Microsoft Mendapat Persetujuan Untuk Akuisisi TikTok

microsoft tiktok

Setelah melalui perjalanan yang bagaikan sirkuit Formula 1 (cepat dan penuh tikungan), akhirnya Microsoft mendapat restu dari Presiden Donald Trump untuk meneruskan negosiasi untuk akuisisi TikTok.

TikTok adalah sensasi. Pertumbuhannya yang cepat di dunia tidak dapat dipandang sebelah mata. Bahkan media sosial yang lebih dulu mapan pun sibuk membuat tiruannya. Facebook dengan fitur Reel di Instagram dan Snapchat yang meminjam gestur geser atas-bawah seperti TikTok.

Gonjang-ganjing TikTok di Amerika

Tapi di Amerika, TikTok membawa kisah tersendiri. Kisahnya mirip seperti Huawei. Media sosial ini termasuk yang mendapat sorotan dan dicurigai menjadi perpanjangan tangan pemerintah Cina untuk mendapat data warga Amerika. Menyusul kecurigaan ini, pemerintah Amerika disebut bersiap melarang aplikasi TikTok di Amerika.

ByteDance sendiri sudah mengambil langkah taktis dengan menarik Kevin Mayer (yang sebelumnya merupakan petinggi Disney) sebagai CEO. Kevin Mayer juga sudah membuat Pusat Akuntabilitas dan Transparansi TikTok untuk meraih kepercayaan Amerika.

Kemudian, rumor beredar dan menyebutkan kalau pemerintah Amerika ingin agar ByteDance melepas kepemilikan untuk operasional TikTok di Amerika. Beberapa perusahaan investasi, seperti Sequoia Capital dan General Atlantic sudah menawarkan untuk mengalihkan kepemilikan itu ke mereka. Satu nama lagi yang disebut adalah Microsoft.

Ternyata Microsoft-lah yang benar-benar serius akan mengakuisisi operasional TikTok di Amerika. CEO Microsoft, Satya Nadela, bahkan sudah melakukan diskusi dengan Presiden Trump. Menyusul diskusi ini, kabar terbaru hadir.

Microsoft Dapat Restu

Berdasar sumber yang ada, Reuter menyebutkan kalau Presiden Donald Trump merestui negosiasi Microsoft ke ByteDance. Namun dengan syarat tertentu.

Presiden Trump menyebutkan persetujuan ini berlaku jika Microsoft mampu menyelesaikan negosiasi akuisisi TikTok dalam waktu 45 hari. Tenggat waktu itu ditetapkan oleh Komite Investasi Asing Amerika Serikat yang mengurusi semua masalah resiko keamanan nasional.

Presiden Trump sendiri sebelumnya berkeras akan melarang TikTok di Amerika. Namun, sumber Reuter mengatakan kalau pendukung Trump dari partai Republik mendorongnya mengubah pikiran. Melarang TikTok bisa menyebabkan Trump kehilangan suara dari kaum muda di pemilu bulan November mendatang.

ByteDance sendiri tidak langsung menanggapi masalah TikTok ini. Perusahaan asal Cina ini menyatakan kalau mereka menghadapi “kesulitan yang kompleks dan tidak terbayangkan” dalam memasuki kancah global.

Jika negosiasi ini terpenuhi, Microsoft akan mengambil alih operasional TikTok untuk wilayah Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Microsoft juga boleh mengundang perusahaan Amerika lain untuk mendapatkan sebagian saham TikTok.

%d blogger menyukai ini: