Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Sony Lebarkan Sayap di Industri Drone dengan Proyek ‘Airpeak’

Indri Penulis

Perkembangan drone yang pesat rupanya berhasil menarik minat Sony. Lewat proyek drone Sony Airpeak, Sony akan merambah ke industri drone.

Drone adalah salah satu benda penting saat ini, apalagi dalam hal fotografi dan videografi. Lewat drone, kita bisa membidik atau merekam gambar dari atas dengan mudah. Makanya tidak heran kalau sekarang drone sangat diminati banyak orang.

popculture.id

Tidak sedikit perusahaan mulai melirik industri drone. Beberapa perusahaan teknologi pun mulai meluncurkan berbagai jenis drone, lengkap dengan kecanggihannya.

Sony pun tidak ingin melewatkan peluang ini. Perusahaan asal Jepang itu sepertinya ikut tertarik dengan industri drone. Terbukti dengan Sony yang mengumumkan sebuah proyek drone bernama Airpeak.

Seperti Apa Proyek Drone Sony Airpeak?

Jadi baru-baru ini, perusahaan kedapatan telah mematenkan merk ‘Airpeak.’ Merk ini dipakai perusahaan untuk fokus ke proyek drone.

Lewat proyek ini, Sony ingin ikut berkontribusi dalam mengembangkan drone. Sony juga ingin menghadirkan teknologi 3R (Reality, Real-Time dan Remote) yang selama ini belum ada di area drone.

Sony berjanji, proyek ini akan mendukung kreativitas pembuat video semaksimal mungkin. Tidak hanya itu, Sony juga ingin agar proyek drone miliknya bisa meningkatkan efisiensi dan penghematan di berbagai industri.

Airpeak nantinya juga akan menghadirkan drone dengan keamanan dan keandalan tingkat tinggi. Di mana dua hal ini sangat sulit dilakukan oleh drone yang ada sekarang.

Rencananya Sony akan meluncurkan proyek ini secara resmi pada musim semi tahun 2021. Sony juga berencana untuk mencari mitra di bidang profesional yang bisa diajak kolaborasi dalam proyek ini.

Yah kalau dilihat-lihat, Sony seolah-olah terlihat ingin mengambil konsumen dari pembuat drone (seperti DJI, Parrot dan Skydio). Masuk akal sih. Mengingat Sony sangat lincah dalam pasar kamera mirrorless compact dan full-frame.

Kalau kalian seorang vlogger atau film maker independen yang sudah memakai perlengkapan Sony, kalian otomatis bakal tergoda oleh drone berteknologi serupa bukan?

Sementara itu, pasar drone yang menyasar konsumen selama ini terkenal sulit ditembus. Contoh kasusnya ada di GoPro yang mengira bisa melawan DJI di tahun 2016. Tapi nyatanya quadcopter Karma-nya justru mengalami kegagalan.

Tapi saat ini situasinya agak sedikit berbeda. Sebab DJI telah terjebak dalam permusuhan pemerintah AS dan China. Nah, di sinilah peluang Sony. Sony berpeluang disenangi orang Barat karena dia berasal dari Jepang, bukan China.

Kalau begitu kita lihat saja tahun depan. Apakah Sony berhasil memanfaatkan peluang ini dengan baik atau tidak.

    %d blogger menyukai ini: