orang, karena bisa mengatur email berdasar kategorinya (newsletter, notifikasi, travel, belanja, dll). Tapi Google kemudian seperti kehilangan minat pada aplikasi ini. Mereka kemudian memasukkan fitur Inbox ke Gmail (walau tidak sebaik Inbox) dan resmi menutup Inbox pada bulan April 2019.

Playstation Vue

playstation vue diumumkan

Playstation Vue adalah layanan tayangan streaming dari Sony. Kehadirannya cukup menjanjikan dengan nama besar Sony di baliknya. Namun, persaingan di wilayah layanan streaming memanas dengan masuknya Apple dan Disney. AKhirnya, pada bulan Oktober 2019 Sony mengumumkan akan menutup layanan Playstation Vue dengan batas akhir bulan Januari 2020.

Steam Controller

Steam Controller

Steam Controller adalah kontroler game dari Valve yang cukup revolusioner. Touchpad di bagian kanan dan kiri bisa diatur sensitivitasnya sesuai game yang kau mainkan. Sayangnya, kontroler game ini tidak meraih kepopuleran. Pada bulan Desember, Steam Controller mengalami akhirnya, bahkan saat itu perangkat ini hanya dijual senilai $5.

Windows 10 Mobile

windows 10 mobile anniversary update

Ya ya ya, entah untuk ke berapa kali pernyataan Windows Phone is dead muncul. Sudah sejak tahun 2014! Tapi Microsoft masih memberi dukungan untuk sistem operasi WIndows 10 Mobile. Yah, paling tidak sampai akhir tahun lalu. Pada bulan Desember 2019, Microsoft menghentikan dukungan untuk Windows 10 Mobile. Kali ini, Windows Phone sudah benar-benar mati.

YouTube Gaming

aplikasi youtube gaming mati tahun 2019

Aplikasi YouTube Gaming adalah aplikasi yang dibuat Google untuk menandingi Twitch. Dengan aplikasi ini kamu bisa mengikuti game tertentu dan menonton live-stream. Namun live-stream game belum menjadi kekuatan YouTube. Akhirnya Google menutup aplikasi ini secara resmi, dan memasukkan kategori game dan fitur live-stream ke aplikasi YouTube biasa.

    %d blogger menyukai ini: