Review ASUS ZenFone Max Pro M1: Smartphone Murah Jagoan

review asus zenfone max pro m1

Cari smartphone murah dengan performa mantap kini bukanlah hal sulit. Thanks to Xiaomi tentunya, yang membuat harga ponsel jadi seolah tak masuk akal. Tapi kini ada penantang baru: ASUS ZenFone Max Pro M1.

Diperkenalkan pada acara yang bertajuk limitless gaming, ASUS memberikan banyak kejutan. Tidak biasanya ASUS merilis smartphone dengan spesifikasi mumpuni, namun harga tetap membumi. Peluncuran ZenFone Max Pro M1 ini seolah menunjukkan kalau ASUS sadar penuh bahwa Xiaomi adalah kompetitor yang harus ditaklukan.

ASUS membandrol ponsel ini dengan harga Rp2.299.000 (3GB/32GB), Rp2.799.000 (4GB/64GB), dan Rp3.299.000 (6GB/64GB). Selain itu ada harga khusus Rp2.199.000 (3GB/32GB) saat flash sale di LAZADA pada bulan Mei 2018 lalu.

Pertanyaan besarnya, apakah smartphone tersebut berhasil jadi Xiaomi killer? Apakah spesifikasinya memang lebih tinggi dibanding harganya? Apakah ponsel ini layak kamu beli? Berikut review ASUS ZenFone Max Pro M1 (3GB/32GB) setelah sebulan pemakaian.

Unboxing

Saat pertama kali membuka kotak dari ponsel ini, kita akan menemukan paket standar penjualan. Meskipun ada bonus jelly case, sayangnya tidak ada earphone di dalam paket penjualannya. Hal itu wajar saja, karena untuk mendapatkan harga murah, harus ada yang dikorbankan.

Desain

ASUS ZenFone Max Pro M1 punya desain khas 2018. Layar besar dengan rasio 18:9 dan sudut melengkung, tidak ada tombol fisik atau sensor sidik jari di depan, juga kamera ganda dengan posisi vertikal di belakang. Walau boleh dibilang tidak istimewa, desain handphone ini jauh dari buruk.

tampilan asus zenfone max pro m1

Tampilan depan dan belakang ASUS ZenFone Max Pro M1

Ponsel ini memiliki konstruksi unibody dengan material aluminium membungkusnya. Dimensinya cukup tipis dan ringan. Secara keseluruhan, bodi ASUS ZenFone Max Pro M1 cukup baik.

Tapi bodi ponsel ini belum bisa mengalahkan Moto G5s Plus. Saya menemukan bahwa saat main game, bagian atas dan bawah ponsel — yang digenggam — kadang mengeluarkan bunyi seolah bodi tidak menempel rapat. Semoga hal ini hanya hadir di ponsel yang saya pakai saja.

colokan asus zenfone max pro m1

Semua colokan ada di bagian bawah

Seperti yang saya temui di Huawei Nova 2 Lite, semua colokan dan speaker ponsel ini ada di bagian bawah. Hal ini saya sukai karena ketika ponsel ada di saku, semua kabel keluar di satu arah (misalnya sambil mengisi daya dari power bank dan mendengarkan lagu lewat earphone). Praktis.

Slot dual SIM dan micro SD card juga memiliki konfigurasi segaris. Tapi konstruksi desain slot ini lebih baik dari Nova 2 Lite. Kartu SIM bisa diletakkan dengan mantap dan tidak bergeser saat kamu masukkan.

slot sim sd card zenfone max pro m1

Slot micro SD card dan dual SIM

ZenFone Max Pro M1 memiliki sensor sidik jari di bagian belakang. Yah, saya bukan penggemar posisi ini. Karena kalau diletakkan di meja dan ingin membuka layar dengan cepat (tanpa memasukkan PIN dan mengaktifkan fitur tempat terpercaya), saya tetap harus mengangkat ponsel untuk meletakkan jari di sensor.

Tapi toh kalau sudah mengaktifkan fitur tempat terpercaya, layar handphone akan tetap terbuka selama masih ada di rumah. Jadi ya bukan masalah besar.

Layar

ASUS ZenFone Max Pro M1 memiliki layar IPS LCD sebesar 5,99 inci, berkualitas FHD+ 2160 x 1080 dengan rasio 18:9 dan ketajaman gambar ~404 ppi. Sayangnya, ASUS tidak menggunakan Gorilla Glass di handphone ini.

Namun, hasil tampilan layar ponsel ini sungguh layak diacungi jempol. Terus terang saya sedikit merasa tertipu. Tadinya saya pikir layar handphone ini OLED. Namun ternyata “hanya” IPS LCD.

Untuk ukuran IPS, kontras dan warna yang keluar dari layar ZenFone Max Pro M1 sangat baik. Termasuk ketika kamu menggunakannya di bawah terik matahari. Begitupun ketajaman gambarnya (sesuai dengan spesifikasi).

Kalau mau membandingkan, tampilan di layar ponsel ini lebih baik dari Moto G5s Plus yang sama-sama menggunakan IPS, dan lebih mendekati Moto Z2 Play yang menggunakan AMOLED. Empat jempol (termasuk kaki) untuk ASUS!

Audio

Dari sisi audio untuk berkomunikasi, baik speaker dan mikrofon bekerja baik. Suara terdengar jelas dan jernih.

Untuk sisi audio untuk multimedia, suaranya juga kencang. Sekali lagi, saya bukan pakar audio, namun inilah yang saya tangkap. Speaker ASUS ZenFone Max Pro M1 agak lemah untuk suara bass (low range). Sedangkan treble (high range), walau cukup nyaring, tidak sampai berkesan cempreng. Jadi, secara keseluruhan biasa saja, tidak istimewa.

Saat menggunakan earphone (bawaan Moto G5s Plus), suara yang keluar terdengar lebih baik. Walau bass juga kurang mantap, tapi suaranya lebih bulat dan sedikit lebih surround dari speaker luar.

Sayangnya, karena berbasis Android murni, tidak ada bantuan dari sisi perangkat lunak untuk masalah suara.

Kamera

ASUS ZenFone Max Pro M1 memiliki kamera belakang ganda (13MP + 5 MP) dengan PDAF dan LED flash. Sedangkan kamera depan berkualitas 8MP.

Fitur yang ada di aplikasi kamera lumayan banyak. Ada mode kamera, seperti: HDR, portrait, landscape, sport, backlight, dll. Lalu ada juga berbagai filter, seperti: Mono, sepia, negative, solarize, dll. Selain itu, aplikasi kamera ini juga dilengkapi dengan fitur beautification, dan berbagai setelan kamera.

aplikasi kamera zenfone max pro m1

Aplikasi kamera

Tapi harus saya akui, saya kurang suka dengan tampilan aplikasi kamera ini. Yah, mungkin ini lebih karena sistem Android murni (walau kalau dipikir, Motorola berhasil membuat aplikasi kamera dengan tampilan menarik).

Di sisi lain, hasil foto ASUS ZenFone Max Pro M1 cukup memuaskan. Seperti kamera ponsel masa kini, pencahayaan didongkrak lebih terang. Hasilnya, detil obyek yang berada di bawah bayangan tetap terlihat. Namun di sisi lain, dibagian yang terpapar cahaya tinggi, jadi over exposed.

Saya menemukan kalau melakukan fokus dengan portrait mode sedikit sulit. Fokus mudah berubah dan kontrol tingkat blur kurang responsif. Akan tetapim hasil foto dengan portrait mode — yang sedang tren ini — cukup memuaskan. Untuk beberapa obyek, peralihan bidang tajam dengan yang kabur cukup halus dan konsisten. Tapi untuk beberapa hal lain efek blur terlihat… yah efek, tidak natural..

Hasil yang cukup mengejutkan datang dari foto low light. Di sini saya sajikan contoh dengan dua mode, yaitu candlelight dan portrait. Dengan candlelight mode, walau sedikit lebih gelap, obyek bisa tetap terlihat cukup jelas dan tetap tajam. Sedangkan dengan portrait mode, walau noise sudah terlihat, gambar bisa terlihat lebih terang dan obyek tetap terlihat cukup baik

hasil foto kamera belakang zenfone max pro 01

Hasil foto kamera belakang (auto)

hasil foto kamera belakang asus zenfone max pro m1

Hasil foto kamera belakang outdoor (auto)

hasil foto makro asus zenfone max pro m1

Hasil foto makro (portrait mode)

foto low light candle light mode asus zenfone max pro m1

Foto low light (candlelight mode)

foto low light portrait mode asus zenfone max pro m1

Foto low light (portrait mode)

hasil foto selfie asus zenfone max pro m1

Hasil foto selfie (biasa)

Hasil foto selfie asus zenfone max pro m1 dengan portrait mode

Hasil foto selfie (portrait mode)

Android Murni

Sebelum ini saya sudah terbiasa menggunakan ponsel dengan Android murni (tepatnya mendekati) di berbagai ponsel Motorola. Jadi ketika menggunakan ponsel ini — yang menggunakan Android 8.1 Oreo — saya cukup antusias.

ASUS memberikan versi Android yang lebih murni dari Motorola (yang menambah Moto Action, dll). Launcher yang dipakai adalah Launcher3 yang menjadi standar di Android Open Source Project (AOSP). ASUS juga hanya memasang aplikasi ASUS Service Center dan beberapa aplikasi rekan (yang bisa dihapus/disable). Jadi, singset dan fleksibel.

Sejauh ini kelihatannya ASUS cukup rajin dengan update keamanan. Saat artikel ini ditulis, ponsel ini sudah menerima patch keamanan bulan Mei 2018. Mendekati akhir bulan, saya masih menunggu patch untuk bulan Juni.

Sekedar info, tampilan ASUS ZenFone Max Pro M1 yang ada di foto sudah saya ubah. Saya menggunakan Nova Launcher, widget jam dan cuaca Chronus, dan icon pack H2O.

Performa

Melihat spesifikasi ASUS ZenFone Max Pro M1, saya cukup berharap banyak. Chipset Qualcomm Snapdragon 636 octa-core 1.8GHz Kryo 260 disebut sebagai chipset dengan performa bagus. RAM 3GB dan penyimpanan 32GB merupakan standar yang memadai.

Untuk kegiatan sehari-hari, kemampuan ponsel ini sangat mencukupi, bahkan bisa dibilang di atas rata-rata. Penerimaan sinyal (seluler dan Wi-Fi) baik, main game rata-rata tidak lag, dan berganti aplikasi cukup lancar. Semua berjalan mulus, stabil, dan — secara mengejutkan — tidak panas. Tapi dalam beberapa kondisi (main game), saya temui kadang tidak responsif — misalnya saat menekan tombol untuk menembak tidak langsung terjadi.

baterai asus zenfone max pro m1

Status baterai

Bagaimana dengan baterainya? Baterai merupakan keunggulan besar ponsel ini. Dengan kapasitas 5000mAh, kamu tidak akan kekurangan. Yah, saya sering main game online 1-2 jam nonstop. Kalau dari posisi baterai penuh, bahkan akhirnya tidak mendekati 50% saat selesai main game.

Salah satu kelemahan yang saya temukan pada ponsel ini ada di sensor sidik jari. Saat pertama menggunakannya, sensor sidik jari kurang responsif. Saya harus meletakkan jari dengan benar dan perlahan. Namun kemudian ASUS memberi update dengan perbaikan hal tersebut. Sekarang, performa sensor sidik jari itu sudah jauh lebih baik (tapi masih suka tidak membaca).

Kesimpulan

Di ponsel ASUS ZenFone Max Pro M1 ini, kamu bisa melihat bagaimana prioritas berjalan. ASUS menempatkan performa dan fungsi di atas gimmick (yang mungkin sebenarnya tidak kita perlukan). Saya angkat topi untuk usaha tersebut. Karena berhasil.

Kalau kamu perhatikan, beberapa kelemahan ASUS ZenFone Max Pro M1 ada di bagian yang “kurang penting”. Dengan kata lain bisa ditoleransi. Bodi bisa dibungkus dengan casing pelindung, kamu tidak akan mendengarkan musik dengan volume maksimal di speaker eksternal, dan urusan perangkat lunak masih bisa dioptimalkan (tergantung bagaimana ASUS menanganinya).

Sementara itu, kelebihan ASUS ZenFone Max Pro M1 ada di wilayah yang strategis: Layar jernih, performa bagus, juga baterai besar dan awet. Semua hal yang pasti kamu butuhkan untuk kegiatan sehari-hari. Ponsel ini memang sebuah smartphone murah jagoan. ASUS berhasil membuat prioritas dan penawaran yang sulit ditolak.

Jadi, apakah ASUS ZenFone Max Pro M1 merupakan Xiaomi Redmi Note 5 killer? Yah, kalau ASUS memainkan jurus dengan baik, bisa dibilang begitu. Paling tidak, pertarungan akan berjalan sengit dan habis-habisan. Xiaomi pun bisa keluar gelanggang dengan babak belur.

ASUS ZenFone Max Pro M1
  • Desain & Bodi
  • Layar
  • Audio
  • Kamera
  • Fitur
  • Penggunaan
  • Harga/Performa
3.9

Ringkasan

ASUS berhasil meletakkan prioritas dengan baik. ASUS ZenFone Max Pro M1 merupakan smartphone murah yang punya banyak kelebihan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Layak dibeli!

Ada komentar?