Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner
Zenbook 14 M3400 banner

Samsung Kembali Nomor Satu, Xiaomi Depak Apple Ke Nomor Empat

Anom Penulis

Tahun 2020 beserta pandemi COVID-19 menghasilkan sebuah rollercoaster bagi pangsa smartphone dunia. Pada kuartal ke-3 (Q3) tahun 2020 ini, Samsung berhasil kembali menduduki posisi pertama, dan Xiaomi menjadi nomor tiga dengan menggeser Apple yang jatuh di tempat keempat.

Hasil yang luar biasa ini merupakan laporan dari berbagai badan riset dunia — IDC, Counterpoint, dan Canalys — untuk pangsa pasar smartphone di kuartal ketiga tahun 2020 ini. Laporan ini bagai sebuah film drama dengan plot twist mengejutkan.

popculture.id

Memang ada kejutan di Q2 kemarin. Yaitu ketika Huawei berhasil menjadi nomor satu dan mengalahkan Samsung. Namun sudah menjadi dugaan kalau merek asal Cina ini akan menurun penjualannya dan Samsung akan kembali jadi nomor satu.

Yang tak terduga adalah peningkatan pangsa smartphone Samsung meningkat dengan tajam. Meninggalkan merek populer lainnya agak jauh di bawah. Hal ini disebabkan salah satunya dari prestasi Samsung merebut India dari tangan Xiaomi.

(sumber gambar: Counterpoint)

Sementara Samsung menjadi nomor satu, Xiaomi berhasil duduk di nomor tiga dan mendepak Apple yang turun di posisi empat. Luar biasa.

Prestasi Xiaomi ini disebabkan karena menjadi smartphone pilihan pengganti Huawei di beberapa wilayah dunia, seperti di Amerika Latin, Eropa, dan Timur Tengah. Selain itu, perkembangan Xiaomi di wilayah lain juga tumbuh pesat, seperti di Indonesia, Filipina, dan Vietnam.

Apple sendiri terpuruk di peringkat empat karena mundurnya peluncuran iPhone 12. Dengan para fans yang menunggu iPhone terbaru itu, jumlah pembelian pun menurun. Walau begitu, bisa kita duga kalau peringkat Apple bisa naik lagi di kuartal keempat tahun 2020.

Posisi di bawah itu berhasil diduduki oleh merek seperti OPPO, Vivo, dan realme. Untuk posisi kelima ada sedikit perbedaan di antara badan riset di atas. Counterpoint menempatkan OPPO di posisi 5, sedangkan IDC dan Canalys menempatkan Vivo.

    %d blogger menyukai ini: