Review ASUS Zenfone Live L2: Lebih Keren dari Generasi Sebelumnya

ASUS Zenfone Live L2 adalah smartphone dengan harga terjangkau. Ponsel ini merupakan generasi selanjutnya dari Zenfone Live L1. Apakah ada peningkatan signifikan? Berikut review dari kami.

Seperti pendahulunya, ponsel ini termasuk dalam kelas entry level atau pemula. Jadi spesifikasinya juga tidak tinggi. Di sisi lain, harganya juga ekonomis, yaitu hanya Rp1.049.000 (berdasar situs resmi ASUS).

Desain dan Bodi

asus zenfone live l2 bagian depan belakang
Bagian depan dan belakang

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah penampilan ponsel ini. Yah, bagian depan sih sama saja. Tapi bagian belakangnya berbeda dengan versi L1 yang agak membosankan.

Sekarang, desain bagian belakang memiliki tampilan glossy alias mengkilap (saya mencoba yang warna biru). Selain itu, di sana ada merk ASUS dengan tulisan seperti di Zenfone 6. Sekilas cukup eye-catching. Sayangnya masih tidak ada sensor sidik jari.

Slot kartu SIM ASUS zenfone live l2
Slot kartu SIM

Bentuk dan rasa saat dipegang tidak berbeda dengan pendahulunya. Ponsel terasa ringan dan enak dipegang. Posisi tombol dan colokan juga sama seperti L1. Colokan earphone di atas dan micro USB di bawah. Slot kartu SIM ada di bagian samping.

Untuk urusan desain, jelas ada peningkatan di ponsel ini. Memang bodi yang glossy lebih mudah mengundang bekas minyak. Tapi cukup udah dibersihkan kok.

Layar

ASUS Zenfone Live L2 memiliki layar LCD IPS sebesar 5,5 inci dengan kualitas HD, rasio 18:9, dan tingkat kecerahan 500 nits. Secara teori (dan mengingat kebiasaan ASUS), seharusnya penampilan layarnya memadai.

Memang begitu kenyataannya. Layarnya enak dilihat. Walau tidak setajam ponsel papan atas, namun untuk kelas ini, tidak ada kekurangan untuk ketajaman gambar dan presentasi warna.

Entah kenapa, ASUS tidak mengikuti tren notch di ponsel ini. Walau secara teknis bukan masalah, ada sedikit kesan kurang trendy. Ah, tapi ini juga pilohan sih. Ada juga yang kurang suka dengan poni jambul.

Audio

Audio wizard ZenUI

Kualitas suara untuk fungsi telepon bekerja dengan baik. Tapi yang berkesan untuk saya adalah kualitas suara untuk media.

Mungkin hal ini karena ada bantuan dari Audio Wizard ZenUI. Di sana ada pengenalan jenis suara dan setelan lebih lanjut. Dengan setelan ini β€” baik dari sisi volume, penyempurnaan dialog (vokal), dan equalizer β€” kita tidak saja bisa mengatur suara sesuai karakter yang kita sukai, tapi juga meningkatkan kualitas suara itu sendiri. Hasilnya, suara yang keluar tidak cempreng atau pecah.

Di sisi lain, karakter yang sedikit berbeda hadir ketika memakai earphone (saya pakai earphone standar). Seperti biasa, suara bass lebih keluar dan audio terdengar lebih surround.

Ini jelas salah satu keuntungan dari ZenUI (atau skin Android lain) daripada yang nyaris murni seperti di Max Pro M1/M2.

Kamera

Aplikasi kamera asus zenfone live l2
Aplikasi kamera

Sayangnya tidak ada peningkatan signifikan dari sisi kamera. Kamera belakangnya masih tunggal dan masih memiliki kualitas 13MP (f/2.0) dengan PDAF. Sedangkan kamera depan berkualitas 5MP (f/2.4).

Dari sisi fitur aplikasi kamera, terdapat: Mode Auto (dengan Night HDR dan Portrait), Beauty, Panorama, Time Lapse (dilengkapi Power Saving), dan berbagai filter.

Foto kamera belakang (auto)
Foto malam (low light) kamera belakang
Foto selfie (portrait mode)

Proses memotret (click and shoot) aplikasi kamera berjalan cukup cepat. Namunm, untuk beberapa kondisi, proses tangkapan gambar sendiri tidak secepat itu. Beberapa obyek bergerak atau goyangan tangan bisa terlihat di hasilnya (entah blur atau ada artifak JPG).

Secara umum, foto hasil kamera Zenfone Live L2 cukup baik. Dalam arti sejauh dilihat dari ponsel. Tapi kalau kita melihat ukuran sesungguhnya di komputer, akan terlihat beberapa kelemahannya.

Untuk kamera belakang (saya hanya memakai mode otomatis), kita bisa melihat kalau obyek dengan cahaya paling terang menampilkan warna putih flat. Rentang cahaya dinamis (dynamic range) kurang besar untuk bisa menghasilkan gradasi cahaya dan warna yang bagus.

Begitupun untuk memotret malam (low light). Walau secara umum foto bisa terlihat cukup terang, namun cukup lemah di sisi obyek bergerak. Sedikit gerakan bisa menghasilkan foto dengan obyek blur.

Sama juga dengan foto selfie. Kalau cahaya mencukupi, foto selfie (termasuk dengan mode potret) bisa punya hasil bagus. Walau begitu tetap ada overexposed pada bidang dengan cahaya tinggi. Kalau cahaya kurang mencukupi, gerakan bisa sedikit mengganggu hasil foto.

Tidak mengherankan sebenarnya. Karena bagaimanapun ini ponsel low end. Magic untuk kamera tidak sehebat ponsel yang lebih tinggi. Namun untuk sekedar memotret dan dilihat di ponsel, selama dilakukan dengan benar, hasilnya memadai.

Performa

Seperti juga dengan versi Live L1, sata tidak berharap banyak dengan performa ponsel ini. Chipset Snapdragon 430 memang sebuah peningkatan dari Snapdragon 425 dari generasi sebelumnya. Namun tetap saja low end.

Untungnya ada peningkatan di RAM menjadi 2GB dengan pilihan kapasitas penyimpanan 16GB dan dukungan microSD sampai 2TB. Paling tidak kemampuan menjalankan aplikasi meningkat. Walau di sisi lain, tanpa microSD, kapasitasnya sangat terbatas.

Terus terang, saya memakai ponsel ini sebagai perangkat kedua. Jadi kebanyakan saya cuma memanfaatkan koneksi Wi-Fi (dari Hotspot Zenfone Max Pro M1).

Sejauh yang saya gunakan, untuk kegiatan sehari-hari yang sederhana, kemampuan ponsel ini mencukupi. Tapi memang ada kalanya terasa ada perbedaan kemampuan dengan ponsel yang lebih tinggi spesifikasinya. Misalnya kadang sedikit lambat membuka aplikasi berikutnya waktu beralih aplikasi.

Toh ASUS Zenfone Live L2 ini ternyata bisa main beberapa game dengan cukup baik. Saya mencoba memainkan beberapa game MOBA, salah satunya Rumble League. Selain masalah koneksi yang sedang kurang baik, permainan berjalan lancar. Tapi kalau saya pakai merekam layar sambil main game, ponsel mulai menghangat.

Dari sisi daya, ponsel ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 3000 mAh. Cukup standar. Kalau kamu pakai untuk aplikasi yang berat, memang agak kurang ideal (yah, spesifikasi lain pun kurang mendukung). Tapi kalau sekedar WhatsApp dan media sosial, kapasitas baterai mampu bertahan 1 hari penuh (tergantung kondisi sinyal juga).

Kesimpulan

Yang pertama harus kita pahami adalah ponsel ASUS Zenfone Live L2 ini memang ponsel low end, smartphone murah. Jadi baik dari sisi fitur maupun kemampuan memang tidak bisa dibandingkan dengan ponsel yang lebih tinggi.

Secara umum, kalau kamu memang mencari ponsel kelas entry level seperti ini, smartphone ini memang memadai. Ponsel ini berfungsi baik kalau kamu tidak memakainya secara berlebihan.

Permasalahannya tentu saja ada di pilihan. Di luar sana ada banyak ponsel dengan rentang harga sekitar ini (atau lebih mahal sedikit) yang tidak kalah bersaing.

ASUS Zenfone Live L2 mungkin tidak memberikan fitur yang “mengkilap”, tapi dengan harga yang sangat terjangkau, ponsel ini memang memadai.

3.7
RIngkasan
ASUS Zenfone Live L2 merupakan smartphone murah yang memadai untuk keperluan sehari-hari.
Pros
Desain lebih keren dari sebelumnya
Cons
Tidak ada fitur lebih

More Stories
kamera depan iphone x
Benarkah iPhone X Punya Portrait Mode Terbaik?